Keteladanan Nabi Ibrahim Terletak pada Kuatnya Jangkar Keimanan dan Keikhlasan

Publish

8 June 2025

Suara Muhammadiyah

Penulis

0
932
Foto Istimewa

Foto Istimewa

JAKARTA, Suara Muhammadiyah - Halaman Gedung Dakwah Pimpinan Pusat Muhammadiyah Menteng Raya, Jakarta Pusat, Jumat (6/6) menjadi tempat pelaksanaan Shalat Idul Adha 1446 H. Bertindak sebagai imam Teguh Agus Wahyuda, Imam Masjid At-Tanwir PP Muhammadiyah. Sementara, khatib disampaikan KH Nur Achmad, Wakil Ketua Lembaga Pembinaan Haji dan Umrah PP Muhammadiyah.

Dalam khutbahnya, Nur mengatakan, Nabi Ibrahim sebagai manusia teladan. Bahkan, nama Nabi Ibrahim sering disebut dalam doa-doa seperti dalam shalawat. Ibrahim tidak lain adalah Abu al-anbiya (Bapak moyang para nabi/utusan Allah).

"Hampir semua para nabi dan rasul Allah adalah anak-cucunya. Ismail, puteranya yang pertama dari istri Hajar, yang  nantinya menurunkan bangsa Arab, yang dari sini terlahir Nabi Muhammad. Begitu juga Ishaq puteranya yang kedua dari isteri Sarah, yang kelak memiliki putera Ya’qub. Ya’qub memiliki keturunan salah satu anaknya, Yusuf," katanya.

Karenanya, tak dinafikan bilamana banyak teladan utama dalam Nabi Ibrahim dan keluarga dan keturunan beliau. "Wajar jika di dalam Al-Qur’an banyak disebutkan kisah Nabi Ibrahim dan keturunannya," bebernya.

Bagi Nur, memandang sosok Nabi Ibrahim berdasarkan informasi dari hadis, sebagai seorang yang kritis, rasional, cerdas, berani, dan tidak mudah terbawa arus tradisi.  Terbukti, ketika semua warga masyarakatnya memiliki tradisi menyembah berhala, Ibrahim dengan tegas menolak untuk bergabung dengan tradisi sesat itu.

"Ibrahim pernah dengan berani mengobrak-abrik berhala-berhala yang menyebabakan manusia tersesat dari kebenaran yang akhirnya ia harus diberi hukuman di atas api yang panas. Tetapi kebenaran memang selalu akan berpihak kepada yang benar," tuturnya.

Sebagai manusia, Ibrahim adalah teladan yang sangat sempurna, baik secara intelektual, emosional, moral, maupun  fisik. "Pantas saja kalau Allah menjadikan beliau sebagai khalil (kekasih) Allah dan imam (pemimpin) umat manusia. Sebagai anak, Ibrahim juga anak yang berbakti kepada orang tua, bahkan ketika ia diusir, Ibrahim masih hormat dan mendoakan bapaknya agar diampuni Tuhan," jelasnya.

Sebagai Bapak, Ibrahim telah berhasil mendidik anak-anaknya dengan sukses dan menjadi kader-kader penerus yang patut diandalkan generasi tua. Ismail adalah salah satu anaknya yang sangat salih dan taat kepada Allah.

"Terbukti demi menjalankan perintah Allah, Ismail kecil bersedia untuk dijadikan “kurban” (sarana pendekatan diri kepada Allah), tetapi karena keikhlasan dan ketaatan keduanya maka Allah mengganti dengan pengurbanan lain, seekor domba besar," sambungnya.

Lepas dari itu semua, Nur menegaskan bahwa Ibrahim AS adalah tonggak sejarah manusia beriman. Keteguhannya dalam menghadapi ujian menjadi cermin keimanan yang kokoh dan tak tergoyahkan oleh situasi apa pun. (Cris)


Komentar

Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

BLITAR, Suara Muhammadiyah - Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Blitar menyelenggarakan kajian Ahad y....

Suara Muhammadiyah

18 February 2024

Berita

SURABAYA, Suara Muhammadiyah – Guest teacher di kelas 3-E dan 4-C SD Muhammadiyah 4 Pucang Sur....

Suara Muhammadiyah

13 February 2025

Berita

MALANG, Suara Muhammadiyah - Guru Besar Pendidikan Bahasa Arab UMM Prof Dr Abdul Haris, MA memberika....

Suara Muhammadiyah

8 March 2024

Berita

PADANG, Suara Muhammadiyah – Program Studi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) bersama Himpun....

Suara Muhammadiyah

14 May 2025

Berita

PRINGSEWU, Suara Muhammadiyah - Universitas Muhammadiyah Pringsewu (UMPRI) menyelenggarakan Baitul A....

Suara Muhammadiyah

27 September 2025