Meneguhkan Langkah, Strategi Baru Nasyiatul Aisyiyah Kalteng di Era Disrupsi

Publish

5 January 2026

Suara Muhammadiyah

Penulis

0
374
Foto Istimewa

Foto Istimewa

PALANGKA RAYA, Suara Muhammadiyah - Semangat pembaharuan menyeruak di tengah hangatnya pertemuan Gerakan Mengaji Nasyiah (RAJIN) serta Konsolidasi Pimpinan Wilayah Nasyiatul Aisyiyah (PWNA) Kalimantan Tengah, Sabtu, 3 Januari 2025, yang bertempat di Sisi Cafe Positif dan Playground, Jl. Temanggung Tandang No.39, Langkai, Kec. Pahandut, Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah.

Ketua PWNA Kalteng, Dwi Purbayanti, S.T., M.Si., menyampaikan kegiatan Gerakan Mengaji Nasyiah (RAJIN) menjadi momentum awal konsolidasi semangat di tahun 2026 untuk meluruskan niat dan menguatkan ghiroh berorganisasi sebagai amal sholeh. Konsolidasi ini bukan sekadar tentang laporan pertanggungjawaban. Ini adalah momen penyamaan frekuensi hati dan pikiran.

"Gerakan mengaji Naisyatul adalah ujung tombak pembumian tarjih (dakwah), bukan sekadar pelaksana program rutin melainkan jembatan penghubung atau sinergi kader dalam menjalankan program-program yang berdampak bagi umat dan masyarakat, serta saling menguatkan dalam satu visi dan misi Nasyiatul Aisyiyah," ujarnya.

Di hadapan para pimpinan dan kader yang memadati ruangan cafe, Dr. Ngismatul Choiriyah, M.Pd.I.,  tidak sekadar memberikan materi, melainkan menyalakan kembali api semangat berorganisasi (dakwah) perempuan berkemajuan untuk merespons tantangan zaman.

Dalam paparannya yang bertema "Berorganisasi sebagai Amal Sholeh dan Sarana Pemberdayaan," Dr. Ngismatul Choiriyah, M. Pd. mengingatkan bahwa semangat berorganisasi dimulai dengan pikiran yang tenang dan tidak di jadikan beban karena itu adalah amanah yang diberikan agar dilaksanakan dengan curahan hati, pikiran dan tindakan nyata.

"Niatkan untuk ibadah biar apa yang kita lakukan khususnya berorganisasi di Nasyiatul Aisyiyah menjadi bernilai (pahala) dimata Allah SWT," ucapnya.

Ditambah Ngismatul, bahwa dalam organisasi khususnya Naisyatul Aisyiyah (NA) pasti banyak hambatan Bahkan kendala misalkan program yang hebat butuh nakhoda yang tangguh atau ada pemikiran yang tidak satu visi dan misi.

"Di Naisyatul Aisyiyah harus memiliki pemikiran terbuka serta wawasan luas, jika ada hal yg tak sependapat baiknya selalu bertabayyun dan mencari jalan terbaik untuk kebersamaan dan kekompakan dalam memberikan manfaat bagi umat dan bangsa," tambahnya.

Dalam menjawab tantangan zaman ini sudah sepatutnya dengan kerja nyata. Saatnya Naisyatul Aisyiyah Kalimantan Tengah melangkah lebih tegap, menjadikan Islam berkemajuan sebagai nafas gerakan, yang mencerahkan, meneguhkan, dan menggembirakan semesta. (mf)


Komentar

Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Majelis Tabligh Pimpinan Pusat Muhammadiyah menggelar kegiatan Sosi....

Suara Muhammadiyah

9 August 2024

Berita

PEKANBARU, Suara Muhammadiyah - Universitas Muhammadiyah Riau (Umri) menggelar Coaching Clinic TOEFL....

Suara Muhammadiyah

3 May 2025

Berita

KULON PROGO, Suara Muhammadiyah - Anggota Pimpinan Ranting Muhammadiyah Brosot Nurdianta menyampaika....

Suara Muhammadiyah

13 April 2025

Berita

BANDUNG, Suara Muhammadiyah — Tim mahasiswa program studi Akuntansi Universitas Muhammadiyah B....

Suara Muhammadiyah

25 September 2023

Berita

JEMBRANA, Suara Muhammadiyah - Pimpinan Cabang Aisyiyah (PCA) Perumnas Baler Bale Agung Negara, Jemb....

Suara Muhammadiyah

26 November 2023