Halal Bihalal: Mencairkan Hubungan yang Beku dan Kaku

Suara Muhammadiyah

Penulis

0
1055
Halal Bihalal UMM

Halal Bihalal UMM

MALANG, Suara Muhammadiyah - Halal bihalal dapat menjadi sebuah wahana yang tepat untuk mencairkan relasi yang beku atau hubungan yang kaku antarsesama. Dengan memanfaatkan momentum tersebut, setiap orang memiliki kesempatan yang sama untuk saling maaf-memaafkan. Meski tradisi ini tak tertulis dalam teks suci Al-Qur’an, namun kebiasaan baik ini secara langsung mengandung nilai-nilai yang sejalan dengan spirit Islam sebagai agama cinta kasih dan rahmat bagi seluruh alam. 

Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Muhadjir Effendy mengamini hal tersebut dengan menyitir sebuah ayat QS. Ali Imran 133. Ayat ini menjelaskan terkait siapa saja orang yang dijamin masuk surga. Salah satunya adalah mereka yang mau memaafkan kesalahan saudaranya. 

Menanggapi perkembangan UMM (Universitas Muhammadiyah Malang) sebagai salah satu institusi pendidikan tinggi terbaik milik Muhammadiyah, mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI tersebut menyebut perjalanan 61 tahun bukan waktu yang singkat bagi UMM. Dalam rentang waktu tersebut sudah banyak yang dilakukan UMM. Berbagai program pun dibuat untuk meningkatkan kualitas UMM secara merata. Hingga UMM menjadi perguruan tinggi yang dihormati dan disegani di kawasan. 

Capaian ini menurut Muhadjir tak dapat dilepaskan dari keberhasilan UMM dalam membangun sistem regenerasi yang berjalan dinamis. “Sejujurnya saya sekarang sudah tidak banyak kenal dengan dosen-dosen di UMM ini, yang baru-baru saya tidak kenal. Dan saya senang, artinya, proses regenerasi di UMM telah terjadi dengan baik,” ujarnya dalam agenda Halal Bihalal yang berlangsung di Dome UMM (9/4). 

Saat ini, jumlah dosen UMM ada sekitar 1.127 orang, karyawannya berjumlah 700 orang, dan ini belum termasuk karyawan tidak tetap dengan beragam skema kerja yang ada. Itu artinya ada ribuan orang yang menggantungkan hidupnya di UMM. Menjadi lahan untuk beramal dan berkontribusi yang pahalanya bersifat intangible. 

“Pesan saya, mohon jaga betul keberadaan UMM ini. Jangan mencoba bermain-main dengan lembaga ini. Untuk yang diberi amanah juga, tegakkan amanah itu dengan sebaik-baiknya. Sementara mereka yang ikut menjadi bagian dari UMM, hayatilah keberadaan UMM dan betul-betul merasa memiliki UMM. Jangan sampai, hidupnya di UMM tapi ada rasa tidak suka. Bahkan kalau di luar mengkritik dengan cara yang tidak bijak,” pesannya. 

Di momentum lebaran tersebut Muhadjir menegaskan perlunya setiap insan yang bekerja di Amal Usaha Muhammadiyah melakukan konsolidasi. Menyadari bahwa setiap institusi, di samping memiliki posisi yang sangat penting bagi keberlangsungan hidupnya juga menuntut tanggung jawab dan komitmen yang besar untuk dijaga dan dikembangkan dengan berbagai program terobosan.  

“Saya yakin UMM akan terus berkibar dan terus maju, terus membawa marwah Muhammadiyah yang patut diperhitungkan dan disegani, bukan hanya di Indonesia, tapi juga panggung internasional,” tutupnya. (diko)

 


Komentar

Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

ALOR, Suara Muhammadiyah - Bertepatan dengan tanggal 18 November 2023, genap sudah Persyarikatan Muh....

Suara Muhammadiyah

20 November 2023

Berita

MADINAH, Suara Muhammadiyah – Kuliah kerja nyata (KKN) Internasional di Saudi Arabia resmi dib....

Suara Muhammadiyah

6 September 2023

Berita

PURWOKERTO, Suara Muhammadiyah - Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Muhammadiyah Pur....

Suara Muhammadiyah

1 November 2023

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikb....

Suara Muhammadiyah

18 September 2023

Berita

PALU, Suara Muhammadiyah – Lembaga Resiliensi Bencana (LRB) / Muhammadiyah Disaster Management....

Suara Muhammadiyah

17 October 2025

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah