Akses Kesehatan Terbatas, Tim EMT Unismuh Layani Ratusan Warga Aceh Tamiang

Suara Muhammadiyah

Penulis

0
278
Istimewa

Istimewa

ACEH TAMIANG, Suara Muhammadiyah — Akses layanan kesehatan yang belum sepenuhnya pulih pascabanjir dan longsor mendorong Emergency Medical Team (EMT) Universitas Muhammadiyah Makassar membuka layanan kesehatan langsung di tengah permukiman warga. Pada Selasa, 23 Desember 2025, tim melayani 156 pasien di Kampung Teluk Kepayang, Kecamatan Bendahara, Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh.

Ketua Tim EMT Unismuh Makassar, dr. Muh. Ihsan Kitta, Sp.OT, mengatakan layanan dipusatkan di Kantor Datok Penghulu Teluk Kepayang setelah tim berkoordinasi dengan Health Emergency Operation Center (HEOC) dan Kepala Puskesmas Sungai Yu. Wilayah ini dipilih karena banyak warga belum dapat mengakses puskesmas maupun rumah sakit akibat kondisi lingkungan yang belum sepenuhnya pulih.

“Selama ini banyak warga mengalami gangguan kesehatan, tetapi belum bisa ke puskesmas karena akses dan keterbatasan layanan mobile. Karena itu, kami mendekatkan layanan langsung ke masyarakat,” ujar Ihsan, Selasa (23/12).

Layanan EMT Unismuh Makassar menjangkau warga dari tiga kampung, yakni Teluk Kepayang, Teluk Kemiri, dan Teluk Halban. Berdasarkan data lapangan, Kampung Teluk Kepayang dihuni sekitar 650 jiwa (186 kepala keluarga), dengan 141 rumah mengalami kerusakan ringan hingga sedang akibat banjir .

Dalam satu hari layanan, tim mencatat 156 pasien dari berbagai kelompok usia, mulai balita hingga lanjut usia. Infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) menjadi keluhan terbanyak, disusul gangguan kulit, keluhan pencernaan ringan, serta penyakit pascabanjir lainnya. Selain itu, tim juga memberikan dua layanan pemeriksaan kehamilan bagi warga setempat .

Menurut Ihsan, luasnya cakupan wilayah dan keterbatasan jaringan komunikasi menjadi tantangan tersendiri dalam penyampaian informasi layanan kepada warga.

“Wilayahnya cukup luas dan jaringan internet belum stabil. Karena itu, kami terus berkoordinasi dengan Datok Penghulu dan perangkat kampung agar informasi layanan bisa menjangkau warga di kampung sekitar,” kata Ihsan. 

Selain pemeriksaan dan pengobatan, EMT Unismuh Makassar juga melakukan penyuluhan kesehatan, terutama terkait cuci tangan pakai sabun (CTPS) sebagai upaya pencegahan penyakit pascabanjir. Tim turut membagikan 50 paket hygiene kit kepada keluarga terdampak dan menyatakan distribusi akan dilanjutkan sesuai kebutuhan lapangan .

Sebanyak 10 tenaga kesehatan terlibat dalam operasi ini, terdiri atas dokter spesialis, dokter umum, perawat, bidan, tenaga kefarmasian, serta mahasiswa profesi kedokteran. Mereka bertugas secara bergilir menyesuaikan kebutuhan layanan di lapangan. 

EMT Unismuh Makassar dijadwalkan melanjutkan misi kemanusiaan di Aceh Tamiang hingga 30 Desember 2025, dengan fokus pada layanan kesehatan dasar, pelayanan jemput bola, serta pemenuhan kebutuhan obat-obatan dan perlengkapan kebersihan bagi warga terdampak bencana.


Komentar

Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

SLEMAN, Suara Muhammadiyah - Dalam rangka memperingati hari difabel internasional, Majelis Pembinaan....

Suara Muhammadiyah

26 December 2023

Berita

SLEMAN, Suara Muhammadiyah - Lurah Condongcatur, Reno Candra Sangaji, S.IP., M.IP., menghadiri ....

Suara Muhammadiyah

27 November 2023

Berita

CILACAP, Suara Muhammadiyah - MasjidMu Al Amin Cukangleuleus Adimulya Wanareja Cilacap, menyelenggar....

Suara Muhammadiyah

21 July 2025

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) kembali menunjukkan ....

Suara Muhammadiyah

18 November 2025

Berita

Sosialisasi Profesi yang Income-nya di Atas Rata-Rata  MAKASSAR, Suara Muhammadiyah - Sulawesi....

Suara Muhammadiyah

22 January 2025