Ketua LDK Pusat Paparkan Strategi Dakwah Komunitas ala Muhammadiyah

Publish

11 November 2025

Suara Muhammadiyah

Penulis

0
642
Muchamad Arifin, SAg., MAg

Muchamad Arifin, SAg., MAg

MAKASSAR, Suara Muhammadiyah – Majelis Tabligh Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Sulawesi Selatan kembali menggelar Sekolah Tabligh secara daring melalui Zoom Meeting. Kegiatan ini menjadi ajang penguatan kapasitas para dai dan mubaligh Muhammadiyah di seluruh wilayah Sulsel agar mampu berdakwah sesuai dengan dinamika sosial masyarakat modern.

Salah satu narasumber utama dalam kegiatan ini adalah Muchamad Arifin, Ketua Lembaga Dakwah Komunitas (LDK) Pimpinan Pusat Muhammadiyah, yang membawakan tema “Pengembangan Dakwah Komunitas di Muhammadiyah.”

Dalam paparannya selama kurang lebih 90 menit, Muchamad Arifin menjelaskan secara mendalam tentang latar belakang lahirnya Lembaga Dakwah Komunitas Muhammadiyah, yaitu sebagai respon atas kebutuhan model dakwah yang lebih kontekstual dan menyentuh realitas sosial masyarakat di berbagai lapisan.

“Muhammadiyah tidak hanya berdakwah di mimbar dan masjid, tetapi juga turun ke tengah masyarakat — ke komunitas-komunitas yang belum banyak tersentuh dakwah. Menjadi dai komunitas adalah panggilan hati yang datang dari Allah,” ungkapnya, Senin (10/11).

Menurutnya, LDK PP Muhammadiyah dibentuk dengan semangat memperluas jangkauan dakwah ke seluruh elemen umat, termasuk komunitas urban, marjinal, dunia kerja, hingga masyarakat adat dan mualaf. LDK menjadi instrumen strategis dalam memperkuat dakwah bil hal — dakwah melalui tindakan nyata — yang berorientasi pada pemberdayaan sosial dan penguatan ketahanan umat.

Lebih lanjut, Muchamad Arifin memaparkan strategi Dakwah Komunitas Muhammadiyah, yang mencakup tiga pendekatan utama. Pertama, pendekatan kultural, yakni memahami karakter sosial dan nilai-nilai lokal dalam setiap komunitas agar dakwah lebih diterima.

Kedua, pendekatan pemberdayaan, yaitu membangun kemandirian ekonomi, pendidikan, dan spiritual masyarakat melalui kolaborasi dengan berbagai pihak. Ketiga, pendekatan kolaboratif dan partisipatif, di mana dai tidak hanya memberi ceramah, tetapi menjadi bagian dari kehidupan masyarakat yang didampinginya.

“Dakwah Muhammadiyah tidak eksklusif. Ia hadir untuk semua lapisan masyarakat — dari komunitas bawah, menengah, hingga atas, termasuk daerah 3T (terdepan, terluar, tertinggal) dan komunitas mualaf. Di sana, semangat dakwah tidak sekadar mengajak kepada syariat Islam, tetapi juga membangun martabat dan kemandirian,” tegasnya. (Rif)


Komentar

Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

MAKASSAR, Suara Muhammadiyah - Prestasi membanggakan diraih dua mahasiswa Universitas Muhammadiyah (....

Suara Muhammadiyah

2 February 2024

Berita

CILACAP, Suara Muhammadiyah - Verifikator atau Agen platform digital terpadu Satu Muhammadiyah (Satu....

Suara Muhammadiyah

12 March 2026

Berita

JAKARTA, Suara Muhammadiyah - Bulan Ramadhan adalah momen ideal untuk memaksimalkan habluminallah da....

Suara Muhammadiyah

20 March 2024

Berita

MANGGARAI TIMUR, Suara Muhammadiyah - Dalam rangka menjaga kelestarian ekosistem pesisir dan me....

Suara Muhammadiyah

23 October 2025

Berita

PEKALONGAN, Suara Muhammadiyah – Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan (UMPP) turut b....

Suara Muhammadiyah

15 January 2026

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah