Ibadah Ramadhan dan Kedamaian Diri

Publish

10 February 2026

Suara Muhammadiyah

Penulis

0
87
Foto Istimewa

Foto Istimewa

Ibadah Ramadhan dan Kedamaian Diri

Oleh: Mohammad Fakhrudin

Sejak beberapa tahun terakhir ini kita hidup pada era volatility, uncertainty, complexity, dan ambiguity (VUCA). Fenomena VUCA dapat kita saksikan di seluruh belahan dunia.

Volatility merujuk kepada keadaan, bahkan dapat juga merujuk kepada pendapat dan sikap, yang tidak stabil. Di bidang politik dan ekonomi hal itu dengan mudah dapat kita saksikan. Uncertainty merujuk kepada ketidakmenentuan atau ketidakpastian. Dalam hubungannya dengan cuaca (iklim) misalnya kita benar-benar dapat merasakan dampaknya, terutama pada kesehatan. Complexity mengacu kepada kekompleksan masalah sebagai akibat volatility dan uncertainty. Makin  kita sadari bahwa masalah kehidupan manusia jalin-berjalin. Ambiguity mengacu kepada keambiguan yang mengakibatkan ketidakmampuan para pakar (apalagi orang awam) merumuskan secara akurat tentang ancaman dan peluang. 

Pada era VUCA ini makin banyak orang yang mengalami kegalauan dalam hidupnya. Ketika menghadapi kegalauan, ada orang yang pura-pura mengetahui atau "sok tahu" solusi mengatasi kegalauan itu. Mereka hidup dengan pandangan yang menganggap kesenangan dan kenikmatan materi sebagai tujuan utama dalam hidup atau hedonisme. 

Oleh karena itu, ketika galau, mereka pergi ke kafe. Di tempat ini mereka minum-minum, berjoget, bernyanyi, dan mendengarkan musik. Mereka tampak bahagia. Namun, sepulang dari kafe, mereka kembali galau, bahkan, ada yang lebih galau sehingga akhirnya bunuh diri. Mereka sama sekali tidak mengenal dosa, maka memilih mengakhiri hidupnya dengan bunuh diri. Mereka tidak mengenal juga doa, surga-neraka,.dan pahala. 

Ada pula di antara mereka yang memilih pergi ke tempat rekreasi, baik sendirian maupun  bersama komunitasnya. Di sini mereka berfoto, baik sendirian maupun bersama dengan berbagai pose; berteriak lepas, bernyanyi bersama, atau aktivitas lain. Semua itu dilakukannya dengan harapan dapat mengusir kegalauan.

Ketika itu dan di situ, wajah mereka tampak ceria. Semangatnya bangkit seperti benar-benar lepas dari kegalauan. Namun, setelah sampai di rumah? Dua hari setelah itu? Setelah satu pekan?

Orang beriman menyadari sekurang-kurangnya hal-hal berikut ini merupakan bagian dari penyebab "kegalauan", yakni (a) kesadaran berdosa, (b) ketidaktahuan amal terakhir: surga atau neraka, (c) kesadaran ada doa yang belum terkabul, dan (d) kebangkrutan pahala amal kebaikan.

Orang yang beriman mengetahui solusi mengatasi "kegalauan" itu. Banyak cara yang yang ditempuhnya. Di antaranya adalah beribadah Ramadhan sesuai dengan  tuntunan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Pengaruh Ibadah Ramadhan terhadap Kedamaian Diri

Ibadah Ramadhan, jika dilakukan dengan benar, dapat mendatangkan kedamaian. Memang demikianlah! Ibadah Ramadhan yang dilakukan dengan benar berpengaruh besar terhadap pemerolehan kedamaian diri. Puasa yang dilakukan dengan asal-asalan hanya mendatangkan lapar dan dahaga atau sekadar menggugurkan kewajiban. 

Menghapus Dosa

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda bahwa muslim yang berpuasa Ramadhan dengan dasar iman dan berharap mendapat padala dari Allah Subhanahu wa Ta’ala dihapus dosanya yang telah lalu. Hal itu dijelaskan di dalam HR al-Bukhari dan Muslim berikut ini.

مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

“Barang siapa berpuasa Ramadhan atas dasar iman dan mengharap pahala dari Allah, maka dosanya yang telah lalu akan diampuni.” 

Setiap muslim meyakini bahwa dirinya mempunyai dosa, baik akibat ucapan maupun perbuatannya, baik yang disadari maupun yang tidak disadari. Namun, dengan berpuasa, dia diampuni. Pengampunan tersebut tentu mendatangkan kedamaian. 

