Haedar Nashir Dorong Pemimpin Punya Sensitivitas dalam Membimbing Umat

Publish

11 November 2025

Suara Muhammadiyah

Penulis

0
425
Prof Dr Haedar Nashir, MSi. Foto: Cris

Prof Dr Haedar Nashir, MSi. Foto: Cris

SLEMAN, Suara Muhammadiyah - Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir membuka Sekolah Kepemimpinan Nasional (SKN) 2025 di Balai Besar Pengembangan Penjaminan Mutu Pendidikan Vokasi Seni dan Budaya Klidon Sukoharjo Ngaglik, Sleman, Selasa (11/11).

Dalam kesempatan itu, Haedar mengapresiasi tinggi atas dedikasi dan langkah Lembaga Hikmah dan Kebijakan Publik (LHKP) sebagai inisiator dengan menggelar acara penting tersebut.

"Ini langkah baru LHKP dan menjadi model ke depan yang waktunya cukup panjang (40 hari). Saya yakin matang, karena yang menemani, membimbing, dan mengarahkan juga para tokoh senior dan berpengalaman," katanya.

Dalam kesempatan itu, menyoroti hal ihwal kepemimpinan. Menurut Haedar, kata kepemimpinan berasal dari pemimpin, yang berada di lapisan penting dan teratas di suatu organisasi atau kelompok tertentu.

"Perannya sangat penting. Tinggal anda, apakah mau naik kelas atau tidak, dari orang biasa untuk menjadi orang yang berpikir dengan otak. Dan otaknya bukan sembarangan, tapi otaknya yang cerdas," ujarnya.

Di samping itu, pemimpin meniscayakan peran mengatur. Pemimpin memiliki kemampuan untuk mengatur sumber daya, tugas, dan tanggung jawab tertinggi agar tercapai tujuan dengan efisien.

"Banyak lalu lintas orang kepentingan dan segala macam, di situlah pemimpin harus bisa mengatur. Tapi terkadang, mengatur tidak nyaman buat orang yang diatur karena pada dasarnya orang ingin leluasa berbuat apa saja. Tapi, dalam sebuah kepemimpinan itu harus ada," tegasnya.

Lebih lanjut, pemimpin punya peran sebagai pembimbing. Peran pembimbing mencakup memberikan motivasi, membantu mengatasi masalah, serta menyediakan solusi atas permasalahan yang dihadapi.

"Kalau anda sudah punya peran membimbing orang, itu sudah punya potensi sebagai pemimpin," jelasnya.

Bersamaan dengan itu, pemimpin juga harus bisa menunjukkan jalan yang benar dan benderang. "Karena dalam hidup itu banyak persimpangan. Dan kita pemimpin harus bisa memberi arah," bebernya.

Termasuk, memberikan arah benar-salah, baik-buruk, pantas-tidak pantas, dan sebagainya.

"Anda diajak (lewat SKN 2025) untuk belajar menjadi pemimpin. Mungkin tidak sekali jadi, tapi proses ini cukup sebenarnya untuk melakukan proses inkubasi," jelasnya. (Cris)


Komentar

Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

Download Jadwal Imsakiyah Ramadhan 1447 H/2026 M se-Indonesia YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah &ndash....

Suara Muhammadiyah

27 January 2026

Berita

PADANG, Suara Muhammadiyah - "Zaman new ini semuanya sudah serba digital." Kalimat sederhana itu mel....

Suara Muhammadiyah

27 September 2025

Berita

SUKOHARJO, Suara Muhammadiyah - Setelah sukses menggelar Darul Arqam Nasyiatul Aisyiyah (DANA) I, PD....

Suara Muhammadiyah

16 December 2025

Berita

PADANGPANJANG, Suara Muhammadiyah -- Bertempat di Gedung Pertunjukkan Hoeriyah Adam, ISI Padang Panj....

Suara Muhammadiyah

27 April 2024

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Penelitian dan Pengembangan 'Aisyiyah (LPPA) Pimpinan Pusat 'Aisyiy....

Suara Muhammadiyah

7 October 2025