SEMARANG, Suara Muhammadiyah - Universitas Muhammadiyah Semarang (Unimus) menggelar kegiatan Baitul Arqam Purna Studi (BAPS) sebagai bagian dari persiapan menjelang Wisuda ke-48.
Kegiatan ini berlangsung di Aula Lantai 8 Gedung Kuliah Bersama (GKB) II Unimus, Sabtu (10/1), dan diikuti sekitar 400 calon wisudawan dari 38 program studi di lingkungan Unimus.
Kegiatan BAPS dihadiri langsung oleh Rektor Unimus Prof Dr Masrukhi, MPd., Kepala Lembaga Studi Islam Kemuhammadiyahan dan Mata Kuliah Umum (LSIK & MKU) Dr Rochdi Wasono, MSi., serta dosen LSIK dan MKU.
BAPS merupakan program pembekalan wajib bagi calon alumni Unimus sebelum Wisuda dan memasuki dunia pengabdian di masyarakat.
Melalui kegiatan ini, Unimus menegaskan komitmennya dalam mencetak lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga berkarakter kuat, berkemajuan, dan siap menghadapi tantangan zaman.
Kepala LSIK & MKU, Dr Rochdi Wasono, MSi., menyampaikan, mahasiswa Unimus mendapatkan pembinaan Al-Islam dan Kemuhammadiyahan secara berkelanjutan sejak awal masuk kuliah. Mulai dari Baitul Arqam Dasar, kegiatan mentoring setiap semester, hingga mata kuliah AIK 1, 2, dan 3 dengan total delapan SKS, dan BAPS Ini menjadi tahap akhir pembinaan sebelum mahasiswa dinyatakan lulus.
“Ini yang membedakan Unimus dengan perguruan tinggi lain. Kami memastikan lulusan Unimus mampu membaca Al-Qur’an dan memiliki fondasi keislaman yang kuat,” ujarnya.
Rochdi menambahkan, Unimus menargetkan lulusan memiliki karakter utama sebagai muslim modern yang berupaya memajukan Islam seiring perkembangan zaman.
"Nilai-nilai tersebut diwujudkan melalui sikap anti-taqlid, mendorong ijtihad dan berpikir kritis, bersikap inklusif, terbuka terhadap dialog dan kerja sama, serta memiliki kepedulian sosial. Pemberdayaan umat difokuskan pada sektor pendidikan, kesehatan, dan ekonomi," katanya.
Sementara itu, Masrukhi dalam pemaparannya mengangkat tema “Menjadi Alumni Berkarakter dan Berkemajuan.” Ia mengajak para peserta untuk mengenang perjalanan studi di Unimus yang penuh dinamika, suka dan duka, termasuk perjuangan hidup mandiri jauh dari orang tua.
Rektor menegaskan bahwa Unimus saat ini telah terakreditasi unggul dan terus berkembang menjadi kampus yang menggembirakan, memajukan, dan memuliakan sivitas akademika. Ia juga menekankan kepada para dosen bahwa mahasiswa Unimus berasal dari berbagai daerah dan merupakan individu yang tengah berjuang di jalan Allah.
"Diharapkan, aktivitas di kampus dilakukan dengan rasa bahagia dan gembira,” tuturnya.
Rektor juga menyoroti pentingnya peran alumni sebagai insan terdidik yang mampu mengintegrasikan ilmu pengetahuan, nilai moral, dan tanggung jawab sosial dalam kehidupan bermasyarakat.
Ia menyebut kesuksesan seseorang 80 persen ditentukan oleh soft skills dan karakter, seperti kejujuran, kemampuan bekerja sama, tanggung jawab, kepedulian, sikap saling menghormati, konsistensi, kebijaksanaan dalam mengambil keputusan, rendah hati, serta tidak egois.
"Sisanya ditopang oleh hard skills sesuai bidang keilmuan. Masalah masa depan ada di pundak masing-masing,” tegasnya.
Selain pembekalan karakter, BAPS juga memperkuat nilai-nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK). Peserta dibekali pemahaman ideologis serta panduan ibadah praktis Seperti tatacara mensucikan diri dan Tuntutan Solat, agar tetap berpegang teguh pada nilai-nilai keislaman dalam berbagai peran kehidupan setelah lulus dari Unimus. (Humas)

