YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – Pada Sabtu, 14 Februari 2026, Bambang Riyanta kembali dilantik sebagai Rektor Universitas Universitas Siber Muhammadiyah (SiberMu) untuk periode keduanya masa jabatan 2025-2029. Pelantikan dipimpin langsung oleh Sekretaris Majelis Pendidikan Tinggi Penelitian dan Pengabdian (Diktilitbang) Pimpinan Pusat Muhammadiyah Ahmad Muttaqin di SM Tower Malioboro Yogyakarta.
Bambang, dalam sambutannya menyampaikan komitmennya membawa SiberMu menjadi perguruan tinggi yang mampu menjangkau seluruh wilayah dan daerah di Indonesia. Lewat pemanfaatan teknologi dan AI, ia mengajak seluruh pihak untuk bersinergi dan berkolaborasi demi kemajuan bersama. “Tantangan yang kita hadapi sekarang bukan lagi adaptasi teknologi, tapi bagaimana kita memimpin perubahan dengan AI,” ujarnya.
Wakil Bendahara PWM DIY Dede Haris Sumarno menyebut periode kedua kepemimpinan Bambang Riyanta di SiberMu sebagai tonggak penguatan digital, yaitu membentuk tatanan digital yang beradab. Dengan ini ia memproyeksikan SiberMu dalam waktu dekat dapat bertransformasi menjadi universitas unggul yang menjangkau semua tempat selama sinyal internet masih ada.
“Menjadi pemimpin di SiberMu berarti menjadi pemimpin di garis depan masa depan,” tegasnya.

Kepala Bagian Umum LLDikti Wilayah V Tego Sudarto menjelaskan, dilantiknya kembali Bambang Riyanta menjadi wujud kepercayaan Muhammadiyah kepada Dosen Teknik Mesin UMY tersebut untuk membawa SiberMu mencapai target pengembangan yang lebih besar dan menjadi pionir dalam hal transformasi digital. Tidak hanya itu, ia juga berpesan bahwa kurikulum universitas harus terus relevan dan menjawab dunia industri yang terus berkembang.
“Sukses dan selamat atas dilantiknya bapak Rektor SiberMu, Semoga kedepannya bisa menjadi universitas yang terakreditasi unggul,” ucapnya.
Ahmad Muttaqin, menyampaikan bahwa hingga saat ini Muhammadiyah memiliki 163 Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (PTMA) yang tersebar di seluruh Indonesia.
Menurutnya, jumlah tersebut setara dengan 4 persen dari total seluruh perguruan tinggi di Indonesia. Sementara dari sisi program studi, PTMA berkontribusi sebesar 8 persen secara nasional. Bahkan, 11 persen perguruan tinggi unggul di Indonesia merupakan bagian dari PTMA.

Tak hanya memperkuat institusi yang telah ada, Muhammadiyah juga terus melakukan ekspansi strategis dengan menginisiasi pendirian perguruan tinggi baru di Merauke dan Mimika. Langkah ini menjadi bagian dari komitmen persyarikatan dalam memperluas akses pendidikan tinggi hingga ke wilayah terdepan Indonesia.
Dalam aspek sumber daya manusia, PTMA saat ini didukung oleh 454 guru besar. Keberadaan para profesor ini menjadi penopang utama dalam meningkatkan kualitas akademik, riset, dan pengabdian kepada masyarakat.
Ahmad Muttaqin menegaskan bahwa capaian tersebut merupakan bentuk nyata kontribusi Muhammadiyah dalam membangun pendidikan bangsa. Ia juga menekankan bahwa teknologi kini menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari, sehingga transformasi digital di dunia pendidikan adalah keniscayaan.
Salah satu wujud transformasi tersebut adalah hadirnya SiberMu. Dalam kurun empat tahun perjalanannya, SiberMu menunjukkan kemajuan yang signifikan dan diharapkan menjadi pintu masuk dalam peningkatan jumlah mahasiswa PTMA secara nasional.
“Dengan fondasi kelembagaan yang kuat dan inovasi berbasis teknologi, Muhammadiyah terus meneguhkan perannya sebagai salah satu pilar penting pendidikan tinggi di Indonesia,” ungkapnya. (diko)

