CIREBON, Suara Muhammadiyah – Jawa Barat Pimpinan Komisariat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Faqih Usman Universitas Muhammadiyah Cirebon berkolaborasi bersama komunitas-komunitas gen-z melakukan kegiatan penanaman seratus pohon mangrove dengan mengambil tema “Green Clousere 2025 Gerak Bersama Hijaukan Pesisir Cirebon sebagai kesadaran akan kepedulian lingkungan sekitar daerah pesisir Desa Citemu, Kabupaten Cirebon, Selasa, 30 Desember 2025.
Kegiatan ini bertujuan sebagai gerakan kesadaran kepada gen-z untuk peduli terhadap lingkungan sekitar. Pada acara pembukaan dihadiri oleh perwakilan dari perangkat Desa Cibuntu, Wakil Rektor III Universitas Muhammadiyah Cirebon, Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah, Komunitas Generasi Energi Bersih Cirebon, Komunitas Ayo Bareng, Pimpinan Komisariat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Faqih Usman Universitas Muhammadiyah Cirebon, serta dibantu oleh Hizbul Wathan Universitas Muhammadiyah Cirebon.
Aziman Yufi Amrillah selaku Ketua Pelaksana menyampaikan dalam sambutannya, “kegiatan kolaborasi ini merupakan bentuk aksi nyata karena melihat kondisi alam yang mengkhawatirkan. Akhir-akhir ini banyak berita bencana alam akibat dari kerusakan alam. Selain itu kegiatan ini juga merupakan salah satu bentuk upaya untuk meminimalisir kerusakan alam dan bentuk kepedulian terhadap lingkungan yang dinamakan dengan Green Closure. Alasan dibalik pengambilan nama tersebut adalah di akhir tahun ini kita menutupnya dengan refleksi dan evaluasi dari setahun belakangan ini. Kegiatan ini juga dihadiri oleh sekitar 80 relawan yang siap untuk menanam mangrove di sekitar daerah pesisir Desa Citemu.”
Ulil perwakilan dari Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Kabupaten Cirebon menyampaikan terima kasih kepada para relawan yang sangat antusias mengikuti acara ini karena walaupun ini adalah gerakan kecil namun nantinya akan menimbulkan dampak positif yang besar dirasakan oleh masyarakat. Tak lupa juga menyampaikan kepada yang hadir bahwa bencana alam yang terjadi akhir-akhir ini bukan semata-mata karena takdir. Ia meningatkan bahwa bencana alam yang terjadi seperti banjir dan longsor itu adalah akibat dari ulah tangan-tangan jahat keserakahan manusia.
Surya yang merupakan perwakilan dari perangkat desa juga menyampaikan rasa terima kasih kepada relawan yang berpartisipasi pada kegiatan yang dilaksanakan di desa tersebut. Desa yang berlatar belakang pantai ini sangat membutuhkan mangrove sebagai bentuk upaya minimalisir abrasi yang diakibatkan oleh gelombang air laut.
Acara ini dibuka oleh Wakil Rekor III Universitas Muhammadiyah Cirebon yaitu Bagus Nurul Iman. Pak Bagus juga menyampaikan dalam sambutannya kepada relawan bahwa “ketika teman-teman pergi untuk berliburan ke daerah-daerah wisata banyak terdapat spot foto yang bagus dan villa-villa yang bagus itu merupakan salah satu bentuk kerusakan alam yang terstruktur. Selain itu kita menyaksikan abrasi yang luar biasa seperti mahasiswa yang sedang KKM di salah satu desa yang dekat pesisir itu air sering masuk ke dalam posko. Itu karena semakin kesini kondisi alam semakin tidak stabil,” ujarnya.
Setelah acara dibuka dilanjutkan dengan sesi foto bersama kepada seluruh yang hadir kemudian dilanjutkan dengan pembagian beberapa kelompok. Ada berbagai macam keseruan dalam kegiatan ini. Masing-masing relawan wajib mengenali siapa teman-temannya yang ada di dalam kelompoknya. Mereka juga diharuskan punya yel-yel tersendiri sebagai bentuk rasa semangat yang luar biasa dari mereka.
Sulistiawati sebagai ketua dari komunitas Generasi Energi Bersih Cirebon mengucapkan terima kasih dan sangat bersyukur karena telah diajak untuk kegiatan berkolaborasi dalam kegiatan kepedulian lingkungan ini. Lain daripada itu ia juga menyampaikan rasa senang disebabkan banyak teman-teman yang menyadari akan peduli terhadap lingkungan. Dalam harapannya juga menyampaikan bersama komunitas-komunitas lain sangat besar kemungkinannya untuk bersama-sama dan bangun untuk kelestarian terhadap lingkungan.
Adip yang merupakan pendiri dari komunitas Ayo Bareng pun menyampaikan rasa sangat berterima kasih karena telah diajak berkolaborasi. Ia merasakan kegiatan semacam ini sangat bermanfaat untuk alam karena mengingat berbagai mecam kejadian-kejadian bencana alam belakangan ini. Dalam harapannya juga disampaikan di acara-acara berikutnya bisa lebih baik dan lebih meriah dari acara yang diadakan sekarang ini.
Mengutip dari Tan Malaka dalam bukunya yang berjudul “Pandangan Hidup”, dalam tulisannya ia mengatakan bahwa alam sekiar manusia itu mencerminkan sendiri bagaimana jiwa manusia. Artinya adalah kondisi alam yang terjadi dewasa ini adalah cerminan dari jiwa manusia. Manusia dalam konteks sosialnya tidak bisa hidup tanpa bantuan dari manusia lain.
Tak hanya itu, bahkan manusia juga tidak bisa hidup jika hanya mengandalkan bantuan dari manusia, namun juga dengan memanfaatkan lingkungan yang ada di sekitar sebagai pemenuhan untuk kebutuhan primer dan sekunder. Maka dari itu sangat dibutuhkan kebijakan-kebijakan pemerintah yang tepat selain pemanfaatan alam untuk kehidupan masyarakat, dipikirkan pula dampak yang dirasakan oleh masyarakat akibat kesalahan kebijakan yang diambil. (Ulil)

