Rektor UMRI Resmi Membuka Grand Final MHQ International 2026

Publish

12 March 2026

Suara Muhammadiyah

Penulis

0
76
Dok Istimewa

Dok Istimewa

12 Hafiz dari Berbagai Negara Bertanding di Pekanbaru

PEKANBARU, Suara Muhammadiyah — Universitas Muhammadiyah Riau (Umri) resmi menggelar babak Grand Final International Hifz Qur'an Competition (MHQ) 2026. Ajang bergengsi yang mempertandingkan kategori hafalan 10 juz dan 30 juz ini diikuti oleh para hafiz dan hafizah terbaik dari berbagai perguruan tinggi, baik dari dalam negeri maupun mancanegara.

Kegiatan yang diselenggarakan di Auditorium Kampus Utama Umri, Jalan Tuanku Tambusai, Pekanbaru, tersebut dibuka secara resmi oleh Rektor Umri, Dr. Saidul Amin, MA. Dalam sambutannya yang berlangsung khidmat, ia menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh peserta yang disebutnya sebagai para pembawa Kitabullah.

“Selamat datang kepada para tamu undangan yang terhormat dan kepada para pembawa Kitabullah. Selamat kepada para penghafal Al-Qur’an yang telah berjuang dalam kompetisi yang penuh berkah ini,” ujarnya di hadapan para peserta, dewan juri, dan tamu undangan.

Dalam pidatonya, Rektor menjelaskan bahwa Al-Qur’anul Karim merupakan kalam Allah yang menjadi petunjuk bagi umat manusia, penjelas berbagai persoalan kehidupan, serta pembeda antara yang hak dan yang batil. Hal ini, menurutnya, selaras dengan firman Allah tentang kemuliaan bulan Ramadhan sebagai waktu diturunkannya Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia.

Dr. Saidul Amin juga menegaskan pentingnya memahami Al-Qur’an secara utuh, tidak hanya dari sisi bacaan, tetapi juga dari sisi makna dan pengamalannya dalam kehidupan sehari-hari.

“Al-Qur’an adalah mukjizat Rasulullah yang paling agung, baik dari segi huruf maupun maknanya. Sebagaimana dikatakan oleh Ibnu Taimiyyah, Al-Qur’an adalah kalam Allah, hurufnya dan maknanya. Ia bukan sekadar huruf tanpa makna, dan bukan pula makna tanpa huruf,” tegasnya.

Menurutnya, Al-Qur’an merupakan ruh dan sumber kehidupan bagi umat manusia karena mengandung kebenaran yang nyata serta menuntun manusia menuju jalan yang lurus. Oleh sebab itu, ia mengajak seluruh hadirin untuk menjadikan Al-Qur’an sebagai penyejuk hati, cahaya bagi dada, serta pedoman dalam menjalani kehidupan.

Terkait pelaksanaan kompetisi, Rektor Umri menyampaikan bahwa Musabaqah Hifzil Qur’an tingkat internasional ini memiliki nilai strategis, terutama dalam upaya mengagungkan Kitabullah di tengah kehidupan mahasiswa dan masyarakat.

“Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana untuk memanfaatkan waktu luang mahasiswa dengan kegiatan yang bermanfaat, sekaligus menjadi jalan untuk mendekatkan diri sedekat-dekatnya kepada Allah Ta’ala,” tuturnya.

Ia berharap ajang ini mampu mempererat hubungan generasi muda dengan Al-Qur’an melalui tilawah, hafalan, tadabur, dan pengamalan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya. Di samping itu, kegiatan ini juga diharapkan dapat memperkuat ukhuwah Islamiyah di antara mahasiswa muslim dari berbagai negara.

Mengakhiri sambutannya, Dr. Saidul Amin memanjatkan doa agar Allah SWT senantiasa memberkahi penyelenggaraan kompetisi dan menganugerahkan kebaikan di dunia maupun di akhirat bagi seluruh pihak yang terlibat.

Babak Grand Final International Hifz Qur'an Competition 2026 dijadwalkan berlangsung sepanjang hari ini dengan penilaian ketat dari dewan hakim Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Provinsi Riau untuk menentukan para pemenang terbaik pada masing-masing kategori hafalan.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, kompetisi ini diikuti oleh 93 peserta yang terbagi dalam dua kategori, yakni 10 juz dengan 55 peserta dan 30 juz dengan 38 peserta. Setelah melalui proses penilaian yang ketat pada tahap penyisihan, dewan hakim menetapkan masing-masing enam hafiz dan hafizah terbaik di setiap kategori untuk melaju ke babak final.

Adapun dua belas peserta yang berhasil melangkah ke babak Grand Final adalah sebagai berikut., untuk Kategori 10 Juz: Muhammad Hafiz Sufi – Universitas Muhammadiyah Riau, Indonesia; Nizwa Azalia – Universitas Muhammadiyah Riau, Indonesia; Mursid Affandi – Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara, Indonesia; Ahmad Naufal bin Fauzi – Universiti Sains Islam Malaysia, Malaysia; Adinda Mustaqimah Putri – Universitas Muhammadiyah Riau, Indonesia; dan Ainun Nadhifa – Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Indonesia.

Sementara itu, pada Kategori 30 Juz: Irji’Ulchaq – Universitas Muhammadiyah Sidoarjo, Indonesia; Furkon Tokheng – Fatoni University, Thailand; Muhammad Adam Sofyan – Universiti Islam Antarabangsa Tuanku Syed Sirajuddin, Malaysia; Yogi Saputra – Universitas Muhammadiyah Jakarta, Indonesia; Ahmad Mashruh bin Ahmad Musthafi – International Islamic University, Malaysia; serta Fadhil Pratama Adha – Universitas Muhammadiyah Riau, Indonesia.

Melalui kompetisi ini, Umri berharap dapat terus melahirkan generasi Qur’ani yang tidak hanya kuat dalam hafalan, tetapi juga mampu mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan serta membawa semangat dakwah Islam di tengah masyarakat global. (Walida)


Komentar

Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

SURABAYA, Suara Muhammadiyah - Suara Muhammadiyah – Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Bu....

Suara Muhammadiyah

10 July 2025

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Di tengah meningkatnya perhatian publik terhadap berbagai kasu....

Suara Muhammadiyah

2 February 2026

Berita

JAKARTA, Suara Muhammadiyah — Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Jakarta Timur kembali menyele....

Suara Muhammadiyah

10 November 2025

Berita

MALANG, Suara Muhammadiyah - Alat menarik kembali diciptakan mahasiswa Universitas Muhammadiyah Mala....

Suara Muhammadiyah

1 February 2025

Berita

YOGYARAKARTA, Suara Muhammadiyah - Pada pagi hari ini yang penuh istimewa, Ahad (24/09) Masjid Islam....

Suara Muhammadiyah

24 September 2023

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah