Perkuat Kepedulian Sosial, UMY Berbagi 4.000 Takjil Gratis selama Ramadhan

Publish

19 February 2026

Suara Muhammadiyah

Penulis

0
137
Dok Istimewa

Dok Istimewa

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Bulan Ramadhan selalu menghadirkan semangat kebaikan yang mempererat kepedulian sosial. Berbagi tidak hanya dimaknai sebagai pemberian materi, tetapi juga wujud perhatian terhadap sesama, khususnya bagi mereka yang menjalani puasa di tengah aktivitas harian.

Memaknai nilai tersebut, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) kembali menggelar program pembagian takjil gratis bagi mahasiswa dalam menyambut Ramadhan 1447 H. Pembagian dimulai pada Rabu (18/2) dengan 4.000 porsi per hari dan berlangsung selama 20 hari. Takjil didistribusikan melalui dua skema, yakni drive thru di Selasar Gedung Ar Fachruddin A serta pembagian langsung di Masjid K.H. Ahmad Dahlan, Kampus Terpadu UMY.

Rektor UMY, Prof. Dr. Achmad Nurmandi, M.Sc., menjelaskan bahwa program ini rutin dilaksanakan setiap Ramadhan dengan mempertimbangkan aktivitas mahasiswa.

“Program ini dijalankan setiap hari selama kurang lebih 20 hari. Biasanya memasuki 10 hari terakhir, sebagian mahasiswa sudah mulai mudik sehingga pada hari ke-15 dan seterusnya jumlah penerima cenderung menurun. Rata-rata pelaksanaan efektif pada 20 hari awal Ramadhan karena saat itu mahasiswa masih aktif berkuliah dan beraktivitas di kampus,” jelasnya.

Dari sisi kualitas makanan, ia menekankan bahwa menu yang dibagikan tidak sekadar mengenyangkan, tetapi juga memperhatikan keseimbangan gizi, seperti protein, vitamin, karbohidrat, serta unsur nutrisi lainnya.

“Menunya kami upayakan bergizi seimbang. Ada protein, sayur-mayur, dan vitamin. Sumber protein juga diperhatikan, baik hewani maupun nabati. Jadi mahasiswa tidak hanya sekadar berbuka, tetapi juga mendapatkan asupan yang sehat setelah seharian berpuasa,” tambahnya.

Sementara itu, Lailia Alfi Nur Fathonah, mahasiswa Program Studi Keperawatan angkatan 2023, menilai layanan drive thru memberikan fleksibilitas bagi mahasiswa dengan mobilitas yang berbeda.

“Menurut saya sangat membantu. Dengan adanya dua layanan, justru lebih mempermudah. Mahasiswa yang membawa kendaraan bisa langsung mengambil tanpa harus turun. Sementara yang tidak membawa kendaraan tetap bisa mendapatkan takjil di masjid, bahkan bisa sekalian mengikuti pengajian atau berkumpul dengan teman. Jadi opsinya banyak dan memudahkan,” ungkap Lailia.

Ia berharap program tersebut dapat terus dilanjutkan pada tahun-tahun mendatang karena dinilai memberikan dampak positif bagi mahasiswa.

“Harapannya tentu tetap berjalan setiap Ramadhan karena program ini sangat baik. Selain membantu mahasiswa yang mungkin belum sempat membeli makanan, ini juga menjadi bentuk kepedulian kampus,” tuturnya. (NF)


Komentar

Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

KLATEN, Suara Muhammadiyah - Program Studi S1 Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Klaten mengad....

Suara Muhammadiyah

6 April 2024

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Ramadhan menjadi momentum bagi Universitas Muhammadiyah Yogyak....

Suara Muhammadiyah

5 April 2024

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah — Dalam upaya meningkatkan kompetensi pendidik di lingkungan Mu....

Suara Muhammadiyah

9 August 2025

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Di Muhammadiyah sesungguhnya tak pernah kekurangan orang-orang heba....

Suara Muhammadiyah

24 September 2024

Berita

BANDAACEH, Suara Muhammadiyah - Rektor Universitas Muhammadiyah Aceh (Unmuha) Dr. Aslam Nur. MA resm....

Suara Muhammadiyah

19 February 2024