Bukti Cinta kepada Rasulullah: Menegakkan Islam Kaffah

Suara Muhammadiyah

Penulis

0
515
Ilustrasi

Ilustrasi

Oleh: dr. Wiwik Rahayu, M.Kes 

Cinta kepada Rasulullah SAW adalah bagian tak terpisahkan dari iman. Ia bukan sekadar slogan, bukan pula sebatas seremonial tahunan. Cinta sejati harus diwujudkan dalam ketaatan penuh pada risalah yang beliau bawa. Sebagian umat Islam merayakan kelahiran Nabi SAW dengan berbagai kegiatan keagamaan, dan itu tentu patut dihargai. Namun, pertanyaan yang layak kita renungkan adalah: apakah cukup dengan itu kita bisa membuktikan cinta kepada beliau, sementara kehidupan kita belum sepenuhnya diatur oleh syariah Islam yang beliau perjuangkan?

Allah SWT telah berfirman, “Wahai orang-orang yang beriman! Masuklah kalian ke dalam Islam secara keseluruhan (kaffah), dan janganlah kalian ikuti langkah-langkah setan. Sungguh, ia musuh yang nyata bagi kalian.” (QS. al-Baqarah [2]:208). Ayat ini menegaskan bahwa Islam tidak boleh dipilah-pilih. Ketaatan harus menyeluruh, tidak parsial. Rasulullah SAW sendiri bersabda, “Tidak beriman salah seorang di antara kalian hingga aku lebih dicintai daripada orangtuanya, anaknya, dan segenap manusia.” (HR. al-Bukhari). Maka cinta sejati kepada Nabi adalah ketaatan sepenuh hati pada syariah yang beliau bawa.

Allah juga mengingatkan, “Orang-orang yang menyakiti Rasulullah, bagi mereka azab yang pedih.” (QS. at-Taubah [9]:61). Menyakiti Nabi bukan hanya menghina pribadi beliau, tetapi juga ketika ajarannya ditolak atau diabaikan. Bahkan, Aisyah ra. meriwayatkan Rasulullah pernah marah karena ada umat yang ragu melaksanakan perintah beliau (HR Muslim). Jelaslah, cinta yang hanya berhenti pada seremoni tanpa ketaatan hanyalah cinta yang hampa.

Sayangnya, kondisi negeri ini sering menunjukkan hal sebaliknya. Indonesia adalah negeri dengan Muslim terbesar di dunia, tetapi Islam belum dijadikan pedoman utama dalam mengatur masyarakat dan negara. Setiap tahun kelahiran Nabi dirayakan meriah, sementara korupsi tetap merajalela, hukum kerap timpang, dan krisis moral terus terjadi. Para pejabat lebih sibuk membicarakan kenaikan gaji dan tunjangan, sementara rakyat masih menanggung beban hidup yang berat. Ironisnya, ajaran Islam sering dibatasi pada ranah ibadah ritual, sementara urusan politik, ekonomi, hukum, dan sosial dijalankan dengan sistem sekuler.

Semoga pada Rabiul awal tahun ini menjadi momen bagi umat Islam membuktikan cinta sejati kepada Rasulullah SAW. Tidak cukup dengan klaim cinta, tetapi harus dengan ketaatan nyata. Kecintaan itu harus diwujudkan dengan menegakkan syariah Islam secara kaffah dalam seluruh aspek kehidupan. Islam kaffah mengajarkan keadilan, menjaga amanah, menata ekonomi untuk kesejahteraan umat, dan membentuk masyarakat yang bermoral. Sejarah telah membuktikan bahwa ketika Islam dijalankan secara kaffah, lahir peradaban yang adil dan mulia.

Nilai ini pun relevan dalam dunia pendidikan. Di lingkungan Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Riau, pendidikan kedokteran tidak hanya berorientasi pada penguasaan ilmu medis, tetapi juga membentuk karakter, akhlak, dan etika Islami. Seorang dokter sejati bukan hanya menyembuhkan penyakit, tetapi juga memberi teladan moral, spiritual dan menjadi pengemban dakwah Islam kaffah di tengah masyarakat. Integrasi ilmu dan iman, profesionalitas dan syariah, adalah cara nyata untuk membuktikan cinta kepada Rasulullah SAW.

Akhirnya, bukti cinta tertinggi kepada Nabi SAW adalah dengan ketaatan total kepada syariah yang beliau bawa. Tanpa itu, cinta hanya akan menjadi klaim kosong. Dengan itu, cinta menjadi nyata dan bermakna, baik dalam kehidupan pribadi, masyarakat, maupun dunia pendidikan. Semoga umat Islam semakin dekat dengan Rasulullah, bukan hanya dengan lisan, tetapi dengan langkah nyata dalam menegakkan Islam kaffah. 

Wiwik Rahayu, Dosen FK UMRI


Komentar

Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Wawasan

Fajar Pencerahan dari Kampung Kauman Oleh: Rumini Zulfikar,Penasehat PRM Troketon, Klaten "Di kala....

Suara Muhammadiyah

15 June 2024

Wawasan

Oleh: Bahrus Surur-Iyunk Anggota LPCRPM PWM Jatim, alumni Pondok Modern Muhammadiyah Paciran Lamong....

Suara Muhammadiyah

13 March 2024

Wawasan

Outlook Microfinance Muhammadiyah 2024 Oleh: Agus Yuliawan, Direktur Eksekutif Induk Baitut Tamwil ....

Suara Muhammadiyah

29 December 2023

Wawasan

Dialog Antaragama Oleh: Donny Syofyan, Dosen Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas Apa yang Isl....

Suara Muhammadiyah

22 July 2024

Wawasan

Martir Hijab Oleh: Donny Syofyan, Dosen Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas Saya ingin menuli....

Suara Muhammadiyah

29 July 2024