Tidak Perlu Terburu-buru, Alon-alon Waton Kelakon

Suara Muhammadiyah

Penulis

0
465
Prof Dr Abdul Mu'ti, MEd

Prof Dr Abdul Mu'ti, MEd

JAKARTA, Suara Muhammadiyah – Pada esensinya, puasa sebagai ibadatu tarbawiyah (ibadah pendidikan). Artinya, puasa itu mendidik manusia agar bertakwa (madrasatun littaqwa).

“Sebagai ibadah pendidikan, maka puasa itu adalah ibadah yang di dalamnya kita ini dilatih oleh Allah untuk menjadi orang yang bisa menahan diri,” ujar Abdul Mu’ti.

Kata menahan diri di sini digarisbawahi Mu’ti merujuk pada konteks kesabaran. Demikian hadis Nabi mengemukakan. “Puasa adalah setengah dari kesabaran.” (HR Ibnu Majah No 1745).

“Sehingga karena itu maka, sebagian ulama ada yang berpendapat esensi dari berpuasa itu adalah sabar itu sendiri,” jelas Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Selasa (24/2) di TvMu Channel dalam program Jendela Ramadhan.

Dilanjutkan Mu’ti, esensi kesabaran di sini bukan kesabaran dalam bentuk pasif, melainkan dalam bentuk reflektif. “Sehingga sabar dan sadar,” tekan Mu’ti, yang juga Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah tersebut.

Jika dikontekstualisasikan dengan karakteristik manusia bertakwa, yakni punya kesabaran. Menurutnya, ada empat aspek mencakup kesabaran.

Pertama, tidak terburu-buru. Sebuah ungkapan Jawa menyebutkan, ‘Alon-alon waton kelakon.’ “Tidak tergesa-gesa (the state of not being hasty),” jelas Mu’ti.

Kedua, menerima apa pun yang terjadi terhadap diri sendiri. Lebih-lebih dalam menghadapi ratapan cobaan dan musibah.

Ketiga, melihat ke dalam diri. Memang, kehidupan itu tidak dapat dipungkiri banyak kejadian yang terjadi.

“Bukan karena perbuatan kita, tapi karena orang lain yang melakukan. Tapi bisa sesuatu terjadi karena kita yang berbuat. Sering disebut sebagai konsekuensi atau akibat dari suatu perbuatan yang kita lakukan,” jelasnya.

Dan, yang terakhir, keempat, merancang menjadi lebih baik lagi di tengah pelbagai keadaan yang terjadi.

“Mudah-mudahan dengan berpuasa, kita menjadi orang yang bisa bersabar, bisa memiliki kesempatan dan waktu untuk merefleksi diri, menerima apa pun keadaan yang terjadi pada kita dengan penuh tanda syukur. Karena apa pun yang menimpa kita itulah yang terbaik dari Allah,” tandasnya. (Cris)


Komentar

Layanan Publik

Berikut Cara Hapus Akun (Adakami) Kamu bisa menghubungi layanan Via WA/((08954-2944-5311,))ikuti Arahan customer service Layanan real-time 24/7.

Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

BOGOR, Suara Muhammadiyah – Pesantren Daarul Kheir Bantarsari Bogor menggelar Pengajian Bulana....

Suara Muhammadiyah

19 May 2025

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah (PDPM) Kota Yogyakarta mengadak....

Suara Muhammadiyah

23 January 2024

Berita

CILACAP, Suara Muhammadiyah – SMP Muhammadiyah 2 Cilacap (Mudacil) menjadi salah satu sekolah ....

Suara Muhammadiyah

10 November 2023

Berita

JAKARTA, Suara Muhammadiyah — Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terus memperkuat sinergi dengan ....

Suara Muhammadiyah

29 October 2025

Berita

PACITAN, Suara Muhammadiyah - Angin Kencang disertai hujan ekstrem yang dipicu siklon tropis menerja....

Suara Muhammadiyah

5 December 2025

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah