JAKARTA, Suara Muhammadiyah – Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah melakukan kunjungan resmi ke Kantor Kedutaan Besar Arab Saudi di Jakarta Selatan pada Senin (6/4). Kunjungan ini merupakan pemenuhan undangan dari Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia, Faisal bin Abdullah Al-Amudi, guna membahas berbagai isu strategis mulai dari pelaksanaan ibadah haji hingga situasi geopolitik terkini.
Dalam pertemuan tersebut, Ketua PP Muhammadiyah, Dr Kiai Saad Ibrahim, hadir didampingi oleh Ketua Lembaga Pembinaan Haji dan Umrah (LPHU) PP Muhammadiyah, Dr Muhammad Ziyad, dan Sekretaris LPHU, Dr Marjuki Al Jawiy.
Muhammadiyah memberikan dukungan penuh serta masukan agar jamaah haji tahun ini mendapatkan kenyamanan dan keamanan yang maksimal. Kiai Saad Ibrahim menekankan kompleksitas ibadah haji yang memerlukan penanganan luar biasa.
"Setiap kita memahami bahwa haji itu adalah ibadah yang sangat kompleks, melibatkan aspek rohani dan juga jasmani, melibatkan ekonomi, geografis, dan lain sebagainya," ungkap Kiai Saad saat memberikan keterangan kepada media. Ia juga menegaskan keyakinan organisasi terhadap otoritas setempat: "Muhammadiyah percaya bahwa Saudi Arabia itu memiliki kemampuan untuk menjawab pelaksanaan haji," tambahnya.
Menanggapi hal tersebut, Dubes Faisal bin Abdullah Al-Amudi memastikan bahwa persiapan berjalan lancar. "Alhamdulillah Saudi Arabia negara nyaman, stabil, dan mengenai berkaitan dengan persiapan-persiapan haji sesuai dengan rencana, insyaallah tidak ada perubahan-perubahan lainnya," jelas Dubes Faisal.
Pertemuan ini juga mempertegas kedekatan hubungan antara Muhammadiyah dan Kerajaan Arab Saudi, khususnya di bidang pendidikan yang telah berlangsung lama. Dubes Faisal menyatakan hubungan Muhammadiyah dengan Kerajaan memiliki hubungan yang sangat erat di berbagai macam bidang, terutama berkaitan dengan kerja sama pendidikan dan itu terus berlanjut sampai saat ini.
Selain itu, Dubes Faisal juga memberikan pembaruan mengenai krisis di Timur Tengah, termasuk sikap tegas Arab Saudi terhadap tindakan militer Iran di kawasan tersebut. "Serangan yang dilakukan oleh Iran terhadap saudara-saudaranya, tetangganya terutama negara-negara Arab tentu tindakan tersebut tidak kami terima," tegas Dubes Faisal.
Di akhir pertemuan, Muhammadiyah menyatakan komitmennya untuk tetap menjaga nilai-nilai Islam yang Rahmatan Lil Alamin demi keamanan umat manusia. "Muhammadiyah juga menyampaikan doa agar Arab Saudi senantiasa diberikan kekuatan dalam menjaga dua kota suci, Makkah dan Madinah," tutup Kiai Saad.