Merupakan Sebab Masuk Surga

Orang beriman yakin bahwa Allah Subhanahu wa Ta’ala menciptakan surga, yaitu tempat yang sangat indah dan menyenangkan. Apa pun yang diinginkan oleh manusia disediakan di situ. Hal itu dijelaskan di dalam Al-Qur’an misalnya pada surat Yaasin (36):57

لَهُمْ فِيْهَا فَاكِهَةٌ وَّلَهُمْ مَّا يَدَّعُوْنَۚ

“Di (surga) itu mereka memperoleh buah-buahan dan apa saja yang mereka inginkan.”

Gambaran surga yang serbamenyenangkan dijelaskan juga, antara lain, di dalam surat  Fatir (35):33; az-Zukhruf (43):71; Ad-Dukhaan (44):51-56.

Di dalam hadis pun ada gambaran surga yang sangat menyenangkan. Hadis berikut ini merupakan contoh.

 إِنَّ اللَّهَ يَقُولُ لِأَهْلِ الْجَنَّةِ يَا أَهْلَ الْجَنَّةِ فَيَقُولُونَ لَبَّيْكَ رَبَّنَا وَسَعْدَيْكَ وَالْخَيْرُ فِي يَدَيْكَ فَيَقُولُ هَلْ رَضِيتُمْ فَيَقُولُونَ وَمَا لَنَا لَا نَرْضَى يَا رَبِّ وَقَدْ أَعْطَيْتَنَا مَا لَمْ تُعْطِ أَحَدًا مِنْ خَلْقِكَ فَيَقُولُ أَلَا أُعْطِيكُمْ أَفْضَلَ مِنْ ذَلِكَ فَيَقُولُونَ يَا رَبِّ وَأَيُّ شَيْءٍ أَفْضَلُ مِنْ ذَلِكَ فَيَقُولُ أُحِلُّ عَلَيْكُمْ رِضْوَانِي فَلَا أَسْخَطُ عَلَيْكُمْ بَعْدَهُ أَبَدًا  [أخرجه البخاري ومسلم]

“Sesungguhnya, Allah Ta’ala kelak akan berkata kepada penghuni surga, Wahai penduduk surga. Mereka menjawab, Kami dengar dan penuhi panggilan-Mu wahai Rabb kami, dan kebaikan ada ditangan-Mu. Allah lalu bertanya, Apakah kalian sudah rida. Mereka menjawab. Mengapa tidak rida, wahai Rabb kami. Sungguh, Engkau telah beri kami yang belum pernah diberikan kepada seorang pun dari makhluk-Mu. Allah berfirman, Aku akan beri kalian sesuatu yang lebih baik dari ini semua. Mereka pun penasaran dan bertanya, Wahai Rabb, mana ada sesuatu yang lebih baik dari ini semua? Allah menjawab, (yaitu) Aku halalkan atas kalian rida-Ku dan tidak pernah lagi Aku murka atas kalian setelah ini selama-lamanya.“ (HR al-Bukhari dan HR Muslim dari sahabat Abu Sa’id al-Khudri radiyallahu ‘anhu)

Surga yang demikian menyenangkan disediakan bagi muslim yang berpuasa dijelaskan juga di dalam HR al-Bukhari dan HR Muslim berikut ini.

عن سهل بن سعد عن النبي صلى اللَّه عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ :
إِنَّ فِي الْجَنَّةِ بَابًا يُقَالُ لَهُ الرَّيَّانُ يَدْخُلُ مِنْهُ الصَّائِمُونَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ لَا يَدْخُلُ مِنْهُ أَحَدٌ غَيْرُهُمْ يُقَالُ أَيْنَ الصَّائِمُونَ فَيَقُومُونَ لَا يَدْخُلُ مِنْهُ أَحَدٌ غَيْرُهُمْ فَإِذَا دَخَلُوا أُغْلِقَ فَلَمْ يَدْخُلْ مِنْهُ أَحَدٌ (رواه البخاري، رقم  1763 ،  ومسلم، رقم

“Dari Sahl bin Sa’ad, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda, Sesungguhnya, di surga ada pintu yang dinamakan ar-Rayyan. Orang-orang yang berpuasa pada hari kiamat masuk dari pintu itu. Tidak dibolehkan seorang pun memasukinya selain mereka. Lalu, dikatakan, Di mana orang-orang yang berpuasa? Mereka pun bangkit, tidak ada seorang pun yang masuk, kecuali dari mereka. Ketika mereka telah masuk, (pintunya) ditutup dan tidak seorang pun masuk lagi.”

Setiap muslim yang benar akidahnya pasti beriman bahwa surga merupakan tempat kehidupan di akhirat yang serbamenyenangkan dan bersifat abadi. Setiap muslim mukmin pasti menginginkannya. Bukankah sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam di dalam hadis tersebut mendatangkan kedamaian? Setiap muslim pati mengimani kebenaran sabdanya.

