UMRI Perkuat Wawasan Global Lewat Expert Lecturer dan Tarhib Ramadhan

Publish

11 February 2026

Suara Muhammadiyah

Penulis

0
84
Foto Istimewa

Foto Istimewa

PEKANBARU, Suara Muhammadiyah – Universitas Muhammadiyah Riau (Umri) menggelar kegiatan Expert Lecturer yang dirangkaikan dengan Tarhib Ramadhan 1447 Hijriyah bersama Prof. Dr. Abdi Omar Shuriye, Rector Hormoud University Somalia. Kegiatan bertema “The Threat of World War III: The Role and Strategies of Muslims in Responding to It” ini dilaksanakan di Auditorium Kampus Umri, Jalan Tuanku Tambusai, Rabu (11/2/2026) pagi.

Kegiatan tersebut dihadiri Rektor Umri Dr. Saidul Amin, MA., jajaran Wakil Rektor Umri, Ketua Badan Pembina Harian (BPH) Umri, Pimpinan Wilayah (PW) Muhammadiyah Riau, Direktur, Dekan, Kepala Biro, Pimpinan Lembaga, UPT, dan Kantor, dosen serta tenaga kependidikan di lingkungan Umri.

Dalam sambutannya, Rektor Umri Dr. Saidul Amin mengajak seluruh sivitas akademika menyambut bulan suci Ramadhan dengan semangat berbagi dan penguatan spiritualitas.

“Mari kita hidupkan Ramadhan tahun ini dengan gerakan nyata. Kita menargetkan 1.500 fakir miskin dapat merasakan manfaat dari wakaf, zakat, dan infak selama Ramadhan. Jika setiap elemen dilingkungan Umri memberikan kontribusi satu paket buka puasa, maka dari 417 orang saja kita sudah bisa memberi makan 417 orang yang membutuhkan,” ujarnya.

Ia juga mendorong seluruh keluarga besar Umri untuk aktif memakmurkan masjid di lingkungan masing-masing selama Ramadhan. Menurutnya, Ramadhan harus menjadi momentum lahirnya semangat baru dan inovasi untuk mendorong kemajuan Umri ke depan.

Mewakili PW Muhammadiyah Riau, Prof. Dr. M. Nazir, MA., menyampaikan harapan agar seluruh amal usaha Muhammadiyah, termasuk Umri, menyambut Ramadhan dengan penuh kegembiraan sebagaimana dicontohkan Rasulullah SAW.

“Persyarikatan berharap seluruh anggota, termasuk amal usaha seperti Umri, menyambut Ramadhan dengan semarak dan kebahagiaan yang meluap. Mari kita isi Ramadhan dengan amal-amal yang dianjurkan Rasulullah, baik yang wajib maupun sunnah. Semoga perjuangan kita di Umri terus berkembang sesuai dengan semangat Muhammadiyah berkemajuan,” tuturnya.

Dalam kuliah pakarnya, Prof. Dr. Abdi Omar Shuriye memaparkan bahwa ancaman Perang Dunia III tidak terlepas dari rivalitas kekuatan besar dunia. Negara-negara seperti Rusia, Amerika Serikat, China, Prancis, dan Inggris memiliki ratusan hingga ribuan hulu ledak nuklir yang berpotensi menciptakan ketegangan global.

“Senjata nuklir bukan sekadar simbol kekuatan, tetapi instrumen dominasi global. Dunia saat ini lebih banyak diatur oleh keseimbangan kekuatan dibandingkan oleh prinsip keadilan,” jelasnya.

Ia menegaskan bahwa negara-negara Muslim, termasuk Indonesia dan Somalia, tidak dapat hanya bergantung pada sistem internasional yang kerap dipengaruhi kepentingan politik negara besar. Menurutnya, umat Islam harus membangun kekuatan internal melalui pendidikan berkualitas, kemandirian teknologi, serta penguatan ekonomi.

Lebih jauh, Prof. Abdi juga menyoroti ketimpangan ekonomi global, di mana sekitar 10 persen populasi dunia menguasai sekitar 85 persen kekayaan global. Padahal, dunia Islam memiliki potensi besar dari sisi sumber daya alam dan jumlah penduduk, namun belum memiliki kedaulatan dalam penguasaan teknologi dan sistem digital.

“Kita memiliki potensi besar, tetapi belum memiliki kedaulatan dalam pengelolaannya. Solusinya bukan reaksi emosional, melainkan pembangunan jangka panjang melalui pendidikan dan pembenahan pola pikir,” tegasnya.

Ia juga menekankan pentingnya tafaqquh fid-din yang tidak berhenti pada hafalan, melainkan melahirkan pemahaman mendalam dan ketepatan dalam bertindak. Pembangunan karakter umat, lanjutnya, harus bertumpu pada tiga pilar utama: ihsan (melakukan yang terbaik), itqan (profesional dan tuntas), serta ikhlas (meluruskan niat karena Allah).

Menurutnya, pendidikan dasar menjadi fondasi utama dalam membangun peradaban. Nilai disiplin, tanggung jawab, dan kesadaran beragama harus ditanamkan sejak dini. Selain itu, umat Islam juga perlu memiliki wawasan global dengan terus belajar dari berbagai belahan dunia.

“Ramadhan tidak boleh hanya menjadi ritual tanpa kesadaran sosial. Ibadah harus melahirkan kekuatan moral, intelektual, dan sosial. Lima belas tahun ke depan harus menjadi masa persiapan peradaban. Realitas dunia memang keras, tetapi umat tidak boleh lemah. Kita harus membangun dan bertindak dengan ilmu, akhlak, dan kesungguhan,” pungkasnya.

Dalam kegiatan tersebut, dilakukan penandatangan Nota Kesepahaman (MoU) antara Univeristas Muhammadiyah Riau dengan Hormoud University Somalia, sehingga kegiatan ini menjadi momentum refleksi menjelang Ramadhan sekaligus penguatan wawasan global bagi sivitas akademika Umri dan penguatan kerja sama dalam menghadapi dinamika dunia yang semakin kompleks. (Walida)


Komentar

Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

JAKARTA, Suara Muhammadiyah - Universitas Teknologi Muhammadiyah (UTM) Jakarta mengadakan audiensi d....

Suara Muhammadiyah

14 June 2024

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Usia 108 tahun ini bukan merupakan waktu yang sebentar bagi Aisyiya....

Suara Muhammadiyah

19 May 2025

Berita

TERNATE, Suara Muhammadiyah - Pada tanggal 1-3 Oktober 2023, Universitas Muhammadiyah Maluku Utara (....

Suara Muhammadiyah

3 October 2023

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Melalui kontribusi yang signifikan dalam dunia ilmu pengetahuan, Re....

Suara Muhammadiyah

11 April 2025

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Bertempat di Balai Besar Pengembangan Penjaminan Mutu Pendidikan Vo....

Suara Muhammadiyah

5 January 2024