Rektor SiberMU Ingatkan Pelan Tapi Pasti, AI Akan Mengubah Hidup Manusia

Suara Muhammadiyah

Penulis

0
459
Dr Bambang Riyanta, ST., MT. Foto: Cris

Dr Bambang Riyanta, ST., MT. Foto: Cris

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – Kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) saat ini tidak sekadar berkaitan dengan teknik (engineering), melainkan menjelma sebagai peradaban umat manusia.

Rektor Universitas Siber Muhammadiyah (SiberMu) Bambang Riyanta menyampaikan hal itu saat Sinabtech: SiberMu National Seminar on Business, Technology, & Health 2025 di SM Tower Malioboro Yogyakarta, Kamis (16/10).

Menurutnya, fenomena ini belum banyak disadari secara saksama oleh umat manusia. Kendati demikian, perkembangan AI terus menyeruak di tengah kehidupan abad modern. “Banyak yang belum disadari. Bahkan dikalangan akademis,” ungkapnya.

Sampai-sampai, Bambang membuat khusus terkait hal itu, yakni Peradaban Artificial Intelligence: Dunia Tak Lagi Sama. Buku ini diterbitkan oleh Suara Muhammadiyah. “AI pelan-pelan mengubah hidup kita,” bebernya.

Bahkan, dikemukakan oleh Jensen Huang, CEO dan pendiri Nvidia bahwa, orang yang menggunakan AI, maka akan menggantikan yang tidak menggunakan AI. Di sinilah menunjukkan betapa krusialnya AI saat ini.

“Kita perlu terus mengikuti itu, kalau memang kita tidak ingin betul-betul tertinggal. Jadi itu bukti bawha kalau kita hari-hari ini sudah mulai AI thinking, maka banyak hal kemudian bisa kita kelola,” tekan Bambang.

Bambang menegaskan, AI kini bukan hanya alat bantu. Tetapi telah menjadi pemain utama di kehidupan umat manusia. “Dalam dunia seperti ini, apa peran manusia? Peran kita hanya tinggal dari 0-1, selebihnya nanti bisa digantikan dengan lebih baik oleh AI,” singkapnya.

Dalam kesempatan itu, Bambang menggarisbawahi, manusia tidak bisa melawan kemajuan super dahsyat dari AI. Bahkan, dalam waktu dekat, diprediksi AI telah mencapai klimaksnya sebagai singularity AI, atau kecerdasan buatan melampaui kecerdasan manusia.

“Jadi dampaknya itu ke semua bidang. Bahkan mulai kemudian bisa menguak misteri-misteri yang tidak pernah terpikirkan,” tuturnya.

Karena itu, AI, lanjut Bambang, bukan menyangkut soal teknologi. Tetapi, lebih dari itu, menyangkut soal etika dan tanggung jawab umat manusia.

“Penerapan teknologi AI menuntut prinsip etika, akuntabilitas, dan inklusivitas agar manfaatnya dapat dirasakan secara adil oleh seluruh lapisan masyarakat,” tandasnya. (Cris)


Komentar

Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – Gaya menjelaskannya seperti guru mengajar di kelas. Dan ia me....

Suara Muhammadiyah

26 January 2026

Berita

PURWOKERTO, Suara Muhammadiyah – Sekelompok siswa SMP UMP yang antusias memulai petualangan se....

Suara Muhammadiyah

20 May 2024

Berita

PALEMBANG, Suara Muhammadiyah - Setelah menjalani sidang-sidang komisi, Rapat Kerja Nasional (Rakern....

Suara Muhammadiyah

27 November 2023

Berita

Mengusung Spirit Perjuangan Palestina dan Pemberian Penghargaan pada Pimpinan, Dosen, Karyawan dan M....

Suara Muhammadiyah

7 September 2024

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – Menyambut Milad ke-113 Muhammadiyah, Pimpinan Wilayah Muhamma....

Suara Muhammadiyah

11 November 2025