Halal Terjamin, Instalasi Gizi PKU Palangka Raya Resmi Bersertifikat

Suara Muhammadiyah

Penulis

0
176
Foto Istimewa

Foto Istimewa

Instalasi Gizi Rumah Sakit Islam PKU Muhammadiyah Palangkaraya, Resmi Bersertifikat Halal Perkuat Layanan Islami 

PALANGKARAYA, Suara Muhammadiyah - Rumah Sakit Islam PKU Muhammadiyah Palangka Raya, Kalimantan Tengah menjadi Rumah Sakit swasta pertama yang telah tersertifikasi halal dari Lembaga Pemeriksa Halal dan Kajian Halalan Thayyiban (LPH-KHT) Muhammadiyah pada 21 Februari 2026, dan sertifikat diserahkan secara langsung oleh tim halal center universitas Muhammadiyah Palangka Raya (UMPR), pada, 16 Maret 2026, bertempat di Aula Syafi’i Ma’rif lantai III. Ini merupakan suatu wujud nyata RS Islam PKU Muhammadiyah Palangka Raya dalam melaksanakan komitmen terhadap konsep rumah sakit Muhammadiyah yang unggul dan Islami.

Konsep layanan yang berbasis Islami tidak hanya berfokus pada pelayanan medisnya saja. Tetapi juga pelayanan kebutuhan rohaniah bagi customer, pelayanan nutrisi terhadap customer yang juga menjadi penting untuk diperhatikan kehalalanya Mulai dari pemilihan bahan, kemudian cara mengolah/memasak, sampai pada perhitungan kebutuhan nutris harus dikelola secara syari’ah.

Disampaikan oleh direktur utama rumah sakit Islam PKU Muhammadiyah Palangka Raya, dr. Lia Indriana, Rumah Sakit Islam PKU Muhammadiyah  Palangka Raya adalah rumah sakit swasta pertama di kota Palangka Raya bahkan di Kalimantan Tengah yang mengawali sertifikasi halal oleh Lembaga Pemeriksa Halal dan Kajian Halalan Thayyiban (LPH-KHT) Muhammadiyah, pada layanan instalasi gizinya yang berada rumah sakit. Konsep layanan gizi RS berkomitmen dalam memberikan nutrisi untuk pasien harus halal dan thoyib (baik). 

“Di dalam konteks pemberian nutrisi bagi pasien, yang perlu diperhatikan adalah halal dan thoyibah. Makanan yang dikonsumsi pasien harus halal, agar do’a yang dipanjatkan oleh pasien ini bisa diterima oleh Allah SWT. Sedangkan Thoyibah itu maksudnya adalah kebaikan dari makanan yang diberikan kepada pasien. Mulai dari pemilihan bahan, kemudian cara mengolah/memasak, sampai pada perhitungan kebutuhan nutrisi pasien, itu harus pas, Tidak boleh lebih atau bahkan kurang, agar makanan yang dikonsumsi pasien menjadi nutrisi yang membantu kesembuhan pasien,” ucapnya. 

Dalam acara serah terima sertifikat tersebut, turut di hadiri oleh dr. Widya Dewi Jayanti, Direktur Pelayanan dan Penunjang Medik, Drs. Mulyono, M.Pd, Direktur Keuangan dan Kemuhammadiyahan,  Kepala Instalasi Gizi, Lihaisa Lily, AMG, serta rombongan dari halal canter universitas Muhammadiyah Palangka Raya (UMPR). (mf)

 

 

 

 

 


Komentar

Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

PALEMBANG, Suara Muhammadiyah - Sanggar Tari Muhdelas, salah satu program unggulan baru SD Muha....

Suara Muhammadiyah

13 October 2025

Berita

JAKARTA, Suara Muhammadiyah – Hadirnya SM Tour and Travel terus mendapat apresiasi positif dar....

Suara Muhammadiyah

29 December 2024

Berita

ACEH TAMIANG, Suara Muhammadiyah — Akses layanan kesehatan yang belum sepenuhnya pulih pascaba....

Suara Muhammadiyah

24 December 2025

Berita

MAKASSAR, Suara Muhammadiyah – Sebenarnya semua orang bisa bahagia karena kebahagiaan adalah m....

Suara Muhammadiyah

20 December 2024

Berita

Keren, SD Muhammadiyah Sapen Boyong 17 Medali Final OMNAS 2024 Tingkat Nasional SURABAYA, Suara Muh....

Suara Muhammadiyah

28 June 2024

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah