MLH PDM Rembang Gelar Halaqoh Pemanfaatan Air Hujan

Publish

28 December 2023

Suara Muhammadiyah

Penulis

0
1295
Foto Istimewa

Foto Istimewa

REMBANG, Suara Muhammadiyah - Memasuki musim hujan, Majelis Lingkungan Hidup (MLH) Pimpinan Daerah Muhammadiyah Rembang menyelenggarakan Halaqoh Pemanfaatan Air Hujan. Kegiatan yang berlangsung pada Selasa (26/12) di Masjid Al Hamid, Kompleks Perguruan Muhammadiyah Lasem ini dilatarbelakangi oleh keprihatinan akan krisis air yang semakin meningkat di beberapa wilayah di Rembang.

Salah satu penyebab krisis air yaitu luas hutan yang semakin berkurang dan lingkungan pemukiman yang kurang memiliki ruang terbuka untuk meresapkan air hujan. Dengan halaqoh ini diharapkan peserta mendapat ilmu tentang pentingnya menangkap air hujan sekaligus dapat menerapkan di lingkungannya.

Rahmanta, S.Pd, Ketua MLH Rembang merangkap Ketua Panitia mengawali dengan sambutan. Ia mengungkapkan jika air hujan yang merupakan rahmat Allah tidak dikelola dengan baik akan menyebabkan bencana, seperti kekeringan, banjir, dan tanah longsor.

Sebanyak tiga narasumber terlibat dalam halaqoh yang dihadiri oleh 60 peserta tersebut. Narasumber pertama yaitu Ika Himawan Affandi, S.T.P, M.M, yang merupakan Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Rembang. Ika menyampaikan apresiasi yang positif atas digelarnya kegiatan ini. “DLH berharap dapat berkolaborasi dengan Muhammadiyah dalam mewujudkan program pemanfaatan air hujan. Jangan sampai kegiatan ini hanya berhenti sampai halaqoh ini saja, harus ada tindak lanjut di lingkungan masing-masing”, ungkapnya.

Ia berpesan bahwa air hujan harus dimasukkan ke tanah, jangan langsung ke laut. Untuk memasukkan air hujan, dapat dilakukan dengan membuat lubang biopori, sumur resapan, dan menanam pohon.

Narasumber kedua ialah Drs. Nursalim, M.Hum yang merupakan pemerhati lingkungan sekaligus Sekretaris PDM Rembang. Ia membahas air hujan dari sisi kajian aqidah, ibadah, dan akhlaq. “Air hujan adalah rahmat Allah, seperti firman-Nya dalam Al Qur’an. Salah satunya di Surat Al -A’raf ayat 57 yang artinya ‘Dan Dialah yang meniupkan angin sebagai pembawa berita gembira sebelum kedatangan rahmat-Nya (hujan); hingga apabila angin itu telah membawa awan mendung, Kami halau ke suatu daerah yang tandus, lalu Kami turunkan hujan di daerah itu, maka Kami keluarkan dengan sebab hujan itu pelbagai macam buah-buahan. Seperti itulah Kami membangkitkan orang-orang yang telah mati, mudah-mudahan kamu mengambil pelajaran’.”

Agung Yuswanto Ahmad, seorang pemerhati lingkungan, jurnalis dan penulis menjadi narasumber terakhir. Ia mengingatkan tentang krisis air global yang semakin mengancam dunia. Lalu ia menyampaikan pengalamannya dalam mengapliaksikan sumur resapan di lingkungan rumahnya. Terakhir, Agung memaparkan teknik membuat sumur resapan untuk skala rumah tangga.

Seluruh peserta yang merupakan perwakilan dari unsur Pimpinan Cabang Muhammadiyah, Pimpinan Cabang Aisyiyah dan organisasi otonom se-Kabupaten Rembang aktif mengikuti halaqoh dan memberikan pertanyaan yang dijawab dengan antusias oleh narasumber.

Di akhir kegiatan halaqoh, peserta diajarkan untuk praktik membuat sumur resapan di halaman masijd. (Muslikhah Fajriyati)


Komentar

Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

SEMARANG, Suara Muhammadiyah – Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Muhammadiyah Se....

Suara Muhammadiyah

11 September 2023

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Fachrodin terlampau komplit jika hanya diposisikan sebagai tokoh pe....

Suara Muhammadiyah

12 August 2024

Berita

SLEMAN, Suara Muhammadiyah - Global Conference on Women’s Rights in Islam (GCWRI) di Universit....

Suara Muhammadiyah

17 May 2024

Berita

SOLO, Suara Muhammadiyah - Upaya mengokohkan peran strategis Muhammadiyah dalam kehidupan berbangsa ....

Suara Muhammadiyah

5 November 2023

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – Di tengah meningkatnya risiko bencana alam di Indonesia, seke....

Suara Muhammadiyah

7 October 2025