Apakah Era Kedigdayaan AS akan Segera Berakhir?
Oleh: Buya Anwar Abbas, Pengamat Sosial, Ekonomi, dan Keagamaan
Puluhan tahun rakyat Palestina disiksa oleh Israel. Tanah mereka dirampas dan mereka diusir dari tanah kelahiran mereka sendiri. Mereka mencoba untuk melawan, tetapi tidak berdaya karena senjata musuh jauh lebih canggih dan mematikan. Semula mereka berharap Hamas sebagai salah satu kelompok perlawanan Palestina yang paling revolusioner akan bisa membawa mereka keluar dari penjajahan Israel. Namun akhirnya mereka juga tidak bisa berkutik karena kalah disebabkan lemahnya persenjataan yang mereka miliki, sehingga Gaza yang merupakan pangkalan perlawanan mereka juga hancur dan rata dengan tanah.
Tapi kini situasi jadi berbalik. Dendam rakyat Palestina terlepaskan bukan oleh negara tetangga terdekat mereka seperti Mesir, Jordania, Saudi, dan beberapa negara Teluk lainnya, tetapi oleh Iran yang dianggap tidak ada apa-apanya oleh Netanyahu dan Trump.
Iran mengamuk setelah negara mereka diserang terlebih dahulu dan pemimpin mereka, Ali Khamenei, tewas oleh misil Israel dan Amerika. Hal demikian telah menyebabkan Iran marah dan membalas dendam dengan melakukan serangan-serangan yang bergelombang. Ribuan drone dan misil Iran tampak membuat langit Israel memerah, kemudian jatuh menghantam sasarannya sehingga membuat gedung-gedung tinggi yang tadinya berdiri kokoh dalam hitungan detik dan menit langsung hancur. Api pun menyala menghanguskan apa yang ada, sehingga rakyat Israel tampak berlarian menyelamatkan diri sambil menangis dan menjerit ketakutan.
Kita melihat kecongkakan dan kesombongan yang telah mereka perlihatkan selama ini kini kena batunya. Israel dan Amerika Serikat benar-benar telah dibuat malu dan dipermalukan oleh Iran. Bagaimana tidak, kota kebanggaan mereka seperti Tel Aviv, Haifa, dan lain-lain serta pangkalan militer dan kapal induk mereka diserang dan dibom, dan herannya mereka tidak bisa berbuat banyak.
Dunia benar-benar terkejut melihat kesiapan, keberanian, dan kehebatan Iran. Mungkin tidak ada satu negara pun di dunia ini yang memperkirakan Iran akan bisa menekuk Israel dan Amerika Serikat lewat senjata dan strategi perangnya yang jitu, sehingga membuat Israel dan Amerika ingin menawarkan gencatan senjata untuk bisa bernapas sejenak sambil mempersiapkan diri untuk menyerang balik.
Namun anak buah Mujtaba Khamenei, pemimpin baru Iran, tidak mau berdamai. Mereka menyatakan, “Bukan kalian yang akan menentukan kapan perang ini akan berakhir, tetapi kami.”
Sebuah pukulan telak bagi Amerika Serikat dan Israel yang membuat mental Trump dan Netanyahu benar-benar jatuh dan terpukul. Keadaan semakin bertambah runyam karena rakyat Israel yang dulu sangat yakin Netanyahu akan bisa melindungi mereka kini ramai-ramai berteriak histeris meminta ampun dan meminta Iran agar menghentikan serangannya karena mereka sudah tidak sanggup melihat bom yang berjatuhan yang setiap saat siap merenggut nyawa mereka.
Jadi situasi dan keadaan kini benar-benar sudah terbalik. Netanyahu dan Trump yang tadinya angkuh dan pongah kini tampak berdiri kuyu. Bila sebelumnya dengan kesombongannya mereka menantang tidak hanya rakyat Palestina tetapi juga masyarakat dunia, di mana resolusi PBB mereka tolak dan injak-injak karena merasa kuat dan berada di atas angin. Namun kini setelah Iran melawan dan berhasil memporak-porandakan kota-kota dan pusat pertahanan mereka, kita melihat sebuah keangkuhan telah runtuh.
Ini menjadi sebuah pertanda bahwa pergantian era akan terjadi. Era Amerika Serikat dan Israel akan berakhir dan era China, Rusia, India, dan Iran akan tiba.
Selamat jalan era Amerika dan Israel. Silakan engkau pergi karena kami memang sudah muak dengan perangaimu, sebab sudah terlalu banyak kezhaliman, kebiadaban, serta luka yang kalian buat dan torehkan. Dan kami akan mencatat dalam sejarah bahwa keruntuhanmu bukan disebabkan oleh orang lain, tetapi oleh ulah dan keburukan perilakumu sendiri.
