SM dan Majelis Tarjih Soft Launching Fikih Informasi dan Fikih Zakat Kontemporer

Suara Muhammadiyah

Penulis

0
272
Soft launching buku Fikih Informasi dan Zakat Kontemporer. Foto: Cris

Soft launching buku Fikih Informasi dan Zakat Kontemporer. Foto: Cris

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah bekerja sama dengan Penerbit Suara Muhammadiyah melakukan soft launching buku fenomenal, Fikih Informasi dan Zakat Kontemporer, Sabtu (24/1) di Gedung Serbaguna Lantai 10 Kampus 4 Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta.

Ketua Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah Hamim Ilyas menyampaikan, buku Zakat Kontemporer merupakan hasil keputusan Musyawarah Nasional (Munas) Tarjih ke-31 di Gresik, Jawa Timur.

"Penanggung jawab materinya dulu adalah almarhum Bapak Fuad Zein. Kita doakan bersama mudah-mudahan menjadi bagian dari ilmu yang bermanfaat bagi beliau," ujar Hamim.

Ditambahkan Hamim, Fikih Zakat Kontemporer merupakan satu kesatuan yang dikonstruksi sedemikian rupa. "Kita buat sesuai dengan perkembangan yang ada," terangnya.

"Tidak ketinggalan zaman terlalu jauh," menekankan relevannya fikih ini.

Di sisi lain, Direktur Utama PT Syarikat Cahaya Media/Suara Muhammadiyah Deni Asy'ari menyampaikan terima kasih atas kepercayaan untuk kerja sama penerbitan dua buku penting ini.

"Yang sebetulnya di lingkungan Suara Muhammadiyah cukup sering ditanya persoalan-persoalan kontemporer seputar zakat," bebernya, menyingkap betapa esensialnya buku ini.

Memang, tidak bisa dinafikan, persoalan zakat meniscayakan titik pijak yang kokoh, baik secara normatif maupun kontekstual, agar dapat menjawab kebutuhan umat.

"Melalui buku ini insyaallah bisa menjadi satu referensi yang bisa kita distribusikan secara massal," terang Deni.

Demikian pula dengan buku Fikih Informasi. Pada tahun 2019-2020, Deni sebut, buku ini sudah pernah diterbitkan dan disosialisasikan.

"Waktu itu Suara Muhammadiyah kerja sama dengan Tarjih dan Kominfo saat menterinya Pak Rudiantara," ungkapnya.

etapi, berjalannya waktu, yang disertai kompleksitas masalah kehidupan di era digital, maka buku ini dilakukan revisi untuk menemukan titik utuhnya yang relevan bagi masyarakat.

"Mengingat kita tahu informasi Microsoft yang 2020 bahwa Indonesia ternyata sangat buruk dalam versi Digital Civility Index-nya. Nomor 29 dari 32 negara, etika bermedsosnya. Maka wajar kemudian buku Fiqh Informasi ini menjadi urgen untuk kita konsumsi, khususnya di kalangan umat Islam dan Muhammadiyah," jelasnya.

Menilai fundamenntalnya dua buku tersebut, secara khusus, Deni merekomendasikan untuk menjadikan sumber utama referensi bagi perguruan tinggi Muhammadiyah.

"Kami boleh usul nanti, buku ini atau dua buku ini menjadi referensi wajib di lingkungan perguruan tinggi Muhammadiyah. Untuk yang satu di muamalah, yang satu di informatika, di lingkungan PTM," tandasnya. (Cris)


Komentar

Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

BANDAR LAMPUNG, Suara Muhammadiyah - Konflik di Palestina telah berlangsung selama bertahun-tahun da....

Suara Muhammadiyah

17 October 2023

Berita

JAKARTA, Suara Muhammadiyah — Lembaga Dakwah Komunitas (LDK) Pimpinan Pusat Muhammadiyah mengg....

Suara Muhammadiyah

1 June 2025

Berita

REMBANG, Suara Muhammadiyah - Memasuki musim hujan, Majelis Lingkungan Hidup (MLH) Pimpinan Daerah M....

Suara Muhammadiyah

28 December 2023

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Universitas `Aisyiyah (UNISA) Yogyakarta, bekerjasama dengan Kement....

Suara Muhammadiyah

6 November 2023

Berita

Sinergi KBIHU  ‘Aisyiyah bersama LPHU PDM Kota Yogyakarta  YOGYAKARTA, Suara Muhamm....

Suara Muhammadiyah

23 December 2023