Marak Makanan Ultra-Processed, Dosen UM Bandung Sarankan Pangan Sehat

Publish

17 March 2025

Suara Muhammadiyah

Penulis

0
842
Foto Istimewa

Foto Istimewa

BANDUNG, Suara Muhammadiyah – Dosen program studi Teknologi Pangan Universitas Muhammadiyah Bandung Dr Saepul Adnan SSi MSi mengingatkan pentingnya menjaga pola makan selama bulan Ramadan. Ia menegaskan bahwa puasa tidak sekadar menahan lapar dan haus. Namun, menjadi momentum untuk memperbaiki diri dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk dalam memilih makanan yang dikonsumsi.

Menurutnya, pada era modern ini, masyarakat dihadapkan pada tantangan berupa maraknya konsumsi ultra-processed food atau makanan yang telah melalui proses pengolahan intensif. Makanan jenis ini biasanya mengandung berbagai bahan tambahan, seperti pengawet, pewarna, perasa buatan, serta tinggi gula, garam, dan lemak.

”Contoh makanan tersebut meliputi mi instan, makanan ringan kemasan, minuman bersoda, serta olahan daging seperti nugget dan sosis. Meskipun praktis dan mudah diperoleh, makanan ini sering kali minim nutrisi dan berpotensi berdampak buruk bagi kesehatan,” ujar Saepul seperti dikutip dari kanal YouTube UM Bandung pada Senin (17/03/2025).

Dalam Islam, umat diajarkan untuk mengonsumsi makanan yang halal dan tayib, sebagaimana firman Allah SWT dalam Surah Al-Baqarah ayat 168, ”Hai sekalian manusia, makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di bumi dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah seitan karena sesungguhnya setan itu adalah musuh yang nyata bagimu.” Halal berarti sesuai dengan syariat Islam, sedangkan tayib merujuk pada makanan yang sehat, bermanfaat, dan menyehatkan tubuh serta jiwa.

Saepul menambahkan bahwa meskipun makanan ultra-processed mungkin halal, ketayibannya masih menjadi pertanyaan. Kandungan bahan-bahan tidak alami dan proses pengolahan yang berlebihan dapat menimbulkan dampak negatif bagi kesehatan. ”Oleh karena itu, bulan Ramadan sebaiknya menjadi kesempatan untuk membersihkan tubuh dari konsumsi makanan yang kurang sehat dan beralih ke pola makan yang lebih alami serta bernutrisi,” tambah Saepul.

Untuk memilih pangan yang lebih sehat, ia menyarankan masyarakat agar lebih cerdas dalam membaca label kemasan makanan. Memahami komposisi bahan, kandungan gizi, dan menghindari bahan tambahan berlebihan dapat membantu dalam menentukan pilihan yang lebih baik. Selain itu, ia juga mengimbau agar lebih banyak mengonsumsi makanan utuh, seperti buah-buahan, sayuran, biji-bijian, lalu protein nabati dan hewani yang minim olahan.

Ia juga menganjurkan masyarakat untuk membiasakan memasak sendiri agar dapat memastikan bahan yang digunakan benar-benar segar, halal, dan tayib. Mengontrol kandungan garam, gula, dan lemak dalam makanan juga menjadi langkah penting dalam menjaga kesehatan. ”Meskipun makanan ultra-processed tidak sepenuhnya dihindari, konsumsi makanan ini sebaiknya dibatasi dan hanya dijadikan pilihan sesekali,” imbuh Saepul.

Sebagai penutup, Saepul mengajak masyarakat untuk menjadikan bulan Ramadan sebagai momentum meningkatkan kesadaran akan pentingnya makanan halal dan tayib. Dengan memilih makanan yang menyehatkan tubuh dan jiwa, ibadah puasa dapat dijalankan dengan lebih baik serta meraih keberkahan Ramadhan secara maksimal.*(FA)


Komentar

Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

BANDUNG, Suara Muhammadiyah - Ikhtiar sentuh kelompok-kelompok rentan yang selama ini belum terjangk....

Suara Muhammadiyah

9 December 2023

Berita

BANJARBARU, Suara Muhammadiyah – Program Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING) resmi....

Suara Muhammadiyah

19 July 2025

Berita

SOLO, Suara Muhammadiyah - Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) melalui Lembaga Pengabdian Masya....

Suara Muhammadiyah

17 November 2023

Berita

MAGELANG, Suara Muhammadiyah - Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah atau MPLS menjadi momentum penting....

Suara Muhammadiyah

21 July 2025

Berita

MEDAN, Suara Muhammadiyah -  Rusmawati Surbakti (70) dan Erwin Lutfi Surbakti (60), dua kakak b....

Suara Muhammadiyah

9 May 2024