UMY dan Aisyiyah Berdayakan Perempuan Menjadi Wirausaha Berbasis Lingkungan

Publish

2 September 2025

Suara Muhammadiyah

Penulis

0
478
Dok Istimewa

Dok Istimewa

SLEMAN, Suara Muhammadiyah - Sampah telah menjadi salah satu isu nasional di Indonesia sepuluh tahun belakangan ini. Peran serta masyarakat menjadi penting dalam menyelesaikan masalah di atas. Salah satu cara yang dapat ditempuh adalah mengedukasi masyarakat dalam pemilahan sampah dan memberikan pelatihan pengolahan sampah yang mudah diterapkan di skala rumah tangga. Melalui inovasi dan keterampilan yang tepat, sampah justru dapat menjadi sumber penghasilan baru.

Hal inilah yang menjadi fokus dalam kegiatan pengabdian masyarakat (pengmas) yang dijalankan oleh tiga dosen UMY, yaitu Dr. Meika Kurnia Puji Rahayu DA, S.E., M.Si, Ph.D. (MM UMY), Ir. Agung Astuti, M.Si (Fak. Pertanian), Dr. Falasifah Ani Yuniarti, S.Kep, Ns., MAN. (FKIK), dan satu dosen UNISA, Fitri Maulidah Rahmawati, S.E., M.Si. (FISHUM).

Kegiatan pengmas menggandeng Pimpinan Cabang Aisyiyah (PCA) Depok, yang diketuai oleh Siti Nurhayati, S.Ag., M.Pd. Tim pengmas UMY Bersama PCA Depok melaksanakan serangkaian kegiatan selama kurang lebih tujuh bulan, Februari – Agustus 2025. Kegiatan meliputi serangkaian Focus Group Discussion  (FGD), penyuluhan tentang pemilahan sampah (manajemen sampah), dan pelatihan mengubah sampah menjadi barang ekonomis menggunakan pendekatan circular economy. Pelatihan ini diikuti oleh perwakilan dari Majelis Lingkungan Hidup Pimpinan Ranting Aisyiyah se kapanewon Depok dan komunitas Ibu-Ibu lainnya seperti Kelompok Wanita Tani (KWT). 

Dalam serangkaian FGD yang digelar mulai Februari 2025, tim pengmas dan PCA Depok melakukan identifikasi permasalahan terkait sampah di beberapa wilayah di Kapanewon Depok, serta solusi-solusi yang dapat dilakukan untuk menjawab permasalahan tersebut. Dalam FGD terungkap bahwa pengelolaan sampah di DIY baru mencapai 50%. 

Khusus di wilayah Depok Sleman, pengelolaan sampah oleh masyarakat masih sangat memprihatinkan dengan banyaknya warga yang membuang sampah di tepi-tepi jalan atau di lahan-lahan kosong dan dibiarkan menumpuk. Selain itu tim mengidentifikasi belum banyaknya kegiatan di masyarakat yang terkait dengan edukasi manajemen sampah, khususnya sampah rumah tangga. Tim memandang partisipasi aktif warga menjadi hal yang penting untuk pengelolaan sampah.

Di akhir Februari 2025, tim pengmas UMY beserta PCA Depok menindaklanjuti hasil FGD dengan mengadakan penyuluhan tentang manajemen sampah. Dalam kegiatan yang ini peserta dibekali pengetahuan tentang cara memilah sampah organik dan anorganik dan teknik pengolahan sederhana. Hadir sebagai narasumber, Dr. Meika Kurnia Puji Rahayu DA mengajarkan bagaimana mengelola sampah, mulai dari membangun sikap dispilin memilah sampah sampai dengan memberikan contoh-contoh nyata mengubah sampah menjadi produk bernilai ekonomis.

Kegiatan selanjutnya adalah pelatihan atau praktik mengubah sampah menjadi barang bernilai ekonomis. Dalam kegiatan yang dipandu Ir. Agung Astuti, M.Si, ini, para peserta diajak praktik langsung mengolah sampah menjadi kompos yang dapat dimanfaatkan untuk pertanian maupun dijual ke masyarakat. 

Di akhir periode kegiatan, tim pengmas UMY menyerahkan hibah barang berupa bor biopori, kompos, aktivator kepada PCA Depok yang selanjutnya dihibahkan pada peserta pelatihan.

“Melalui pelatihan ini, kami ingin mengubah cara pandang masyarakat bahwa sampah bukan sekadar limbah, melainkan potensi ekonomi,” ujar ketua PCA Depok, Siti Nurhayati..

Beberapa peserta mengaku mendapatkan inspirasi baru. “Saya tidak menyangka dari sampah bisa dibuat produk yang layak dijual. Paling tidak saya bisa hemat tidak perlu membeli pupuk tanaman,” kata Atik, salah satu peserta.

Ketua tim pengmas UMY, Meika menyampaikan harapannya bahwa kegiatan ini mampu menumbuhkan wirausaha baru berbasis lingkungan sekaligus membantu mengurangi timbunan sampah di masyarakat. Dengan demikian, permasalahan sampah tidak lagi dipandang sebagai beban, melainkan peluang yang bermanfaat bagi kehidupan sosial, ekonomi, dan lingkungan, ujar Meika menutup wawancara.


Komentar

Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah -- Ketua Bidang Dakwah Pimpinan Pusat Nasyiatul Aisyiyah, Nur Arina H....

Suara Muhammadiyah

18 September 2023

Berita

JAKARTA, Suara Muhammadiyah - Konferensi Islam (OKI) dan Liga Arab berhasil menyelenggarakan Ko....

Suara Muhammadiyah

13 November 2023

Berita

JAKARTA, Suara Muhammadiyah - Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) DKI Jakarta mengadakan Musyawarah ....

Suara Muhammadiyah

13 July 2024

Berita

MEDAN, Suara Muhammadiyah – Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara berhasil membawa....

Suara Muhammadiyah

11 September 2023

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dikpora) Yogyakarta dan PTAne....

Suara Muhammadiyah

25 September 2025