Tidak Cukup Jadi Cendekiawan, Kader IMM Harus Aktualisasikan Ilmunya untuk Memajukan Kehidupan

Publish

5 October 2025

Suara Muhammadiyah

Penulis

0
437
Dr H Agung Danarto, MAg saat menyampaikan Stadium General di Musycab XX PC IMM Djazman Al-Kindi Kota Yogyakarta. Foto: Cris

Dr H Agung Danarto, MAg saat menyampaikan Stadium General di Musycab XX PC IMM Djazman Al-Kindi Kota Yogyakarta. Foto: Cris

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Agung Danarto mendorong Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) harus menjadi gerakan yang berkualitas.

Hal ini diutarakan saat Stadium General Musyawarah Cabang (Muyscab) XX Pimpinan Cabang IMM Djazman Al-Kindi Kota Yogyakarta, Ahad (5/10) di Aula Islamic Center Kampus 4 Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta.

Untuk menuju gerakan yang berkualitas, sebut Agung, tolok ukurnya terletak pada aspek prosesnya. “Bagaimana proses gerakan berkhidmat dalam IMM. Ini bisa dilihat dari kegiatan-kegiatannya, agenda-agendanya, program-programnya, dan lain sebagainya,” ujarnya.

Termasuk, outputnya. Yang mendasari dari seluruh matarantai program-program yang telah disusun dan ditetapkan. “Apakah punya impact tertentu atau tidak,” sebutnya. Di samping itu, yang terpenting, output pasca-IMM.

“Alumni-alumni IMM ini akan ke mana, menjadi apa. Di situ kita akan melihat apakah gerakan ini berkualitas atau tidak,” imbuhnya.

Untuk masuk ke ranah itu, merujuk pada mars IMM, “Kitalah cendekiawan berpribadi.” Artinya, kader IMM sebagai sosok cendekiawan berpribadi. Di situ tolok ukurnya, Susila cakap takwa kepada Tuhan.

“Cendekiawan itu berkutat pada ilmu pengetahuan, tetapi berharap ilmu pengetahuannya bisa memberikan maslahat untuk umat manusia. Cendekiawan arahnya harus seperti itu,” tekannya.

Dari kader IMM yang menjelma sebagai cendekiawan, bisa berkontribusi mencerdaskan kehidupan. “Dari manusia yang belum paham dengan ilmu pengetahuan, bisa tercerahkan,” ucapnya. Yang tentu, ditopang dengan konsistensi dan komitmen keumatan dan kebangsaan.

“Cendekiawan harus punya konsentrasi, komitmen, untuk membesarkan dan membangun umat,” urainya.

Agung mengingatkan, sosok cendekiawan yang kaya dengan ilmu, jangan terjebak pada kemilaunya semata. Tetapi, bagaimana aktualiasi yang kemudian bisa ditransferkan kepada kehidupan secara totalitas.

“Kita belajar ilmu oke. Tapi, tidak cukup hanya dengan ilmu. Ilmu harus kita lihat dalam konteks keindonesiaan, kebangsaan, lalu kemudian apa yang bisa kontribusikan—dengan ilmu kita—untuk penguatan keumatan dan kebangsaan,” tegasnya.

Di samping itu, bersambung dalam mars tersebut, “Pewaris tampuk pimpinan umat nanti.” Dalam konteks ini, kader IMM harus menyiapkan diri sebagai estafet keberlanjutan kepemimpinan umat di masa depan.

“Yang menjadi calon pimpinan di masa yang akan datang adalah anda semua,” ucapnya. Sebab, di dalam jiwa mereka, melekat kader Persyarikatan, kader umat, dan kader bangsa. “Tiga ini saling menyatu dalam individu setiap kader IMM,” lanjutnya.

Dan yang lebih substansial, kader IMM harus memiliki hal-hal baru untuk memajukan bangsa. Karena itu, kehadiran IMM sebagai secercah harapan bagi masa depan bangsa menuju bangsa unggul dan berkemajuan. (Cris)


Komentar

Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

"Wahai orang-orang yang beriman! Peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarn....

Suara Muhammadiyah

11 July 2025

Berita

BANDUNG, Suara Muhammadiyah – Jika membicarakan ekonomi syariah, tidak lengkap rasanya jika ti....

Suara Muhammadiyah

23 May 2025

Berita

SURABAYA, Suara Muhammadiyah - Semakin banyaknya kekerasan di usia remaja, SMP Muhammadiyah 5 S....

Suara Muhammadiyah

17 July 2024

Berita

PADANG, Suara Muhammadiyah — Politeknik ‘Aisyiyah Sumatera Barat (Polita Sumbar) merayak....

Suara Muhammadiyah

24 October 2025

Berita

MAKASSAR, Suara Muhammadiyah -Politeknik Muhammadiyah (PoltekMu) Makassar kembali mengukuhkan komitm....

Suara Muhammadiyah

26 November 2025