Memperkuat Tauhid kepada Allah dan Rasulnya

Publish

20 October 2024

Suara Muhammadiyah

Penulis

0
1408
Pengajian Ahad Pagi

Pengajian Ahad Pagi

SURABAYA, Suara Muhammadiyah - Muhammadiyah identik dengan tauhid. Itulah kalimat penting dalam mengawali Pengajian Ahad Pagi yang disampaikan oleh Ustadz Najikh Ikhsan, Ketua Divisi Pengembangan SDM Mubaligh Majelis Tabligh PWM Jatim. Kajian ini diselenggarakan oleh Majelis Tabligh Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Ngagel Surabaya, Ahad (20/10/2024). 

Dengan tema ‘Kesyirikan di Era Modern’ kajian ini dihadiri oleh warga Muhammadiyah di lingkungan PCM Ngagel. Ustadz Najikh Ikhsan menjelaskan bukti jika Muhammadiyah identik dengan tauhid tertuang dalam muqaddimah AD/ART, Buku Pedoman Hidup Islami Warga Muhammadiyah Bab 3, dan pada lagu Sang Surya (Syahadat dua melingkar). 

Lebih lanjut, ia menjabarkan tauhid orang Muhammadiyah bukan hanya mengucap laa ilaaha illallah. Namun, tauhid itu dikaji dan diurai sampai ketemu makna dan diimplementasikan. Sehingga muncul rasa keikhlasan, kepedulian, terwujud gedung-gedung untuk sekolah, rumah sakit, dan lain-lain.

Menurutnya, tauhid itu adalah meng-esakan Allah agar semua makhluk menyembah Allah, tuhan satu-satunya. Oleh karena itu dalam semua dimensi kehidupan harus percaya ada hukum Allah. Ia pum memisalkan dengan air minum. “Apa ada manusia yang bisa membuat air minum,” ujarnya.

Ia pun melanjutkan dengan memisalkan jika ada guru fisika yang mengajak siswanya melakukan eskperimen degan memasukkan air ke dalam freezer. Air akan menjadi beku. “Nah, jika bapak/ibu yang menjadi guru tersebut, penjelasan apa yang akan bapak/ibu sampaikan pada siswa," tanyanya pada jamaah.

“Anak-anak, karena ada freezer maka kita bisa merubah air menjadi es. Atau, air ini bisa berubah menjadi es karena ada hukum Allah, sifat air jika ditempatkan di tempat dingin akan beku. “Ayo pilih yang mana?” tanyanya lagi. 

Ia pun memberi contoh lainnya. Ada seorang pemuda di mana sebelum usia 40 tahun sudah menjadi orang yang sukses, usahanya selalu lancar sehingga menjadi kaya raya. “Bapak/Ibu jika panjenengan yang jadi orang tua pemuda tersebut, apa yang akan Bapak/Ibu jawab ketika ada orang yang bertanya mengapa anaknya bisa sukses?” pancing Ustadz Najikh Ikhsan.

Ia pun melanjutkan, Nabi Muhammad dalam berdakwah bukanlah meyakinkan orang kafir bahwa Allah itu ada. Mengapa? karena tanpa diterangkan Allah itu ada, orang kafir sudah tahu jika Allah ada. Buktinya, bapaknya nabi Muhammad bernama Abdullah, yang artinya hambanya Allah, padahal lahir jaman jahiliyah sebelum islam datang.

Oleh karena itu, menurut Ustadz Najikh Ikhsan mencintai Allah dan Nabi Muhammad harus lebih tinggi dari segala-galanya. Ia juga mennguraikan beberapa contoh syirik. Yaitu, syirik dalam doa dan permohonan, syirik dalam sifat-sifatnya Allah, syirik dalam ketaatan, syirik dalam ketakutan, dan syirik dalam mahabbah/kecintaan. 


Komentar

Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

KUPANG, Suara Muhammadiyah - Mutu dan kualitas Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) sa....

Suara Muhammadiyah

4 October 2023

Berita

Gelar Silaturahim Idul Fitri 1447 H BENGKULU, Suara Muhammadiyah - Keluarga besar Universitas Muham....

Suara Muhammadiyah

30 March 2026

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – Muhammadiyah mengambil langkah konkret dalam menindaklanjuti ....

Suara Muhammadiyah

4 January 2025

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah- Mengulik film selalu menjadi sebuah hal yang menarik. Selain dimakna....

Suara Muhammadiyah

8 November 2024

Berita

BANDA ACEH, Suara Muhammadiyah – Universitas Muhammadiyah Aceh mengorganisir FGD Baitul Mal Ac....

Suara Muhammadiyah

2 October 2025

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah