KAKILIMA PCPM - PCNA Ngaglik Ajak Anak Muda Hadapi Kecemasan di Malam Tahun Baru

Publish

1 January 2026

Suara Muhammadiyah

Penulis

0
211
Istimewa

Istimewa

SLEMAN, Suara Muhammadiyah — Isu kesehatan mental dan kecemasan kolektif menjadi sorotan dalam kegiatan KAKILIMA (Kajian Keliling Lintas Kampung dan Masjid) yang digelar PCPM Ngaglik bersama PCNA Ngaglik pada malam pergantian Tahun Baru, Selasa (31/12/2025).

Bila tahun baru biasanya berbicara soal harapan dan impian di tahun depan. Agaknya tahun ini, kecemasan jadi isu cukup sentral di kalangan masyarakat. Suatu anomali yang nyata terjadi saat ini.

Kegiatan KAKILIMA berlangsung di Gedung Pusdiklat PP Muhammadiyah, Jalan Kaliurang Km 8, Sleman, dari seusai salat Isya hingga sekitar pukul 23.00 WIB. Forum ini diikuti lebih dari 60-an kader muda Muhammadiyah Ngaglik dan masyarakat sebagai ruang refleksi akhir tahun.

Ketua PCPM Ngaglik, Muhammad Zulfi Ifani, menyampaikan bahwa KAKILIMA menjadi ikhtiar untuk menjaga soliditas gerakan di tengah situasi yang penuh ketidakpastian.  “Di era seperti sekarang, kita harus bersatu padu dan sering-sering berkumpul. Kebaikan akan jauh lebih solid ketika dijalankan dalam satu barisan,” ujarnya.

Sebagai narasumber, panitia menghadirkan Lya Fahmi, seorang influencer, psikolog sekaligus Kader Nasyiatul Aisyiyah yang dikenal kritis dalam membahas relasi antara kesehatan mental dan kondisi sosial. Lya sebelumnya viral di media sosial melalui konten yang menyoroti klien stres bukan karena persoalan pribadi, melainkan karena persoalan negara dan krisis kepercayaan.

Dalam forum tersebut, Lya menjelaskan bahwa, “Rasa cemas, marah, lelah, dan emosi itu wajar di era sekarang. Kita hidup di tengah banjir informasi dan ketidakpastian,” kata Lya.

Ia mencontohkan pengalaman beberapa waktu lalu saat klien datang dengan kondisi emosional sejak awal sesi. “Ada klien yang langsung menangis dan mengatakan putus asa menjadi warga negara. Ia merasa rakyat tidak dihargai dan tidak didengarkan, terutama ketika melihat penanganan korban bencana di Sumatera,” tuturnya.

Fenomena tersebut, menurut Lya, menegaskan bahwa kesehatan mental tidak dapat dipahami semata-mata sebagai persoalan individu. Kondisi psikologis seseorang juga sangat dipengaruhi oleh situasi sosial dan politik, termasuk sejauh mana masyarakat merasakan keadilan dalam kehidupan sehari-hari. Sehingga, persoalan mental saat ini bersifat kolektif dan membutuhkan respons bersama, salah satunya melalui ruang perjumpaan dan kebersamaan.

Melalui KAKILIMA, PCPM dan PCNA Ngaglik berharap anak muda memiliki kesadaran mental yang lebih baik serta mampu saling menguatkan dalam menghadapi tantangan zaman.


Komentar

Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

SEMARANG, Suara Muhammadiyah – Hotel Santika Premiere menjadi saksi kebersamaan Majelis Pembin....

Suara Muhammadiyah

18 December 2023

Berita

Sinergi Bersama dan Berkolaborasi   SAMARINDA, Suara Muhammadiyah – Orientasi Kader Aksi....

Suara Muhammadiyah

17 October 2024

Berita

BENGKULU, Suara Muhammadiyah - Suasana kampus Universitas Muhammadiyah Bengkulu (UMB) mendadak riuh ....

Suara Muhammadiyah

14 October 2024

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – Sebanyak 20 calon jamaah umrah yang akan berangkat melalui bi....

Suara Muhammadiyah

17 January 2025

Berita

JAKARTA, Suara Muhammadiyah – Pimpinan Daerah Muhammadiyah Jakarta Timur memenuhi undangan aud....

Suara Muhammadiyah

23 August 2025