MADIUN, Suara Muhammadiyah - Universitas Muhammadiyah Madiun (UMMAD) kian berkembang pesat di bawah kepemimpinan Prof. Dr. Sofyan Anif. Ini terbukti UMMAD, bukan hanya menjadi pilihan warga Madiun dan sekitarnya, namun telah menjadi salah satu kampus tujuan mahasiswa yang berasal dari luar pulau Jawa. Yang lebih menarik, UMMAD juga bukan hanya menjadi pilihan utama mahasiswa muslim, namun juga menjadi pilihan mahasiswa yang berasal dari non muslim.
Hal sekaligus menjadikan UMMAD sebagai kampus yang menjunjung tinggi nilai nilai moderasi melalui pelaksanaan pendidikan tinggi yang bertoleransi terhadap suku hingga agama.
Salah satu contoh dari statement UMMAD adalah universitas yang menjunjung tinggi nilai moderasi adalah kehadiran dari Kristofera Karolina Kewa, S.Kes.
Olin, panggilan akrabnya merupakan salah satu lulusan UMMAD dari luar pulau yaitu dari Nusa Tenggara Timur, tepatnya Lembata. Pemeluk Katolik ini baru saja lulus dari UMMAD, menjadi sarjana kesehatan dan menjadi salah satu wisudawan terbaik dalam Wisuda UMMAD 2025 akhir bulan Desember lalu.
Olin menyampaikan, kehadirannya sebagai seorang non-Muslim sangat diterima dengan baik di kampus UMMAD.
"Selama saya kuliah di UMMAD, saya sangat merasa nyaman. Saya sangat diterima sebagai mahasiswa non-Muslim. Saya merasa diterima dengan baik, baik oleh dosen maupun teman-teman mahasiswa," terang Olin.
Menurut Olin, lingkungan kampus UMMAD cukup terbuka dan mampu menghargai perbedaan. Dosen bersikap profesional dan adil kepada semua mahasiswa tanpa membedakan latar belakang agama. Para tendik juga memberikan pelayanan terbaik pada mahasiswa.
"Teman-teman juga ramah serta saling mendukung dalam kegiatan akademik maupun non-akademik," ujar Olin yang masuk UMMAD tahun 2021 tersebut.
Diakui Olin, awalnya merasa canggung saat harus mengikuti kuliah Al Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK). Namun seiring berjalannya waktu Olin bisa menyesuaikan diri.
Hal ini karena materi yang diajarkan lebih menekankan pada nilai-nilai moral,etika serta toleransi.Sehingga masih relevan untuk dipelajari oleh semua mahasiswa.
"Saya menganggap mata kuliah tersebut sebagai tambahan wawasan dan pembelajaran tentang keberagaman, serta tidak merasa dipaksakan dalam hal keyakinan," terang putri pasangan Polikarpus Wolo Ketoj dan Helena Wasi Gokok ini.
Olin bercerita soal awal mula bisa kuliah di UMMAD dengan menyampaikan, awalnya ia punya keinginan melanjutkan kuliah di bidang kesehatan, khususnya keperawatan.
“Namun setelah mempertimbangkan biaya pendidikan yang cukup tinggi, saya kemudian mencari pilihan lain yang masih berada di bidang kesehatan,” ujar Olin.
Olin sempat mempertimbangkan masuk kebidanan, namun kemudian berganti. Ia lalu berdiskusi dengan teman yang juga sedang mencari kampus dan berencana mendaftar di UMMAD.
Dari hasil mencari informasi bersama, mereka mengetahui bahwa di UMMAD terdapat Program Studi Administrasi Kesehatan.
"Setelah saya mencari tahu lebih lanjut mengenai program studi tersebut, saya merasa tertarik karena masih berkaitan dengan bidang kesehatan dan sesuai dengan minat serta kemampuan saya. Oleh karena itu, saya memutuskan untuk memilih UMMAD sebagai tempat melanjutkan pendidikan," terang Olin
Saya memilih Program Studi Administrasi Kesehatan karena saya tetap ingin berkontribusi di bidang kesehatan, meskipun tidak secara langsung sebagai tenaga medis," terang Olin soal pilihannya kuliah di Prodi Adminkes UMMAD.
Menurut Olin, Prodi Adminkes mengajarkan pengelolaan pelayanan kesehatan, administrasi rumah sakit, serta sistem pelayanan kesehatan secara profesional.
"Selain itu, latar belakang minat saya pada bidang kesehatan membuat saya merasa bahwa Administrasi Kesehatan adalah pilihan yang tepat dan sesuai dengan kemampuan serta rencana karier saya ke depan," terang Olin
Wisudawan Terbaik
Olin bisa jadi merupakan sosok mahasiswa teladan bagi mahasiswa yang berasal dari wilayah yang jauh dari tempat tinggalnya.
Hal itu diperlihatkan dengan kemampuan akademik yang ia miliki yang membawanya menjadi salah satu wisudawan terbaik tahun 2025.
Olin bahkan menjadi pemilik IPK paling tinggi dari ketiga wisudawan terbaik yang diumumkan dalam.uoacara wisuda UMMAD 2025.
IPK yang diperoleh Olin adalah 3,79 dengan judul skripsi Analisis Peran Sekolah Luar Biasa dalam Implementasi Program Posyandu Rutin untuk Meningkatkan Layanan Kesehatan Bagi Anak Disabilitas di Sekolah Luar Biasa.
Rektor UMMAD, Prof Dr Sofyan Anif, M.Si dalam sambutan wisudanya bahkan menyampaikan Olin merupakan representasi UMMAD sebagai kampus moderasi yang menjunjung tinggi toleransi beragama.
"Hal ini bisa kita lihat tadi ada mahasiswa yang jadi lulusan terbaik wisuda kali ini dari Nusa Tenggara Timur, namanya Kristofora Karolina Kewa S.Kes dari Prodi Administrasi," ujar Prof Sofyan Anif.
"UMMAD tidak pernah membedakan latar belakang agama, suku ataupun ras. Semua jadi bagian utuh dari UMMAD dan terus kita kembangkan dalam rangka memberi kontribusi kepada bangsa dan negara. Untuk itu mari bergabung menjadi mahasiswa UMMAD yang akan bertransformasi menjadi Universitas Muhammadiyah Jawa Timur,” ajaknya.(*)

