BANJARNEGARA, Suara Muhammadiyah — Dalam rangka menyambut dan menghidupkan bulan suci Ramadhan 1447 H, MBS MTs Wanayasa menggelar program bertajuk Ramadan Di MBS (RDM). Kegiatan ini dirancang sebagai upaya memaksimalkan pembinaan spiritual, keilmuan, dan karakter santri melalui 12 agenda terstruktur yang berlangsung sepanjang bulan Ramadan dengan tema "Indahnya Ramadhan Meraih Takwa".
Program RDM tahun ini menghadirkan berbagai kegiatan edukatif dan ibadah, di antaranya Pelatihan Kultum Ramadan, Pengajian Jelang Ramadan (PAJERO), Kajian Jelang Berbuka, Kajian Intensif Tahsin, Kajian Jumat, Gemar Tadarrus Qurani, Ifthar Jama’i, Shalat Tarawih Berjamaah, Lomba Gebyar Anak Shalih, Tabligh Akbar Nuzulul Quran, Iktikaf Qabla Uthlah, serta Parenting Qabla Uthlah.
Panitia menegaskan bahwa Ramadhan menjadi momentum terbaik untuk memperdalam ilmu agama sekaligus membangun kebiasaan ibadah yang berkelanjutan. Oleh karena itu, setiap sesi Kajian Jelang Berbuka disusun dengan tema yang berbeda agar santri memperoleh pemahaman Islam secara komprehensif.Adapun pembagian tema kajian harian meliputi:Akidah, Fikih Ramadan, Tafsir Al-Qur’an, Pembinaan Akhlak dan Bahasa Arab
Melalui variasi materi tersebut, santri tidak hanya mendapatkan wawasan keilmuan, tetapi juga dilatih mengamalkan nilai fastabiqul khairat (berlomba-lomba dalam kebaikan) dalam kehidupan sehari-hari.
Sejumlah santri mengaku merasakan suasana Ramadan yang lebih hidup dan bermakna melalui rangkaian kegiatan ini. Salah satu santri menyampaikan bahwa kajian tematik menjelang berbuka membantu mereka memahami Islam secara lebih terarah.
“Setiap hari materinya berbeda, jadi kami tidak hanya berpuasa, tetapi juga belajar banyak hal baru tentang agama dan langsung bisa diamalkan,” ujarnya.
Selain kegiatan kajian, program seperti tadarrus bersama, ifthar jama’i, dan i’tikaf menjadi sarana pembiasaan ibadah kolektif yang diharapkan mampu menumbuhkan semangat ukhuwah, kedisiplinan, serta kecintaan terhadap Al-Qur’an.
Dengan rangkaian kegiatan yang padat namun terarah, Ramadan Di MBS 1447 H diharapkan menjadi momentum pembentukan generasi santri yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga kokoh dalam iman, ibadah, dan akhlak. (Bdr)

