Bapak Ojol Asal Ponorogo Antar Anak Raih Beasiswa Dokter Muhammadiyah di UMY

Publish

22 September 2025

Suara Muhammadiyah

Penulis

0
381
Foto Istimewa

Foto Istimewa

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Hidup sederhana tak pernah menghentikan langkah Mohamad Arief Fatkhurrohman dan istrinya, Debby Humaira Permatasari, untuk bermimpi besar bagi masa depan anak-anak mereka. Sebagai pengemudi ojek online, Arief sehari-hari menempuh jalanan Ponorogo dengan motor tua yang menjadi satu-satunya kendaraan keluarga. Motor itu bukan hanya alat mencari nafkah, tetapi juga saksi perjuangannya mengantar anak-anak bersekolah.

Dari keseharian penuh keterbatasan itu, lahirlah kisah inspiratif. Putri kedua mereka, Afani Naura Fatkhurrohman, berhasil meraih Beasiswa Dokter Muhammadiyah di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY). Bagi keluarga sederhana ini, kabar tersebut menjadi hadiah terbesar sekaligus jawaban dari doa panjang yang mereka panjatkan.

“Yang jelas ini doa kami yang tembus di langit. Sangat membanggakan sekali, tidak pernah menyangka anak kami bisa sampai di titik ini,” ujar Arief saat ditemui pada agenda Silaturahmi Orangtua/Wali Mahasiswa Baru UMY, Sabtu (20/09).

Keterbatasan ekonomi memang menjadi tantangan utama. Dengan hanya satu motor dan penghasilan pas-pasan dari ojek online, keluarga ini harus pintar-pintar mengatur kebutuhan. Namun, Arief dan Debby sepakat menempatkan pendidikan sebagai prioritas utama.

Menurut Debby, Afani menunjukkan kedisiplinan sejak kecil. Ia terbiasa mengerjakan pekerjaan rumah tanpa disuruh, belajar lebih dulu sebelum bermain, serta tidak larut dalam penggunaan gadget seperti remaja pada umumnya. Sikap mandiri itulah yang membuatnya semakin fokus mengejar cita-cita menjadi seorang dokter.

“Kami selalu bilang ke anak-anak, prioritas mereka saat ini adalah belajar. Karena ilmu itu kemuliaannya bukan hanya di dunia, tetapi juga di akhirat. Sebagai orangtua, saya dan istri berjuang di bidang ekonomi, sementara anak-anak berjuang di pendidikan. Itu komitmen keluarga kami,” tambah Arief.

Keberhasilan Afani menembus Fakultas Kedokteran UMY melalui jalur beasiswa bukan hanya menjadi kebanggaan kedua orang tuanya, tetapi juga kejutan besar bagi keluarga besar. Semua kerabat tahu betapa sulit dan mahalnya kuliah kedokteran. Namun, ketika kesempatan itu datang, Arief dan Debby hanya bisa bersyukur.

Meski penuh rasa syukur, pasangan ini tetap memberikan pesan dan harapan. Mereka ingin Afani menjaga semangat hingga lulus tepat waktu dan menjadi dokter yang berintegritas.

“Saya selalu tekankan kepada anak-anak, belajar itu mahalnya dapat, ilmunya pun dapat. Jadi kemuliaannya bukan hanya di dunia, tetapi juga di akhirat. Kalau tidak ‘panen’ sekarang, nanti pasti akan ‘panen’. Ilmu yang dimiliki, entah dipakai untuk bekerja atau tidak, akan membuat mereka lebih mampu menghadapi berbagai persoalan hidup,” pungkas Arief. (ID)


Komentar

Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

SEMARANG, Suara Muhammadiyah – Sinergi seluruh elemen Muhammadiyah di Kecamatan Banyumanik Kot....

Suara Muhammadiyah

1 February 2025

Berita

PERAWANG, Suara Muhammadiyah – Mahasiswa Program Studi Teknik Kimia Universitas Muhammadiyah R....

Suara Muhammadiyah

13 February 2024

Berita

JAKARTA, Suara Muhammadiyah - Universitas Muhammadiyah Prof. DR. HAMKA (Uhamka) menyelenggarakan Rap....

Suara Muhammadiyah

20 November 2025

Berita

BANDUNG, Suara Muhammadiyah — Usia senja bukanlah akhir dari segalanya, melainkan fase kehidup....

Suara Muhammadiyah

19 May 2025

Berita

GRESIK, Suara Muhammadiyah - Asap kopi mengepul perlahan di bawah langit malam yang teduh. Di halama....

Suara Muhammadiyah

18 May 2025