UKP, Majelis Tabligh, dan Akhyar Institute Teken MoU Ekonomi Masjid

Publish

28 November 2025

Suara Muhammadiyah

Penulis

0
389
Foto Istimewa

Foto Istimewa

JAKARTA, Suara Muhammadiyah - Sebuah momentum penting tersaji dalam rangkaian International Seminar: Developing Indonesia’s Golden Generation 2045 yang digelar pada Kamis (27/11), di Balai Sudirman, Jakarta.

Pada sesi utama acara, dilakukan penandatanganan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) terkait Program Ekonomi Kerakyatan Berbasis Masjid yang melibatkan Utusan Khusus Presiden (UKP) Bidang Ekonomi dan Perbankan, Quantum Akyar Institute, serta Majelis Tabligh Pimpinan Pusat Muhammadiyah.

Prosesi penandatanganan dimulai ketika KH Dr Adi Hidayat, Lc, PhD pembicara dalam sesi pembukaan, mempersilakan H. Setiawan Ikhlas dan Ketua Majelis Tabligh PP Muhammadiyah, Fathurrahman Kamal, Lc, MSi untuk naik ke panggung. Ketiganya kemudian bersama-sama memimpin jalannya seremoni MoU tersebut.

Dalam pengantar berbahasa Arab yang disampaikan, Adi menekankan pentingnya kolaborasi strategis antar negara, lembaga-lembaga pendukung, dan Muhammadiyah untuk memakmurkan masjid sekaligus memberdayakan masyarakat.

"Masjid harus bergerak melampaui fungsi edukatif keagamaan dan menjadi pusat pemberdayaan ekonomi berbasis syariah," ujarnya

Pihak UKP menyambut kerja sama ini sebagai inisiatif yang “tidak ditemukan di kementerian mana pun”, menandai keistimewaan program yang menggabungkan pendampingan ekonomi, pelatihan, serta penguatan kapasitas komunitas masjid secara terstruktur.

Kolaborasi ini memberikan ruang bagi Quantum Akyar Institute dan Majelis Tabligh Muhammadiyah untuk mengawal implementasi program di masjid-masjid binaan di seluruh Indonesia.

Melalui MoU ini, masyarakat sekitar masjid diharapkan memperoleh dua bentuk penguatan sekaligus, yaitu Pendidikan dan keilmuan Islam yang berkelanjutan, serta Pendampingan ekonomi kerakyatan yang dapat menumbuhkan kemandirian.

Sebagai bagian dari dukungan pemerintah, Kementerian Koperasi dan UKM direncanakan menyiapkan fasilitas unit usaha sejenis mart berbasis masjid untuk mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat sekitar. Fasilitas ini diharapkan dapat menopang kegiatan pendidikan keagamaan sekaligus membuka akses ekonomi baru bagi warga.

Usai sambutan dan uraian singkat dari para pihak, penandatanganan dokumen MoU dilakukan oleh Setiawan dan Fathurrahman, disaksikan oleh Adi Hidayat dan para tamu undangan.

MoU ini menandai harapan baru bagi penguatan ekonomi umat melalui masjid sebagai pusat pemberdayaan komunitas. Dan menjadi langkah besar menuju kemandirian ekonomi berbasis masjid resmi dimulai -sebuah ikhtiar yang diharapkan dapat memperkuat peran masjid dalam membangun kesejahteraan umat di seluruh Indonesia. (Indra/Vivi)


Komentar

Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Potensi yang dimiliki oleh Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) s....

Suara Muhammadiyah

16 November 2023

Berita

SURAKARTA, Suara Muhammadiyah - Pimpinan Ranting Pemuda Muhammadiyah mengadakan salat Idulfitri di l....

Suara Muhammadiyah

10 April 2024

Berita

BANDUNG, Suara Muhammadiyah — Program Studi Kriya Tekstil dan Fashion (KTF) Universitas Muhamm....

Suara Muhammadiyah

20 January 2026

Berita

MAKASSAR, Suara Muhammadiyah – Dalam rangka mendukung pencapaian Sustainable Development Goals....

Suara Muhammadiyah

12 October 2024

Berita

MALAYSIA, Suara Muhammadiyah - Pimpinan Pusat (PP) ‘Aisyiyah secara resmi mengukuhkan jajaran ....

Suara Muhammadiyah

13 January 2026