Dakwah Muhammadiyah Harus Berinovasi dan Berkreasi

Publish

24 August 2024

Suara Muhammadiyah

Penulis

0
918
Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Prof Dr H Syamsul Anwar, MA

Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Prof Dr H Syamsul Anwar, MA

SLEMAN, Suara Muhammadiyah – Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Prof Dr H Syamsul Anwar, MA mengingatkan dalam pasal 4 Anggaran Dasar Muhammadiyah. Dalam pasal ini secara tegas dikatakan, Muhammadiyah sebagai gerakan Islam bukan gerakan sekuler. 

“Muhammadiyah gerakan Islam yang berarti menjadikan agama Islam sebagai basis, koridor, dan tujuan dari gerakan itu sendiri,” ujarnya saat memberikan amanat di wisuda dan pelepasan pengabdian thalabah di Kampus 1 PUTM Kaliurang, Ngipiksari, Pakem, Sleman, Sabtu (24/8).

Menurut Syamsul, gerakan Islam di Muhammadiyah berbuah gerakan dakwah amar makruf nahi mungkar dan tajdid. “Dakwah di situ bukan hal-halo, kuliah subuh, pengajian, itu namanya tabligh. Tapi upaya melakukan perubahan masyarakat dalam rangka mewujudkan Islam yang sebenar-benarnya. Yaitu masyarakat Islam yang berkemajuan,” jelasnya.

Kata dakwah mencakup seluruh aktivitas. Termasuk dakwah di pendidikan, kesehatan, pemberdayaan masyarakat, pemberdayaan petani, dan pengkajian agama Islam dan penyebaran ajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari. “Jadi semua itu (termasuk) dakwah amar makruf nahi mungkar,” ungkapnya.

Dakwah di Muhammadiyah harus selalu berinovasi dan berkreasi. Dakwahnya tidak kaku, beku, tapi harus bisa beradaptasi mengikuti perkembangan zaman. Dakwahnya berasaskan Al-Qur’an dan As-Sunnah serta berasaskan akidah Islami.

“Orang di Muhammadiyah selalu inovatif. Jadi dalam praktik kegiatan (dakwah) tidak inovatif, itu menyalahi pasal 4. Jadi berat tuntutannya. Walaupun semuanya tidak dapat dicapai, tapi berjuang untuk mencapai sejauh yang dapat kita capai,” katanya.

Di samping itu, tantangan dakwah ke depan semakin berat. Salah satu tantangannya adalah pembelokan arah semangat beragama. Pada akhir abad ke-20, sekularisme (pemisahan antara agama dengan segala aspek kehidupan) merajalela. Ditambah, sekarang muncul fenomena zaman destruksi, yakni zaman serba kacau dan centang-perenang.

“Dulu orang percaya Tuhan, sekarang tidak percaya lagi. Prosentase ilmuwan yang tidak percaya Tuhan lebih banyak dari ilmuwan yang percaya dengan keberadaan Tuhan. Perbandingannya 40-60 persen. 40 persen percaya Tuhan dan 60 persen tidak percaya Tuhan,” bebernya.

Semangat beragama harus kembali dibangkitkan. Di sinilah tugas para santri PUTM sebagai kader sekaligus ulama muda Muhammadiyah. Di mana harus berperan aktif dalam menghidupkan kembali nilai-nilai agama yang mulai luruh dari sukma kehidupan umat. Inilah tantangan yang dihadapi oleh santri PUTM di tengah transformasi zaman semakin kompleks.

“Masa yang akan datang banyak tantangan semakin berat yang dihadapi. Dan mereka inilah nanti yang akan berkecimpung menghadapi tantangan-tantangan tersebut. Semoga mereka sukses,” tegasnya. (Cris)


Komentar

Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

GUNUNGKIDUL, Suara Muhammadiyah – Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah (PDPM) Kota Yogyakarta b....

Suara Muhammadiyah

7 December 2023

Berita

SUKABUMI, Suara Muhammadiyah - Sabtu, 27 April 2024 telah dilaksanakan Webinar Series ke-7 LLHPB PWA....

Suara Muhammadiyah

1 May 2024

Berita

SURAKARTA, Suara Muhammadiyah - SMP Muhammadiyah Program Khusus Kottabarat Solo mengajak 374 siswa d....

Suara Muhammadiyah

11 October 2024

Berita

SLEMAN, Suara Muhammadiyah – SMP Muhammadiyah 3 Depok (Mugadeta) Sleman berupaya memberikan ru....

Suara Muhammadiyah

12 October 2024

Berita

GUNUNGKIDUL, Suara Muhammadiyah - Dusun Ngunut Kidul, Kalurahan Kelor, Kapanewon Karangmojo, se....

Suara Muhammadiyah

25 February 2025

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah