Dikdasmen PNF PWM DIY Tekankan Semangat Asah, Asih, dan Asuh
YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Menjelang keberangkatan peserta Olimpiade Ahmad Dahlan (OlympicAD) VIII Nasional, Majelis Pendidikan Dasar, Menengah, dan Pendidikan Nonformal (Dikdasmen & PNF) PWM Daerah Istimewa Yogyakarta menggelar Penguatan dan Motivasi pada Sabtu (7/2/2026) di SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta.
Pembinaan Tahap 3 ini dalam rangka pemantapan persiapan, baik dari aspek teknis keberangkatan, kepulangan dan kesiapan peserta. Majelis Dikdasmen dan PNF PWM DIY bersama panitia telah menyiapkan seluruh kebutuhan utama, mula dari transportasi, penginapan, konsumsi, hingga teknis kepulangan ke Yogyakarta.
Sebanyak 767 peserta yang tergabung dalam Kafilah D.I. Yogyakarta, mulai SD/MI, SMP/MTs hingga SMA/SMK/MA/SLB akan diberangkatkan secara bertahap pada tanggal 10,11 dan 12 Februari 2026 menggunakan empat maskapai.
Ketua Majelis Dikdasmen dan PNF PWM DIY, Achmad Muhammad mengingatkan, OlympicAD merupakan ajang untuk mengasah kompetensi dan prestasi terbaik, bagi pelajar, guru serta kepala sekolah/madrasah Muhammadiyah
Tidak sekadar perlombaan, lanjut Achmad, OlympicAD adalah bagian dari tradisi silaturahmi pelajar Muhammadiyah se-Indonesia yang telah berlangsung sejak 1923.
“Kita akan bertemu pelajar Muhammadiyah dari seluruh Indonesia, dari Aceh sampai Papua. Namun perlu diingat, ajang silaturahmi ini untuk memberikan semangat dan rasa syukur kita menjadi bagian dari warga Persyarikatan, yang sekolahnya tidak kurang dari 5.600 lebih dalam mendidik generasi Indonesia,” ungkapnya.
Melalui OlympicAD ini, peserta tidak hanya dituntut untuk belajar berjuang dalam arena perlombaan, tetapi juga belajar membangun karakter kebersamaan dan kemandirian.
“Anak-anak nanti akan belajar bersama, tinggal bersama, dan berbagi dengan teman satu kamar. Ini bagian dari pembelajaran karakter agar mereka bisa saling memahami dan saling menghargai,” tuturnya.
Achmad berpesan, para pendamping dan orang tua untuk mendukung dengan memberikan kepercayaan kepada peserta selama mengikuti ajang OlympicAD.
“Mohon Bapak-Ibu pendamping dan orang tua bisa memahami, karena ini bagian dari pendidikan agar anak-anak belajar mandiri dan bertanggung jawab,” terangnya.
Mengingat jumlah peserta yang tidak sedikit, Achmad berharap, terjalin kerja sama dan kekompakan seluruh peserta sebagai satu tim yang membawa nama daerah.
“Semoga semuanya bisa kompak, saling asah, asih dan asuh, agar benar-benar menjadi satu Kafilah Daerah Istimewa Yogyakarta dengan semangat yang terus menyala dan pulang membawa juara,” pungkasnya. (guf)

