Menjauh

Publish

4 January 2026

Suara Muhammadiyah

Penulis

0
148
Ilustrasi

Ilustrasi

Menjauh 

Cerpen Arina Fatikhastus S

Hari ini adalah hari dimana hari Zerina masuk pondok untuk pertama kalinya. Dia gugup dan takut karena dia tidak mengenali siapapun di pondok itu. Saat orangtuanya berpamitan Zerina menangis karena dia tidak ingin berpisah dengan orangtuanya. Selang beberapa menit kemudian zerina masuk ke kamarnya. Ternyata di kamarnya sudah ada teman-temannya yg belum ia kenali. Akhirnya zerina pun memberesi barang-barangnya dan berkenalan dengan teman-temannya. “Hai, nama mu siapa?” tanya Zara. Zerina pun menjawab, ”Halo, namaku Zerina Alie Kamila biasa dipanggil Zerina.”

“Kalau namaku Zara Adistya Fianca, salam kenal ya.”

Hari ketiga di kamar mereka sudah sangat akrab. Zerina ke mana-mana selalu ditemenin Zara. Mereka berdua sudah seperti sahabat. Setiap berangkat ke sekolah, mengaji, makan, tidur mereka berdua selalu bersama. Hingga sesuatu masalah datang dan membuat hubungan mereka menjadi renggang

Bruk, “Aduh maaf ya,” ucap seorang yang menabrak Zara. “oo iya, gak papa kok, santai aja,” jawab Zara. 

“BTW namamu siapa, dari kelas mana?,” tanya Zara. 

Dia pun menjawab “Namaku Liora Elfanada, dari kelas 7f, kalo kamu?” 

“Aku Zara Adistya Fianca, dari kelas 7e, salam kenal ya”, jawab Zara dengan senang hati. Karena Liora merasa bersalah akhirnya Liora mengajak Zara ke kantin untuk menebus kesalahannya.

Di kantin saat Zara sedang Bersama liora ia bertemu dengan Zerina. “Eh hai Zara, itu siapa sebelahmu?” tanya zerina dengan penasaran. Zara pun menjawab “Ini liora anak 7f”. 

Saat Zara memperkenalkan Liora, ia tersenyum manis. Zerina pun memperkenalkan balik dengan ramah. Akhirnya mereka pun ke kantin bertiga dan membeli bakso, es teh, dan lainnya. Kring-kring, bell istirahat pun berbunyi dan mereka balik ke kelasnya masing-masing.

Biasanya Zara menunggu Zerina piket tetapi tidak biasanya malah ia meninggalkan Zerina sendirian. 

Zara pun pulang bersama Liora teman yang baru dikenalnya. Dan akhirnya Zerina pulang ke asrama sendiri. Saat sampai di asrama Zerina pun menanyakan ke Zara mengapa dia  tidak menunggu nya. “Soryy, aku gak nunggu soalnya aku tadi buru-buru,” Zara mengatakannya dengan nada cuek. 

Setelah kejadian Liora menabrak Zara dikantin mereka berdua selalu bersama dan Zara lumayan menjauhi Zerina.

Beberapa hari setelah kejadian itu zerina pun merasa bahwa ia dijauhi oleh zara dan ia bingung kenapa dia dijauhi. Dia mempunyai  kesalahan apa pada zara, zerina pun hanya termenung sambil duduk di bawah pohon di halaman sekolah. 

“Zeiraa, ngapain kamu sendirian disini???” tiba-tiba saja alisya datang. Zerina hanya terdiam saat ditanyai oleh alisya. “kamu kenapa sih na kok malah diem cerita aja gapapa” akhirnya zerina pun menceritakan semuanya ke alisya. Alisya pun memberikan solusi kepada Zerina. 

Selang beberapa hari Zerina dan Zara saling bejauhan hubungan mereka menjadi sangat renggang. Pada sore hari zerina ingin memberanikan diri untuk berbicara kepada zara. Ia mencari zara ternyata zara berada di taman samping pondok. Zerina mendatangi zara ”Ra, aku mau ngomong sama kamu boleh?” tanya zerina.

Zara hanya menjawab dengan anggukan. “Ra, kamu tau kita udah beberapa hari ini gak bareng, gak makan bareng, berangkat sekolah bareng, tidur bareng, berangkat ngaji bareng, aku kangen masa-masa itu Ra. Boleh gak kalo kita bareng-bareng lagi?"

"Aku minta maaf ya kalo aku punya salah, maafin aku ya.” Zara terdiam ia ingin menangis saat mendengarnya.

“Na, maaf ya aku terlalu sibuk sama teman baru, sampai-sampai aku hampir ngelupain kamu. Perbaiki bareng ya? Kita sama-sama lagi, janji ya sampai lulus dari sini kita masih menjadi sahabat.” 

“janji ya Ra kita sama-sama terus, selamanya menjadi sahabat”.

 


Komentar

Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Humaniora

Belajar Makna “Sang Pencerah” dari Dr. Winai Dahlan Oleh: Vritta Amroini Wahyudi, S.Si,....

Suara Muhammadiyah

22 December 2024

Humaniora

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah -Di balik sorot matahari yang tak kenal ampun, keluarga PT Syarikat C....

Suara Muhammadiyah

11 September 2023

Humaniora

Harapan dalam Tiap Proses Hidup  Amalia Irfani, LPPA PWA Kalbar  Ma fil aba, fil abna, &....

Suara Muhammadiyah

22 December 2023

Humaniora

Sang Surya di Fajar Dewata: Nilai-Nilai Sosial Profetik Oleh: Joko Riyanto,S.Ag, Ketua PDPM Tulang ....

Suara Muhammadiyah

29 October 2025

Humaniora

Sang Burung Pipit, Balada Para Penjaga Cahaya Oleh: Babay Parid Wazdi, Kader Muhammadiyah & Ak....

Suara Muhammadiyah

8 December 2025