Perilaku Muslim Jangan Sampai Menutup Kecemerlangan Islam

Suara Muhammadiyah

Penulis

0
175
dr Agus Taufiqurrahman, SpS., MKes

dr Agus Taufiqurrahman, SpS., MKes

BANTUL, Suara Muhammadiyah - Ajaran Islam itu sangat luhur. Tidak ada yang melebihi keluhuran ajaran Islam. 

Demikian Agus Taufiqurrahman, Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah mengemukakan, Rabu (18/3) saat Kajian Itikaf Angkatan Muda Muhammadiyah Piyungan di Masjid Baitul Muttaqin Bintaran Wetan, Srimulyo, Piyungan, Bantul.

Namun, pada kenyataannya masih jauh panggang dari api. Mengapa dikatakan seperti itu?

“Islam yang luhur ajarannya itu tertutupi kecemerlangannya oleh perilaku orang muslim yang jauh dari nilai Islam,” ungkap Agus.

Diambil sebuah sampel, kebersihan, misalnya. Banyak umat Islam tidak mencerminkan perilaku menjaga kebersihan.

Di sinilah titik temu ketidaksesuaian esensi ajaran Islam yang terejawantah sebagaimana semestinya.

“Banyak ajaran Islam yang harusnya dikuatkan, diamalkan oleh orang yang mengaku Islam namun tidak diamalkan sehingga menjadi penutup kecemerlangan Islam,” tegas Agus.

Karenanya, Muhammadiyah di Muktamar ke-48 Surakarta, Jawa Tengah, diputuskan Risalah Islam Berkemajuan (RIB). Yang mengupayakan membangun peradaban berbasis pada ajaran Islam yang autentik.

Jika dikerucutkan, ada beberapa kriteria terkait hal tersebut, pertama, berlandaskan pada tauhid. Maknanya, menjadikan Allah sebagai Tuhan Yang Esa, yang menciptakan dan memelihara alam semesta, dan bahwa hanya Allah yang patut disembah.

“Jadi kalau mengaku Islam tapi tidak menegakkan tauhid berarti tidak benar,” ujarnya, mengetengahkan pula, tipe orang mempunyai tauhid yang benar ialah menguatkan di dalam hatinya hatta dasar keyakinan tersebut. 

“Menjadikan Allah zat yang paling ditaati. semuanya itu kita berlakukan dalam rangka menegakkan tauhid,” tekannya.

Kedua, Bersumber pada al-Qur’an dan al-Sunnah. Menjadikan kedua sumber primer ini sebagai rujukan utama yang harus dipahami dan diamalkan, bukan sekadar dibaca. “Spirit ar-rujū‘ ilā al-Qur’ān wa al-Sunnah sebagai sumber membangun Islam yang berkemajuan,” ujar Agus.

Kalau orang mengaku Islam, tetapi rujukannya tidak berpokok pangkal dengan dua sumber primer itu, mesti kembali pada hal yang telah dipakemkan itu. 

“Maka dalam rangka membangun Islam berkemajuan harus digerakkan tempat di mana di situ Al-Qur'an dikaji, dibahas, didiskusikan yang kemudian menjadi sumber untuk diamalkan,” jelasnya.

Ketiga, mengembangkan spirit tajdid. Tajdid dalam bingkai akidah dan ibadah. “Itu purifikasi, gak boleh tambah-tambah,” tegasnya, sekali lagi. Dalam lanjutannya, tajdid juga mencakup urusan hal ihwal akhlak dan muamalah dunyawiyah.

Di sinilah berlaku dinamisasi (peningkatan, pengembangan) dalam konteks pemahaman dan pengamalan agama di kehidupan sehari-hari.

“Maka Muhammadiyah dalam rangka membangun spirit Islam berkemajuan, membangun hal-hal yang memberi kemanfaatan dari nilai-nilai Islam untuk masyarakat. Maka dibangunlah berbagai macam amal usaha dalam rangka menghadirkan pengamalan Al-Qur'an dan As-Sunah,” urai Agus.

Untuk melancarkan implementasinya, dilakukan dengan dakwah berbasis jamaah. “Kalau orang perorang itu tentu dampaknya akan kalah dengan kalau kita bersama-sama,” ungkapnya.

Maka, di sinilah mesti melakukan koordinasi agar dakwah itu bisa tersistematisasi dengan baik di berbagai bidang dan memberikan kemanfaatan nyata untuk masyarakat secara luas. (Cris)


Komentar

Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

PULANG PISAU, Suara Muhammadiyah - Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Pulang Pisau melalui Majelis T....

Suara Muhammadiyah

25 August 2025

Berita

Majelis Kesehatan PP Aisyiyah Gelar Seminar Perubahan Iklim YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Majeli....

Suara Muhammadiyah

11 November 2023

Berita

SLEMAN, Suara Muhammadiyah - Bertepatan dengan momen Milad ke -112 Muhammadiyah, SD Muhammadiyah Con....

Suara Muhammadiyah

19 November 2024

Berita

MAKASSAR, Suara Muhammadiyah – Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhamm....

Suara Muhammadiyah

2 February 2025

Berita

MALAYSIA, Suara Muhammadiyah - Seorang tokoh Minangkabau Malaysia bernama Dato` Mohamed Razali bin D....

Suara Muhammadiyah

28 November 2024

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah