Hardiknas dan Harapan Guru PAUD: Antara Kesejahteraan dan Amanah Peradaban

Publish

3 May 2026

Suara Muhammadiyah

Penulis

0
69
Foto Ilustrasi

Foto Ilustrasi

Hardiknas dan Harapan Guru PAUD: Antara Kesejahteraan dan Amanah Peradaban

Oleh: Afridatul Laela, Guru TK ‘Aisyiyah Bustanul Athfal Dudukan Tonjong Brebes

Seperti biasa, pagi itu saya sambut anak-anak di depan kelas dengan senyum, salam dan sapa. Ada yang datang dengan berjalan, berlari, ada yang belum lepas dari genggaman tangan ibunya, ada juga yang matanya berkaca-kaca. Di ruang itulah pendidikan dimulai, bukan dari layar dan angka-angka, tetapi dari sentuhan, perhatian, dan rasa aman. Di situlah amanah mencerdaskan kehidupan bangsa dititipkan.

Peringatan Hari Pendidikan Nasional 2026 yang bertemakan “Menguatkan Partisipasi Semesta Mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua”, menghadirkan sejumlah kabar baik bagi guru. Mulai dari penyaluran langsung tunjangan, peningkatan kesejahteraan, hingga program penguatan kompetensi. Bagi kami guru PAUD, kabar ini bukan hanya informasi, tetapi harapan, bahwa negara mulai lebih bersungguh-sungguh memuliakan guru penjaga masa depan bangsa.

Kebijakan penyaluran langsung tunjangan guru ke rekening pribadi membawa perubahan nyata. Tunjangan yang lebih cepat dan rutin memberi ruang bagi guru untuk bekerja lebih tenang. Richard Layard (2005) menegaskan bahwa kesejahteraan yang baik akan berdampak pada kualitas kerja dan kebahagiaan individu. Bagi guru, ketenangan batin ini sangat penting, karena mendidik anak membutuhkan kesabaran dan ketulusan.

Namun di balik itu, realitas di lapangan masih menyisakan pekerjaan rumah. Tidak semua guru PAUD telah tersertifikasi dan menikmati tunjangan profesi. Banyak dari mereka tetap mengabdi dengan penghasilan terbatas, tetapi dengan dedikasi besar. Mereka tetap hadir setiap pagi, menyambut anak-anak dengan ramah, meski kehidupan pribadi penuh keterbatasan. Inilah bagian dari partisipasi guru dalam mewujudkan pendidikan bermutu untuk semua.

Kenaikan tunjangan bagi guru non-ASN tentu patut diapresiasi. Tetapi keadilan belum sepenuhnya dirasakan merata. Dalam perspektif Islam, keadilan adalah fondasi utama dalam kehidupan sosial. Allah Swt. berfirman:“Sesungguhnya Allah menyuruh (kamu) berlaku adil dan berbuat kebajikan…” (QS. An-Nahl: 90).

Pada sisi lain, ikhtiar meningkatkan kompetensi melalui Pendidikan Profesi Guru (PPG) menjadi langkah penting dalam memperkuat kualitas pendidikan. Bagi guru PAUD, belajar bukan sekadar mengejar sertifikat, tetapi memahami dunia anak yang unik dan penuh makna. Jean Piaget (1952) menegaskan bahwa anak belajar melalui pengalaman langsung dan interaksi dengan lingkungan. Sementara Lev Vygotsky (1978) menekankan pentingnya interaksi sosial dalam perkembangan kognitif anak.

Di ruang kelas, teori-teori itu hadir dalam bentuk yang sederhana. Anak belajar berhitung dengan balok, mengenal bahasa melalui cerita, dan memahami emosi lewat permainan. Tidak ada yang instan dan dipaksakan. Semua berjalan dalam ritme yang alami, sesuai tahap perkembangan anak.

Namun tantangan zaman tidak bisa diabaikan. Kehadiran teknologi, termasuk pelatihan koding dan kecerdasan artifisial bagi guru, menunjukkan bahwa pendidikan sedang bergerak ke depan. Bagi kami, ini adalah peluang sekaligus pengingat. Teknologi boleh masuk ke kelas, tapi tidak boleh menggantikan kehangatan relasi manusia. Anak-anak tetap membutuhkan pelukan, perhatian, dan keteladanan.

