PWM DIY Ajak Rawat Status Keistimewaan di Momen Hut ke-270 DIY

Publish

13 March 2025

Suara Muhammadiyah

Penulis

0
97
Doc. Istimewa

Doc. Istimewa

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – Tepat hari ini, Kamis (13/3), Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) merayakan hari jadinya ke-270. Wakil Sekretaris PWM DIY Farid Setiawan mengatakan, hari jadi ini merupakan momentum yang sangat penting untuk mempertegas dan memperjelas asal-usul DIY, sekaligus menjadi tonggak sejarah atas peran panjang DIY di Indonesia.

“Proses penetapan hari jadi ini memang telah memakan waktu cukup panjang, tetapi hasilnya sangat bermanfaat bagi masyarakat DIY untuk mengenal jati diri dan identitasnya yang pertama kali diumumkan Sultan HB ke I mengenai Daerah kewenangannya yang diberi nama Ngayogyakarta Hadiningrat,” terangnya.

Farid mengapresiasi kepada Pemerintah, dalam perjuangannya menetapkan hari jadi DIY. Menurutnya ini menjado tonggak kesejarahan yang harus terus menyala di setiap warga DIY.

“Agar bisa merawat status ke-Istimewaan Yogyakarta. Karena itu, PWM DIY memberi apresiasi atas kerja keras Pemda DIY dalam memperjuangan penetapan hari jadi DIY sehingga bisa diakui dan diperingati setiap tanggal 13 Maret," ucapnya.

Muhammadiyah, sambung Farid, sebagai gerakan Islam, Dakwah Amar Ma’ruf Nahi Munkar dan Tajdid menjadi bagian tidak terpisahkan dari DIY. Organisasi yang didirikan di Kauman Yogyakarta pada 18 November 1912 ini, telah ditetapkan sebagai bagian dari empat pilar penting DIY atau widya saka tunggal yang terdiri dari keraton-pakualaman, Muhammadiyah, Taman Siswa, pendidikan modern, dan pesantren.

“Karena itu, PWM DIY terus mendorong adanya sinergi, kohesi dan kolaborasi seluruh warga Muhammadiyah menyukseskan program-program Pemda DIY yang sesuai dengan karakter dan identitas Muhammadiyah,” ujarnya.

Ditambahkan Farid, sejumlah Bidang kehidupan yang terus dioptimalkan sinergi keduanya di antaranya dalam Bidang Pendidikan, kebudayaan, seni, sistem pertanian, ekonomi dan teknologi. Sehingga, Farid mengharapkan agar agar hari jadi DIY ini dijadikan momentum muhasabah (refleksi), untuk semakin meningkatkan pemahaman tentang nilai-nilai dasar keistimewaan dan peran kebangsaan yang diwariskan para pendahulu.

“Hal itu untuk dijadikan bekal bagi menata dan mengembangkan DIY sebagai Daerah Istimewa. Hal ini sangat penting dijadikan pondasi untuk bersinergi dan berkolaborasi untuk meningkatkan kemuliaan martabat manusia Jogja. Selamat hari jadi DIY,” tandasnya. (Cris/Tia)


Komentar

Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

MEDAN, Suara Muhammadiyah - Rektor Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara Prof. Dr. /Agussani, MAP ....

Suara Muhammadiyah

15 November 2023

Berita

BANYUMAS, Suara Muhammadiyah - Biro Kerjasama dan Urusan Internasional (BKUI) Universitas Muhammadiy....

Suara Muhammadiyah

23 January 2024

Berita

KUPANG, Suara Muhammadiyah – Tagline terbaru Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar, I-GI....

Suara Muhammadiyah

7 December 2024

Berita

KLATEN, Suara Muhamadiyah - Rakerda dengan Tema "Sinergi untuk Pemberdayaan Dua'fa Musta'afiin Menuj....

Suara Muhammadiyah

23 September 2024

Berita

PULANGPISAU, Suara Muhammadiyah - Pimpinan Daerah Pemuda  Muhammadiyah (PDPM) Kabupaten Pulang ....

Suara Muhammadiyah

18 May 2024

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah