Memajukan Kesejahteraan Bangsa sebagai Manifestasi Mandat Konstitusi dan Dustur Al-Qur’an

Suara Muhammadiyah

Penulis

0
344
Prof Dr H Abdul Mu'ti, MEd

Prof Dr H Abdul Mu'ti, MEd

KUDUS, Suara Muhammadiyah – Milad ke-113 Muhammaidyah mengusung tema “Memajukan Kesejahteraan Bangsa.” Menurut Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Abdul Mu’ti, ada tiga alasan yang mendasari Muhammadiyah mengusung tema tersebut.

Pertama, tema tersebut merupakan amanat konstitusi Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 alenia 4, bahwa tujuan didirikannya Negara Indonesia untuk memajukan kesejahteraan umum. Bagi Mu’ti, substansinya ialah negara berusaha semaksimal mungkin dengan segala sumber daya yang dimiliki untuk mewujudkan rakyat hidup sejahtera.

“Karena itu, Muhammadiyah tentu saja memiliki sikap dan pandangan, serta langkah yang sejalan dengan yang dilakukan pemerintah,” katanya saat Refleksi Milad ke-113 Muhammadiyah dan Milad ke-27 Universitas Muhammadiyah Kudus (UMKU), Sabtu (22/11) di Gedung Crystal Building UMKU.

Bagi Muhammadiyah, menyejahterakan bangsa bukan sekadar slogan, tetapi sudah diwujudkan dalam tindakan dan langkah-langkah yang nyata. “Serta dirasakan oleh masyarakat,” tuturnya, yang menyebut bentuknya diwujudkan secara material dan spiritual.

“Muhammadiyah berkomitmen menyejahterakan kehidupan bangsa,” ujarnya.

Kedua, melongok Al-Qur’an Qs al-Baqarah ayat 200-2001, bahwa Allah mensyariatkan Islam sebagai agama yang menuntun manusia untuk meraih khasanah (kebahagiaan dan kesejahteraan. Di sinilah implikasi kiprah Muhammadiyah dalam kehidupan sehari-hari.

“Dan ini adalah ciri Muhammadiyah setiap gerak langkahnya, setiap amalnya, senantiasa berdasarkan pada Al-Qur’an dan berdasarkan As-Sunnah,” tegasnya.

Ketiga, dalam Muqaddimah Anggaran Dasar Muhammadiyah (MADM), kelahiran Muhammadiyah sejatinya untuk menghadirkan kesejahteraan bangsa. “Untuk memajukan umat dan untuk kebahagiaan seluruh yang mewujud di alam semesta,” tekannya. 

Karena itu, Muhammadiyah bergerak dan berdakwah dengan segala kemampuannya untuk berupaya sedemikian rupa menjalankan pesan-pesan Al-Qur’an. Yakni meraih kebahagiaan dunia-akhirat dan kebahagiaan jasmani-rohani. 

“Itu dapat kita wujudkan dengan kita terus aktif bergerak melalui Persyarikatan Muhammadiyah,” sambungnya.

Ditambahkan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah ini, tema milad ini sangat relevan di tengah dunia sedang tidak baik-baik saja, terutama perekonomiannya. Namun, Indonesia sendiri, sebut Mu’ti, pertumbuhan ekonomi berada di atas 5% di tengah banyak negara yang pertumbuhannya minus bahkan terjadi inflasi.

“Kita juga melihat realitas, banyak negara yang secara ekonomi masuk negara sejahtera, tapi masyarakatnya tidak bahagia. Masyarakatnya kosong secara spiritual, sehingga mereka menemukan kehampaan dalam kehidupannya,” paparnya. (Cris)


Komentar

Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

BENGKULU, Suara Muhammadiyah - Sebanyak lima dosen Universitas Muhammadiyah Bengkulu (UMB) berhasil ....

Suara Muhammadiyah

18 November 2025

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah — Masjid Islamic Center Universitas Ahmad Dahlan (UAD) kembali ....

Suara Muhammadiyah

7 July 2025

Berita

SURABAYA, Suara Muhammadiyah - Memasuki usia ke 10 tahun atau satu dekade, program Gerakan Pela....

Suara Muhammadiyah

9 June 2024

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – Tahun 2024 bangsa Indonesia menghelat Pemilihan Umum (Pemilu)....

Suara Muhammadiyah

23 February 2024

Berita

MALANG, Suara Muhammadiyah - Di ajang Abdidaya Ormawa 2025, tim dari Universitas Muhammadiyah Malang....

Suara Muhammadiyah

8 December 2025