Lembaga ZISWAF Dorong Pemberdayaan Ekonomi Pesantren

Publish

15 January 2025

Suara Muhammadiyah

Penulis

0
844
Foto Istimewa

Foto Istimewa

SOLO, Suara Muhammadiyah – Pesantren Muhammadiyah di Jawa Tengah dalam dua dekade belakangan ini tumbuh sangat pesat. Selain dikategorikan pemula, Pesantren Muhammadiyah juga memiliki santri sedikit (di bawah 100 orang) serta kondisi keuangan yang belum mandiri. Dalam upaya meningkatkan kemandirian ekonomi pesantren Muhammadiyah Jawa Tengah, telah dilaksanakan workshop dengan tema “Pemberdayaan Ekonomi Pesantren Melalui ZISWAF, 24 Desember 2024. 

Kegiatan ini dilaksanakan 2 hari dan merupakan hasil kolaborasi Lembaga Pengabdian Masyarakat dan Pengembangan Persyarikatan (LPMPP) Universitas Muhamamadiyah Surakarta, program Pengabdian Masyarakat Berbasis Pengembangan Persyarikatan Dakwah, Al-Islam dan Kemuhammadiyahan bekerja sama dengan Lembaga Pengembangan Pesantren LPP PWM Jateng dan LazisMU PWM Jateng.

Acara ini dibuka oleh ketua LPP PWM Jawa tengah, Muhammad Irzal fadholi, MPd.I, dilanjutkan materi terkait kondisi terkini pesantren Muhammadiyah Jawa Tengah oleh Ahmad Mardalis SE, MBA, lalu dilanjutkan materi Pembentukan Kantor Layanan LazisMU oleh ketua LazisMu PWM Jateng dan penjelasan terkait operasional LazisMu oleh direktur operasional LazisMU. Hari kedua para peserta workshop diberi pemaparan tentang best practice pengelolaan Ziswaf di pesantren Zam-zam Cilongok Purwokerto dan pesantren Trensain Sragen.

Dengan kegiatan ini diharapkan munculnya kesadaran pengelola pesantren tentang perlunya pengelolaan dana Ziswaf. Selain itu terbentuknya lembaga atau unit khusus yang bekerja sama dengan LazisMu di setiap pesantren untuk mengelola dana ZISWAF secara terintegrasi. Meningkatkan kapasitas manajerial pengurus pesantren dalam manajemen keuangan modern. Meningkatkan transparansi dalam pengelolaan dana ZISWAF. Memberdayakan ekonomi lokal melalui proyek-proyek pengembangan yang didanai oleh dana ZISWAF.

Kegiatan ini diikuti oleh pimpinan pesantren Muhammadiyah di Jawa Tengah. Program ini diharapkan dapat memberikan kontribusi positif dalam meningkatkan kualitas pengelolaan dana ZISWAF di pesantren serta memperkuat peran pesantren dalam pemberdayaan masyarakat.

Untuk pembukaan Kantor Layanan di Pesantren Muhammadiyah se-Jawa Tengah melalui beberapa tahap, yaitu: 

1. Pengajuan Surat Rekomendasi kepada Lazismu Pembentuk disertai dokumen pendukung.

2. Penerbitan Surat Keputusan Pendirian Kantor Layanan oleh Lazismu.

3. Pengajuan pembukaan rekening penghimpunan oleh pengelola Kantor Layanan.

4. Proses pembukaan rekening dan penunjukan rekening pentasharufan oleh Lazismu.

Melalui kolaborasi erat dengan pengurus pesantren, program ini akan memperkuat kapasitas lembaga ZISWAF dan mendukung pembangunan sosial di Jawa Tengah secara keseluruhan. Akhirnya terwujud pengelolaan dana ZISWAF yang lebih baik demi kemaslahatan umat.


Komentar

Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

ALOR, Suara Muhammadiyah - Bertempat di halaman SMA Muhammadiyah Kalabahi, Pimpinan Daerah Muhammadi....

Suara Muhammadiyah

22 November 2024

Berita

PERLIS, Suara Muhammadiyah - Seorang tokoh Nusantara lintas negara Malaysia dan Indonesia Ibrahim Ya....

Suara Muhammadiyah

7 May 2024

Berita

JAKARTA, Suara Muhammadiyah - Universitas Muhammadiyah Prof. DR. HAMKA (Uhamka) menyelengarakan Mila....

Suara Muhammadiyah

29 November 2025

Berita

JAKARTA, Suara Muhammadiyah – Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Prof Dr H Haedar Nashir, ....

Suara Muhammadiyah

31 July 2024

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Terbitnya Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 28 Tahun 2024, telah memi....

Suara Muhammadiyah

17 August 2024