Pelatihan bimbingan konseling bagi guru juga menjadi bekal penting. Anak-anak hari ini tumbuh dalam dunia yang lebih kompleks. Tidak sedikit yang mengalami kesulitan dalam mengelola emosi atau berinteraksi sosial. Dalam situasi demikian, guru bukan hanya pengajar, tetapi juga pendamping yang menghadirkan rasa aman.

Dalam Islam, peran ini bukanlah hal yang ringan. Rasulullah SAW bersabda:“Setiap kalian adalah pemimpin dan setiap pemimpin akan dimintai pertanggungjawaban atas yang dipimpinnya” (HR. Bukhari dan Muslim). Guru pemimpin di ruang kelas. Dari tangan mereka, nilai-nilai kehidupan ditanamkan sejak dini.

Program beasiswa bagi guru yang belum menyelesaikan pendidikan S1/D4 juga menjadi harapan baru. Langkah ini penting untuk meningkatkan kualitas guru secara menyeluruh. Begitu pula dengan bantuan subsidi upah bagi guru non-ASN menjadi bukti adanya perhatian terhadap mereka yang berada di pinggiran sistem.

Namun semua itu tidak akan cukup tanpa partisipasi semesta. Pendidikan anak usia dini tidak bisa diserahkan hanya kepada guru. Orang tua memiliki peran utama sebagai pendidik pertama dan utama. Allah Swt. berfirman: “Wahai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka…” (QS. At-Tahrim: 6). Ini menegaskan bahwa keluarga adalah fondasi pendidikan. Apa yang ditanamkan di rumah, menjadi dasar pembelajaran di sekolah.

Kami menyadari bahwa tugas ini bukan sekadar pekerjaan, tetapi amanah peradaban. Di kelas tempat kami mengajar, masa depan bangsa sedang dibentuk perlahan. Dari tangan-tangan kecil yang belajar memegang pensil, dari langkah-langkah kecil yang mulai berani berjalan sendiri, lahir harapan besar bagi Indonesia.

Hardiknas menjadi momentum untuk meneguhkan kembali komitmen tersebut. Bahwa kesejahteraan guru harus berjalan seiring dengan penguatan peran mereka sebagai pendidik. Kebijakan yang baik dari Mendikdasmen Abdul Mu’ti, harus menyentuh hingga ke akar, termasuk guru PAUD di pelosok negeri.

Di balik tawa anak-anak di kelas, ada amanah yang besar. Di tangan para guru, amanah itu dijaga, dengan kesabaran, keikhlasan, dan keyakinan bahwa setiap langkah kecil hari ini adalah bagian dari membangun peradaban masa depan yang lebih baik. Selamat Hari Pendidikan Nasional.

 

 

 


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Wawasan

Oleh: A Hilal Madjdi, Wakil Ketua PDM Kudus Hampir beriringan dengan ibunda ‘Aisyiyah, adek-a....

Suara Muhammadiyah

18 May 2025

Wawasan

Meningkatkan Keterampilan Pendidikan Vokasi Oleh: Wiguna Yuniarsih, Wakil Kepala SMK Muhammadiyah 1....

Suara Muhammadiyah

10 October 2024

Wawasan

Puasa Menuntun Hawa Nafsu Manusia Oleh: Rumini Zulfikar (Gus Zul), Penasehat PRM Troketon "Maka pe....

Suara Muhammadiyah

20 March 2024

Wawasan

Oleh: Liliek Pratiwi, S.Kep., Ners., M.KM Setiap wanita yang sedang mengandung, beserta seluruh ang....

Suara Muhammadiyah

4 July 2025

Wawasan

Pendidikan Berkualitas Menuju Indonesia Emas Oleh: Rizki P Dewantoro, Kader Muhammadiyah Pendiri M....

Suara Muhammadiyah

18 October 2024

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah