MAUMERE, Suara Muhammadiyah - Program Studi Administrasi Kesehatan, Universitas Muhammadiyah Maumere (UNIMOF) menyelenggarakan Seminar Nasional bertema "Penguatan Budaya Kerja Profesional Berbasis Integritas untuk Mewujudkan Pelayanan Prima dan Kepuasan Pasien", Selasa (14/04), di Aula Ahmad Dahlan UNIMOF. Kegiatan yang berlangsung pukul 09.00–12.30 WITA ini dihadiri oleh mahasiswa, dosen, tenaga kependidikan, tenaga kesehatan, serta praktisi di bidang administrasi kesehatan.
Seminar Nasional ini secara resmi dibuka oleh Rektor UNIMOF, Prof. Dr. Gunawan Suryoputro, M.Hum. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa penguatan budaya kerja profesional berbasis integritas merupakan aspek penting dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan. "Pelayanan kesehatan yang berkualitas tidak hanya ditentukan oleh kemampuan teknis, tetapi juga oleh sikap profesional, etika, dan nilai kemanusiaan yang dimiliki tenaga kesehatan," ujarnya.
Rektor juga menyoroti capaian terbaru Program Studi Administrasi Kesehatan yang berhasil meraih predikat Program Studi Unggul. "Predikat unggul yang baru diraih merupakan hasil kerja keras seluruh civitas akademika. Seminar nasional seperti ini menjadi salah satu langkah konkret untuk memperkuat kualitas tersebut," tambahnya.
Penandatanganan MoU dengan Klinik Utama Muhammadiyah Ende
Dalam rangkaian yang sama, kegiatan dilanjutkan dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara UNIMOF dan Klinik Utama Rawat Inap Muhammadiyah Ende. Penandatanganan dilakukan oleh Prof. Dr. Gunawan Suryoputro bersama dr. M. Ibrahim Sangaji, MARS, selaku Direktur Klinik Utama Muhammadiyah Ende. Momentum ini dinilai sangat strategis karena tidak hanya menjadi ajang diskusi ilmiah, tetapi juga langkah konkret dalam membangun sinergi antara perguruan tinggi dan fasilitas pelayanan kesehatan.
"Kerja sama ini menjadi langkah nyata dalam menjembatani dunia akademik dengan dunia praktik. Mahasiswa tidak hanya memperoleh pengetahuan teoritis, tetapi juga mendapatkan pengalaman langsung di lapangan, sehingga lebih siap menghadapi tantangan profesional di bidang kesehatan," ujar Prof. Gunawan.
Sementara itu, dr. M. Ibrahim Sangaji menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepada pihaknya. "Kolaborasi ini akan memberikan manfaat yang luas, baik bagi mahasiswa sebagai calon tenaga kesehatan, maupun bagi masyarakat sebagai penerima layanan," ungkapnya.
Kerja sama yang disepakati berfokus pada pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi, mencakup pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Ruang lingkupnya meliputi praktik lapangan mahasiswa, observasi manajemen pelayanan kesehatan, penelitian bersama di bidang administrasi kesehatan, kegiatan pengabdian masyarakat berbasis literasi kesehatan, serta pemanfaatan fasilitas bersama. MoU ini berlaku selama lima tahun sejak tanggal penandatanganan dan dapat diperpanjang berdasarkan kesepakatan kedua pihak, serta akan ditindaklanjuti melalui perjanjian teknis berupa MoA atau Implementation Arrangement (IA).
Tiga Narasumber Kompeten Perkaya Diskusi
Seminar menghadirkan tiga narasumber, yaitu Ns. Munadi, S.Kep., MARS dari Divisi Pengembangan SDI MPKU PWM Jawa Timur; dr. M. Ibrahim Sangaji, MARS, Direktur Klinik Utama Muhammadiyah Ende; serta Yohanes Bosko, S.Kep., Ners, Kepala Bidang Sumber Daya Kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten Sikka, NTT, yang hadir mewakili Kepala Dinas. Seminar dipandu moderator Elisabeth Evenince, S.T., M.Ling.
Ns. Munadi menekankan pentingnya penguatan sumber daya manusia sebagai kunci utama kualitas pelayanan kesehatan. Ia menyampaikan bahwa budaya kerja profesional dapat dibangun melalui pembinaan berkelanjutan, penerapan standar operasional prosedur yang konsisten, serta komitmen pada pelayanan yang berorientasi kebutuhan pasien.
Dr. M. Ibrahim Sangaji menjelaskan implementasi budaya kerja Islami sebagai strategi pelayanan prima, yang mencakup nilai amanah, ihsan, profesionalisme, kejujuran, empati, dan komunikasi yang baik. "Mengabdi dengan ilmu, melayani dengan hati, membangun sistem kesehatan yang berdampak," tegasnya menutup pemaparan.
Yohanes Bosko menyoroti pentingnya membangun budaya pelayanan prima yang ditopang komunikasi efektif, konsistensi, empati, integritas, dan inovasi. Menurutnya, penerapan nilai-nilai tersebut tidak hanya meningkatkan kualitas layanan, tetapi juga membangun kepercayaan masyarakat terhadap fasilitas kesehatan.
Sesi diskusi dan tanya jawab berlangsung aktif dengan berbagai pertanyaan seputar implementasi budaya kerja profesional, tantangan pelayanan kesehatan, serta strategi peningkatan kepuasan pasien.
Melalui seminar nasional dan kerja sama strategis ini, UNIMOF berharap dapat menghasilkan lulusan yang unggul secara akademik sekaligus memiliki integritas dan profesionalisme tinggi. Sinergi antara dunia akademik dan praktisi diharapkan terus memberikan dampak positif bagi peningkatan kualitas pelayanan kesehatan, khususnya di wilayah Nusa Tenggara Timur. (Hum)
