Khutbah Jum'at: Keutamaan 10 Hari Pertama Dzulhijjah

Suara Muhammadiyah

Penulis

1
142
Foto Ilustrasi

Foto Ilustrasi

Khutbah Jum'at: Keutamaan 10 Hari Pertama Dzulhijjah, Lebih Baik dari Jihad di Medan Perang

Oleh: Ahmad Farhan Juliawansyah, S.Ag, Wakil Mudir MBS Al Madina Pingit, Alumni PUTM Yogyakarta

Khutbah Pertama

إِنَّ الْحَمْدَ ِللهِ، نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَـادِيَ لَهُ.

أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّاللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ.

اَللَّهُمّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلى نَبِيِّنَا مُحَمّدٍ وَعَلى آلِهِ وِأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدّيْن. أَمَّا بَعْدُ:

أُوْصِيْكُمْ بِنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ. قَالَ اللهُ تَعَالَى فِيْ كِتَابِهِ الْكَرِيْمِ:

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ ٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِۦ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنتُم مُّسْلِمُونَ

يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالًا كَثِيرًا وَنِسَاءً وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالْأَرْحَامَ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا

Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah,

Dalam kesempatan yang berbahagia ini di hari Jum’at yang mulia khatib berwasiat kepada diri sendiri dan kepada jamaah sekalian, marilah kita tingkatkan kualitas iman dan takwa kita kepada Allah SWT. Takwa adalah satu-satunya perisai yang akan menjaga kita dari panasnya fitnah dunia dan pedihnya azab akhirat.

Hadirin sekalian, saat ini kita (akan) memasuki sebuah gerbang waktu yang sangat istimewa. Jika di bulan Ramadhan ada 10 malam terakhir yang puncaknya adalah Lailatul Qadar, maka di bulan Dzulhijjah, Allah SWT memberikan kita 10 hari pertama yang kemuliaannya tidak tertandingi oleh hari-hari lainnya sepanjang tahun.

Namun sayangnya, banyak di antara kita yang melewatkan hari-hari di bulan Dzulhijjah dengan begitu saja. Kita sering kali hanya fokus pada hari raya Idul Adha saja, padahal sembilan hari sebelumnya adalah musim ibadah yang sangat dahsyat pahalanya.

Hadirin yang dirahmati Allah,

Berkaitan dengan istimewanya 10 hari pertama bulan Dzulhijjah, Allah SWT sampai bersumpah di dalam al-Qur’an:

وَالْفَجْرِ. وَلَيَالٍ عَشْرٍ 

"Demi fajar, dan demi malam yang sepuluh." (QS. Al-Fajr: 1-2)

Para ahli tafsir, termasuk Ibnu Abbas r.a dan Ibnu Katsir, menegaskan bahwa yang dimaksud dengan "malam yang sepuluh" dalam ayat tersebut adalah 10 hari pertama bulan Dzulhijjah. Ketika Allah SWT bersumpah demi waktu tersebut, itu menandakan ada rahasia kemuliaan yang sangat besar di dalamnya.

Jamaah Jum’at yang Berbahagia,

Mengapa 10 hari pertama Dzulhijjah begitu hebat? Rasulullah SAW bersabda dalam sebuah hadis:


مَا مِنْ أَيَّامٍ الْعَمَلُ الصَّالِحُ فِيهَا أَحَبُّ إِلَى اللَّهِ مِنْ هَذِهِ الأَيَّامِ - يَعْنِي أَيَّامَ الْعَشْرِ - قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ وَلاَ الْجِهَادُ فِي سَبِيلِ اللَّهِ؟ قَالَ: وَلاَ الْجِهَادُ فِي سَبِيلِ اللَّهِ إِلاَّ رَجُلٌ خَرَجَ بِنَفْسِهِ وَمَالِهِ فَلَمْ يَرْجِعْ مِنْ ذَلِكَ بِشَيْءٍ

"Tidak ada hari-hari di mana amal saleh di dalamnya lebih dicintai oleh Allah daripada hari-hari ini (yaitu 10 hari pertama Dzulhijjah)." Para sahabat bertanya: "Ya Rasulullah, tidak juga dibandingkan dengan jihad fi sabilillah?" Beliau menjawab: "Tidak juga dengan jihad fi sabilillah, kecuali seseorang yang keluar dengan jiwa dan hartanya, lalu ia tidak kembali lagi dengan membawa sesuatu pun (mati syahid)." (HR. al-Bukhari, Ahmad, dan at-Tirmidzi).

Hadirin, renungkanlah hadis tersebut. Salat sunnah, sedekah, zikir, dan puasa kita di 10 hari pertama Dzulhijjah nilainya di sisi Allah sama besar dengan pahala seorang mujahid yang mati syahid dalam peperangan. Inilah "diskon besar-besaran" pahala yang Allah SWT tawarkan kepada kita. Maka alangkah rugi apabila kita tidak mengambil dan memaksimalkannya.

Ma’asyiral Muslimin,

Seorang ulama bernama al-Hafiz Ibnu Hajar al-Asqalani menjelaskan bahwa keistimewaan 10 hari Dzulhijjah adalah karena di waktu inilah seluruh induk ibadah berkumpul, yaitu shalat, puasa, sedekah, haji, dan kurban. Hal ini tidak terjadi di bulan-bulan lainnya.

Lalu, apa yang harus kita lakukan untuk menjemput keberkahan di bulan Dzulhijjah ini?