Menjadi Sarana Terkabulnya Doa

Di dalam HR at-Timizi dan HR Ibnu Majah dijelaskan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, 

عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم-  ثَلاَثَةٌ لاَ تُرَدُّ دَعْوَتُهُمُ الإِمَامُ الْعَادِلُ وَالصَّائِمُ حَتَّى يُفْطِرَ وَدَعْوَةُ الْمَظْلُومِ 

“Dari Abu Hurairah, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, Ada tiga doa yang tidak tertolak, yaitu doa pemimpin yang adil, doa orang yang berpuasa sampai ia berbuka, dan doa orang yang terzalimi.” 

Sementara itu, di dalam hadis lain yang diriwayatkan oleh Ibnu Majah juga dijelaskan,

عَبْدَ اللَّهِ بْنَ عَمْرِو بْنِ الْعَاصِ يَقُولُ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم-  إِنَّ لِلصَّائِمِ عِنْدَ فِطْرِهِ لَدَعْوَةً مَا تُرَدُّ 

“Dari ‘Abdullah bin ‘Amr bin Al ‘Ash, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, Sesungguhnya, doa orang yang berpuasa ketika berbuka tidaklah tertolak.” 

Sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tersebut tentu mendatangkan kedamaian bagi setiap muslim yang berpuasa!

Merupakan Ibadah yang Pahalanya Dilipatgandakan

Pelipatgandaan pahala merupakan hal yang mendatangkan kedamaian. Mengapa? Setiap muslim menyadari bahwa usia merupakan rahasia Ilahi. Kita sadar bahwa pahala yang kita peroleh melalui amal saleh masih sangat jauh dari yang seharusnya. Bahkan, kita sadar pula bahwa ada amal saleh kita yang terhapus akibat ucapan dan/atau perbuatan kita sendiri. Bukankah kesadaran yang demikian menimbulkan kegalauan? Namun, kegalauan itu berganti dengan kedamaian karena Allah Subhanahu wa Ta'ala melipatgandakan pahala bagi orang yang berpuasa, bahkan, Dia sendiri yang membalas.

Sementara itu, kita ketahui pula bahwa dari Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

كُلُّ عَمَلِ ابْنِ آدَمَ يُضَاعَفُ الْحَسَنَةُ عَشْرُ أَمْثَالِهَا إِلَى سَبْعِمِائَةِ ضِعْفٍ قَالَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ إِلاَّ الصَّوْمَ فَإِنَّهُ لِى وَأَنَا أَجْزِى بِهِ يَدَعُ شَهْوَتَهُ وَطَعَامَهُ مِنْ أَجْلِى لِلصَّائِمِ فَرْحَتَانِ فَرْحَةٌ عِنْدَ فِطْرِهِ وَفَرْحَةٌ عِنْدَ لِقَاءِ رَبِّهِ. وَلَخُلُوفُ فِيهِ أَطْيَبُ عِنْدَ اللَّهِ مِنْ رِيحِ الْمِسْكِ

“Setiap amalan kebaikan yang dilakukan oleh manusia akan dilipatgandakan dengan sepuluh kebaikan yang semisal hingga tujuh ratus kali lipat. Allah ‘Azza wa Jalla berfirman (yang artinya), Kecuali amalan puasa. Amalan puasa tersebut adalah untuk-Ku. Aku sendiri yang akan membalasnya sebab dia telah meninggalkan syahwat dan makanan karena-Ku. Bagi orang yang berpuasa akan mendapatkan dua kebahagiaan yaitu kebahagiaan ketika dia berbuka dan kebahagiaan ketika berjumpa dengan Rabbnya. Sungguh, bau mulut orang yang berpuasa lebih harum di sisi Allah daripada bau minyak kasturi.” (HR al-Bukhari dan HR Muslim)

Masyaallah!


Komentar

Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

TEGAL, Suara Muhammadiyah - Hari ber-Muhammadiyah merupakan hari dimana dilakukan Tabligh ....

Suara Muhammadiyah

4 December 2023

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – Sejak Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasm....

Suara Muhammadiyah

28 August 2025

Berita

SURAKARTA, Suara Muhammadiyah - Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menjadi tuan rumah penyelen....

Suara Muhammadiyah

15 October 2024

Berita

MAKASSAR, Suara Muhammadiyah - Universitas Muhammadiyah Makassar (Unismuh) berhasil mempertahankan s....

Suara Muhammadiyah

14 October 2025

Berita

MEDAN, Suara Muhammadiyah - Majelis Pustaka dan Informasi (MPI) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sumate....

Suara Muhammadiyah

17 March 2025