PASURUAN, Suara Muhammadiyah — Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Fajar Riza Ul Haq meresmikan Teaching Factory (TeFa) di SMK Muhammadiyah 1 Pandaan, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, sebagai bagian dari penguatan ekosistem pendidikan berbasis praktik nyata dan kolaborasi dengan dunia usaha dan dunia industri (DUDI), Ahad (11/1).
Peresmian Teaching Factory ini menandai komitmen Kemendikdasmen dalam mendorong pembelajaran kontekstual, relevan dengan kebutuhan industri, serta berorientasi pada penguatan kompetensi abad ke-21. Model Teaching Factory yang selama ini menjadi ciri khas pendidikan vokasi di SMK, kini mulai diadopsi dan dikembangkan lintas satuan pendidikan sebagai bagian dari transformasi pendidikan menengah. “Teaching Factory adalah jembatan antara sekolah dan dunia nyata. Di sinilah peserta didik belajar bukan hanya teori, tetapi juga etos kerja, problem solving, kolaborasi, dan inovasi. Inisiatif SMK Muhammadiyah 1 Pandaan ini sejalan dengan semangat link and match yang juga kami dorong kuat menuju etos kewirausahaan global” ujar Wamendikdasmen Fajar Riza Ul Haq.
Wamendikdasmen menegaskan bahwa penguatan Teaching Factory di sekolah—baik SMK maupun SMA yang memiliki kekhasan dan kesiapan ekosistem—merupakan bagian dari strategi besar Kemendikdasmen untuk menyiapkan generasi muda Indonesia yang adaptif terhadap perubahan global.
Peningkatan kapasitas SMK yang berperspektif global lanjut Fajar, diarahkan untuk meningkatkan daya saing lulusan SMK agar mampu berkiprah di tingkat internasional melalui penguatan standar kompetensi, sertifikasi berorientasi global, kemitraan industri multinasional, serta penguasaan teknologi dan bahasa asing. “Penguatan SMK bukan hanya tentang bekerja ke luar negeri, tetapi tentang menghadirkan standar global di sekolah-sekolah kita. Teaching Factory seperti yang diresmikan hari ini adalah salah satu fondasi penting untuk membangun budaya mutu, produktivitas, dan kewirausahaan yang berkelas dunia,” tegas Fajar.
Ia juga mengapresiasi peran aktif sekolah swasta, termasuk jaringan Muhammadiyah, yang terus berkontribusi nyata dalam mencerdaskan kehidupan bangsa dan memperkuat pendidikan bermutu untuk semua. “Partisipasi semesta adalah kunci. Negara tidak bisa bekerja sendiri. Ketika sekolah swasta, dunia industri, dan masyarakat bergerak bersama, maka agenda besar peningkatan kualitas SDM menuju Indonesia Emas 2045 akan lebih cepat terwujud,” tambah Wamendikdasmen Fajar.
Teaching Factory SMK Muhammadiyah 1 Pandaan diharapkan menjadi pusat pembelajaran berbasis produksi dan jasa yang tidak hanya mendukung proses pendidikan, tetapi juga membuka peluang kewirausahaan, kerja sama industri, serta inspirasi bagi sekolah lain untuk melakukan inovasi serupa.
Kemendikdasmen berkomitmen untuk terus memperkuat kebijakan pendidikan vokasi dan menengah melalui program prioritas, termasuk revitalisasi sarana prasarana, peningkatan kompetensi guru dan kepala sekolah, serta perluasan kemitraan global guna memastikan lulusan Indonesia siap bersaing di tingkat nasional maupun internasional.