Pertama, memperbanyak zikir (tahlil, takbir, dan tahmid). Rasulullah SAW memerintahkan kita untuk membasahi lisan kita dengan zikir mutlak di hari-hari tersebut. Adapun zikir muqoyyad seperti “takbiran” mulai dibaca sejak Subuh tanggal 9 hingga Ashar tanggal 13.  

Kedua, berpuasa Sunnah. Puasa Sunnah bisa dilaksanakan sejak tanggal 1-9 Dzulhijjah dengan skema puasa full 9 hari atau Puasa Dawud atau Puasa Senin & Kamis. Akan tetapi, diusahkan tidak meninggal “Puasa Arafah” pada tanggal 9 Dzulhijjah, karena pahalanya yang luar biasa, yaitu dapat menghapuskan dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang.

Ketiga, bertaubat dari segala dosa & khilaf. Mari bersihkan hati dari noda maksiat agar ibadah kita terasa ringan.

Keempat, berkurban. Bagi siapa pun yang memiliki kelapangan rezeki, siapkanlah kurban terbaik sebagai bukti cinta kita kepada Allah SWT melebihi cinta kita pada harta.

Disebutkan dalam kitab Lathaif al-Ma’rif bahwa Said bin Jubair, seorang ulama tabiin yang sangat saleh, setiap kali masuk tanggal 1 Dzulhijjah beliau beribadah dengan sangat sungguh-sungguh sampai hampir tidak ada orang yang mampu menandingi kekhusyukannya. Beliau berkata: 

لَا تُطْفِئُوا سُرُجَكُمْ لَيَالِيَ الْعَشْرِ

"Janganlah kalian mematikan lampu-lampu kalian di malam-malam sepuluh (hari pertama Dzulhijjah)." 

Ini adalah perkataan kiasan yang maknanya agar kita menghidupkan malam-malam Dzulhijjah dengan banyak mengerjakan ibadah.

بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْلآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ ,فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْم

Khutbah Kedua

اَلْحَمْدُ ِللهِ الَّذِيْ أَنْعَمَ عَلَيْنَا بِنِعْمَةِ الْإِيْمَانِ وَالْإِسْلَامِ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ نَبِيَّنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ. أُوْصِيْكُمْ بِنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ.

Jamaah Jum’at yang Dirahmati Allah,

Waktu adalah aset yang tidak bisa diputar kembali. Di momentum 10 hari pertama Dzulhijjah, apakah kita akan membiarkannya berlalu seperti hari-hari biasa? Ataukah kita akan menjadikannya sebagai momentum untuk "hijrah" menjadi pribadi yang lebih baik?

Jangan sampai kita menyesal di kemudian hari ketika melihat orang lain mendapatkan pahala sebesar gunung, sementara kita hanya mendapatkan lelah dunia. Mari kita persiapkan niat, fisik, dan harta untuk bersedekah dan berkurban.

Akhirnya, mari kita berdoa kepada Allah SWT tuhan semesta alam:

إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيماً.

اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِيْنَ. 

اللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالمسْلِمَاتِ وَالمؤْمِنِيْنَ وَالمؤْمِنَاتِ الأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالأَمْوَاتِ إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدَّعْوَاتِ يَا قَاضِيَ الْحَاجَاتِ

اَللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ سَلامَةً فِي الدِّينِ، وَعَافِيَةً فِي الْجَسَدِ، وَزِيَادَةً فِي الْعِلْمِ، وَبَرَكَةً فِي الرِّزْقِ، وَتَوْبَةً قَبْلَ الْمَوْتِ، وَرَحْمَةً عِنْدَ الْمَوْتِ، وَمَغْفِرَةً بَعْدَ الْمَوْتِ, اللَّهُمَّ هَوِّنْ عَلَيْنَا فِي سَكَرَاتِ الْمَوْتِ، وَالنَّجَاةَ مِنَ النَّارِ، وَالْعَفْوَ عِنْدَ الْحِسَابِ.

اللَّهُمَّ إنَّا نَسْأَلُكَ الهُدَى ، والتُّقَى ، والعَفَافَ ، والغِنَى.

اللَّهُمَّ أَحْسِنْ عَاقِبَتَنَا فِى الأُمُورِ كُلِّهَا وَأَجِرْنَا مِنْ خِزْيِ الدُّنْيَا وَعَذَابِ الآخِرَةِ.

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.

وَصَلَّى اللهُ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ و َمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدّيْن.

سُبْحَٰنَ رَبِّكَ رَبِّ ٱلْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُونَ, وَسَلَٰمٌ عَلَى ٱلْمُرْسَلِينَ, وَٱلْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ ٱلْعَٰلَمِينَ.


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Khutbah

Khutbah Jum'at: Menuju Islam Indonesia yang Berkemajuan Oleh: Lulus Bektiyono, Wakil Ketua PCM....

Suara Muhammadiyah

8 March 2024

Khutbah

Khutbah Jumat: Tolak Politik Uang, Jaga Kehormatan dan Integritas بِسْمِ اللهِ الرَ�....

Suara Muhammadiyah

9 February 2024

Khutbah

Oleh: Drs HM Jindar Wahyudi, MAg, Wakil Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Boyolali, Alumni Pondok S....

Suara Muhammadiyah

29 May 2025

Khutbah

Oleh: Dwi Arianto, SSy., SPd, Sekretaris Majelis Tarjih dan Tajdid PDM Kota Bandar Lampung, Pengajar....

Suara Muhammadiyah

10 October 2024

Khutbah

Oleh: dr H Agus Taufiqurrohman, MKes., SpS Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah إِنَّ الْحَ....

Suara Muhammadiyah

4 April 2024

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah