Pintu Komunikasi yang Mulai Terbuka dan Persoalan Bangsa yang Menumpuk
Oleh: Buya Anwar Abbas
Mendengar komentar beberapa tokoh yang diundang presiden ke istana yang berlangsung dalam beberapa gelombang pertemuan. Terkesan mereka-mereka yang hadir tersebut cukup senang dan puas dengan sikap yang diperlihatkan prabowo sebagai presiden. Hal ini tentu sangat menggembirakan hati karena sekat komunikasi antara pemimpin dan yang dipimpin yang selama ini dirasakan cukup sulit untuk ditembus sekarang sudah terbuka.
Tetapi pertanyaannya apakah dalam pertemuan tersebut telah terjadi dialog yang benar-benar serius menyangkut berbagai masalah penting yang dihadapi bangsa dan negeri ini saat ini dan kedepannya kita tidak tahu. Yang kita tahu saat ini kita sebagai bangsa menghadapi banyak masalah yang harus dicarikan solusinya. Seperti masalah kesenjangan sosial ekonomi, penguasaan lahan pertanian dan lahan pertambangan. Masalah dana dan kualitas pendidikan serta pelayanan kesehatan, masalah korupsi yang semakin menggila dari atas sampai ke bawah baik di lembaga eksekutif, legislatif dan yudikatif.
Masalah mentalitas dari para penegak hukum yang menyedihkan, masalah makan bergizi gratis (MBG) yang menguras banyak dana APBN, masalah penanganan bencana alam seperti yang terjadi di Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Jawa Barat dan daerah-daerah lain. Juga menyangkut masalah luar negeri seperti masalah rakyat Palestina yang masih dijajah dan ketidaksetujuan Israel berdirinya negara Palestina yang merdeka dan berdaulat.
Masuknya Indonesia ke dalam dewan perdamaian Gaza yang diketuai oleh Donald Trump Presiden Amerika Serikat pendukung berat Netanyahu, penculikan Maduro Presiden Venezuela oleh Trump, ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat serta munculnya kolonialisme gaya baru yang berlangsung lewat tekanan ekonomi dan politik serta teknologi yang super canggih.
Oleh karena itu mengingat banyaknya masalah maka kepemimpinan Prabowo dalam mengatasi semua persoalan tersebut tentu jelas sangat diharapkan. Pertanyaannya apakah prabowo akan mampu memenuhi semua harapan tersebut?
Insya Allah bisa asal Prabowo didukung oleh para menteri dan para pembantunya yang lain yang mumpuni yang memiliki mentalitas negarawan dan kemampuan yang tinggi. Apakah Prabowo sudah punya para pembantu yang seperti itu?
Jawabnya sudah, tapi jumlahnya masih sangat jauh dari yang diharapkan. Untuk itu bagi kesuksesan misi tersebut Prabowo jelas-jelas sangat dituntut untuk berani membenahi para pembantunya sebab jika tidak maka seperti kata peribahasa barang siapa menebar angin maka dia yang akan menuai badai. Dan kita tentu saja tidak mau hal itu terjadi karena yang rugi dalam hal ini tidak hanya Prabowo tapi juga bangsa dan negara yang sama-sama kita cintai ini.
Buya Anwar Abbas, Pengamat Sosial Ekonomi dan Keagamaan.

