Festival Besuk Sungai: Kolaborasi Ekologi Generasi Muda

Publish

12 May 2025

Suara Muhammadiyah

Penulis

0
720
Telusur sungai Banyuwangi

Telusur sungai Banyuwangi

BANYUWANGI, Suara Muhammadiyah - Dalam semangat menjaga kelestarian alam dan mempererat kerukunan antarumat beragama, Eco Bhinneka Banyuwangi gelar Festival Besuk Sungai di bawah jembatan Kalisetail, Genteng, Banyuwangi.

Kegiatan ini menjadi ajang kolaborasi ekologis lintas iman dan generasi muda dari berbagai latar belakang. (11/05).

Sebanyak 35 peserta dari berbagai komunitas, seperti Pimpinan Daerah Nasyiatul Aisyiyah Banyuwangi, ORSPALA SMK Muhammadiyah 8 Siliragung, IPM SMK Muhammadiyah 2 Genteng, Pemuda Katolik, Among (Anak Muda Eco Bhinneka Blambangan), Pemuda Hindu, Pemuda Muhammadiyah, hingga Pemuda Trijati, bergandengan tangan membersihkan bantaran Sungai Setail sebagai bentuk kepedulian bersama terhadap lingkungan hidup.

Sebelum melakukan aksi di sungai, para peserta mendapatkan materi tentang Langkah Efektif Melestarikan Sungai dan Lingkungan Sekitarnya dari Ir. Riza Al Fahroby, ST.MSc., Sekretaris Dinas PU Pengairan Kabupaten Banyuwangi di Aula SMK Muhammadiyah 2 Genteng. 

Aksi bersih sungai ini dimulai dengan briefing dari Zahrotul Janah, Fasilitator Daerah Eco Bhinneka Banyuwangi. Ia menyampaikan teknik pemilahan dan pengumpulan sampah anorganik secara efektif. Peserta kemudian dibagikan trash bag dan bergerak menyusuri area sungai untuk melakukan clean up. Dalam waktu hanya sepuluh menit, para peserta berhasil mengumpulkan sampah sebanyak 25,15 kilo gram.

“Acara Besuk Sungai Bersama Eco Bhinneka ini luar biasa,  mencakup teori, edukasi, aksi, hingga solusi. Ternyata selain clean up kita juga bisa melakukan tindak lanjut berupa pelaporan hasil pengecekan kandungan air sungai. Seberapa besar terpapar mikroplastik.” ungkap Agung dari Pemuda Katolik. 

Selain aksi bersih sungai, kegiatan ini juga mencakup brand audit sampah untuk mengidentifikasi sumber sampah plastik terbanyak, uji kualitas air untuk mendeteksi kandungan mikroplastik, serta penanaman pohon kelapa dan lerak di sekitar bantaran sungai sebagai upaya jangka panjang penghijauan dan perbaikan kualitas tanah.

Lomba daur ulang sampah sungai turut menambah semangat kreativitas peserta, sekaligus menyampaikan pesan bahwa sampah bisa diolah menjadi karya yang berguna.

Windarti, Regional Manager Eco Bhinneka mengungkapkan bahwa Festival Besuk Sungai ini menjadi aktivitas pamungkas serangkaian besuk sungai yang telah dilakukan Eco Bhinneka khususnya di Banyuwangi dan beberapa daerah di Jawa Timur berkolaborasi dengan Pimpinan Wilayah Nasyiatul Aisyiyah.

Pemandangan mengharukan terjadi saat sejumlah anak-anak yang sedang mandi di sungai ikut bergabung membantu mengambil sampah dari aliran air.

Antusiasme mereka menjadi pengingat bahwa edukasi lingkungan harus dimulai sejak dini dan melibatkan warga secara langsung.

Festival Besuk Sungai Eco Bhinneka menjadi bukti nyata bahwa kepedulian terhadap bumi tidak mengenal batas agama dan usia.

Gotong royong dalam merawat sungai menjadi simbol persatuan dan harapan akan masa depan yang lebih lestari. (zah/nda/iko)


Komentar

Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

LAMONGAN, SuaraMuhammadiyah - Program Studi (Prodi) Ekonomi Syariah Universitas Muhammadiyah Lamonga....

Suara Muhammadiyah

29 January 2024

Berita

PEKANBARU, Suara Muhammadiyah —Mahasiswa Program Studi Hubungan Masyarakat Universitas Muhamma....

Suara Muhammadiyah

25 July 2025

Berita

BANDA ACEH, Suara Muhammadiyah - Pimpinan Wilayah ‘Aisyiyah (PWA) Aceh mengadakan kegiatan Mil....

Suara Muhammadiyah

27 November 2023

Berita

SIDOARJO, Suara Muhammadiyah - Halal Center Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) kembali diper....

Suara Muhammadiyah

13 June 2024

Berita

TANJUNGBERINGIN, Suara Muhammadiuah – Malaria masih menjadi ancaman serius.  Jumlah pende....

Suara Muhammadiyah

24 June 2024