UMY dan Bawaslu Bantul Perkuat Kompetensi Jurnalistik untuk Tangkal Hoaks Pemilu

Publish

31 March 2026

Suara Muhammadiyah

Penulis

0
116
Dok Istimewa

Dok Istimewa

BANTUL, Suara Muhammadiyah — Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung penguatan demokrasi di Indonesia melalui program pengabdian masyarakat. Kali ini, UMY berkolaborasi dengan Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Bantul dalam program bertajuk Penguatan Kompetensi Jurnalistik Aparat Pengawas Pemilu dalam Mendorong Keterbukaan Informasi Publik.

Program ini diwujudkan melalui kegiatan workshop dan pendampingan penulisan di media berbasis user-generated content (UGC) yang melibatkan siswa, guru, serta aparat pengawas pemilu. Kegiatan dilaksanakan di Aula MAN 2 Bantul dan didukung oleh SMK 1 Bantul, MAN 2 Bantul, serta Pemerintah Kalurahan Sabdodadi, Bantul.

Ketua Bawaslu Bantul, Didik Joko Nugroho, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan langkah strategis dalam memperkuat literasi digital, khususnya dalam menghadapi maraknya disinformasi dan hoaks terkait isu pemilu. “Kami ingin generasi muda, guru, aparat desa, hingga aparat pengawas pemilu menjadi agen literasi digital, khususnya dalam isu pemilu. Melalui kemampuan jurnalistik, mereka dapat menyampaikan informasi yang benar sekaligus turut mengawal demokrasi secara cerdas dan kreatif,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala MAN 2 Bantul, Nur Hasanah Rahmawati, menegaskan bahwa program ini sangat relevan dengan kebutuhan generasi saat ini. Menurutnya, kemampuan literasi media dan jurnalistik kini menjadi kompetensi esensial di tengah derasnya arus informasi digital. “Kami sangat mengapresiasi kolaborasi ini. Peserta tidak hanya belajar menulis berita, tetapi juga memahami bagaimana menyajikan informasi yang akurat, menarik, dan bertanggung jawab. Hal ini penting untuk membentuk generasi yang cerdas bermedia dan adaptif terhadap perkembangan zaman,” ungkapnya.

Program pengabdian ini diinisiasi oleh dosen UMY, Filosa Gita Sukmono. Program ini menekankan bahwa penguatan kompetensi jurnalistik merupakan salah satu strategi untuk melawan dominasi konten negatif di ruang digital. “Melalui program ini, kami mendorong lahirnya lebih banyak konten positif di media UGC. Ketika masyarakat mampu memproduksi informasi yang benar dan berkualitas, maka secara tidak langsung kita dapat mengimbangi bahkan mengalahkan arus hoaks yang beredar,” jelasnya.

Lebih lanjut, Filosa berharap kegiatan pengabdian ini dapat menjadi contoh konkret peran perguruan tinggi dalam memberikan solusi atas persoalan sosial di masyarakat, khususnya dalam penguatan literasi digital dan kualitas informasi publik. “Semakin banyak masyarakat yang terlibat dalam produksi informasi yang benar, maka ruang bagi hoaks akan semakin sempit. Ini adalah bagian dari kontribusi nyata kampus dalam menjaga kualitas demokrasi,” pungkasnya.


Komentar

Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

SURAKARTA, Suara Muhammadiyah - Siswa SMP Muhammadiyah Program Khusus Kottabarat Solo Aji Muhammad R....

Suara Muhammadiyah

1 March 2024

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – Muhammadiyah akan merayakan milad ke-113 pada Selasa (18/11) ....

Suara Muhammadiyah

4 November 2025

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Keterbatasan infrastruktur penerangan kerap menjadi kendala da....

Suara Muhammadiyah

30 September 2025

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Fenomena job hugging kini kian marak ditemui di dunia kerja. I....

Suara Muhammadiyah

17 September 2025

Berita

BANDA ACEH, Suara Muhammadiyah - Universitas Muhammadiyah Aceh (Unmuha) menggelar pelepasan Mahasisw....

Suara Muhammadiyah

12 January 2024

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah