Dosen UMJ Tegaskan Pentingnya Gizi Seimbang bersama Diaspora Indonesia di Jepang

Publish

21 April 2025

Suara Muhammadiyah

Penulis

0
780
Foto Istimewa

Foto Istimewa

JAKARTA, Suara Muhammadiyah - Dosen Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) menegaskan pentingnya gizi seimbang dan pangan aman bersama Diaspora Indonesia di Sendai, Jepang. Hal ini disampaikan pada diskusi ceramah yang diselenggarakan secara hybrid dan dihadiri oleh 20 peserta luring yang hadir di Meeting Room A, International House Sanjo, Sendai, Jepang, pada Sabtu (19/04/2025).

Kegiatan ini merupakan implementasi dari hibah Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Tim Dosen UMJ. Tim ini diketuai oleh Dr. Rosyanne Kushargina, S.Gz, M.Si, dan beranggoatakan, Walliyana Kusumaningati, S.Si, MKM Dr. Nunung Cipta Dainy, S.P., M.Si dari Program Studi Sarjana Gizi Fakultas Kedokteran dan Kesehatan (FKK), dan Mustakim, MKM, P.hD dari Program Studi Fakultas Kedokteran dan Kesehatan Masyarakat.

Hibah ini merupakan hibah PkM Internasional Riset Muhammadiyah (RisetMu) Batch VII Tahun 2024 dari Majelis Diklitbang Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Mitra kegiatan ini adalah warga Diaspora Indonesia yang berada dalam Komunitas Muslim Indonesia Sendai (KMIS) Jepang.

Kegiatan PkM yang dipandu oleh Nunung, yang juga melakukan penjajakan kerja sama dengan KMIS dan Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) di Sendai, Jepang. Ia berharap kerjasama ini dapat selaras dengan caturdarma perguruan tinggi. Kerja sama meliputi pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Internasional.

“Kerja sama ini merupakan wadah dakwah bagi warga Muhammadiyah yang tinggal di Jepang, sekaligus berkontribusi memperkenalkan konsep Islam Berkemajuan kepada masyarakat Jepang,” ujarnya.

Ketua KMIS Jepang, Kemal Aziez, menyampaikan dukungannya terhadap kegiatan edukasi gizi ini. “Informasi gizi seperti ini sangat penting, terutama bagi keluarga baru yang akan tinggal di Jepang,” ujar Kemal dalam sambutannya.

Kegiatan ini di moderatori oleh Mustakim yang menghadirkan dua narasumber utama. Materi pertama disampaikan oleh Rosyanne, ia menegaskan tentang pentingnya pemenuhan gizi seimbang dalam keluarga, serta keselarasan antara pedoman gizi di Jepang dan Indonesia yang sama-sama merujuk pada standar WHO.

Kemudian dilanjutkan oleh Walliyana yang menyampaikan prinsip-prinsip keamanan pangan di rumah tangga dan pentingnya memperhatikan aspek pangan halal bagi muslim yang tinggal di Jepang. (n)


Komentar

Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

SLEMAN, Suara Muhammadiyah – Pendidikan Ulama Tarjih Muhamamdiyah (PUTM) mewisuda sebanyak 52 ....

Suara Muhammadiyah

24 August 2024

Berita

BOGOR, Suara Muhammadiyah -Tidak semua perubahan didorong oleh aksi di jalanan. Ada berbagai macam c....

Suara Muhammadiyah

29 July 2025

Berita

KOREA SELATAN, Suara Muhammadiyah - Dalam agenda utama Pertemuan Menteri Pendidikan APEC ke-7 yang d....

Suara Muhammadiyah

16 May 2025

Berita

CEPU, Suara Muhammadiyah – Masjid Al-Hikmah Muhammadiyah Cepu kembali menggelar Kajian Umum Ah....

Suara Muhammadiyah

19 September 2024

Berita

Oleh: Mahli Zainuddin Tago JEPARA, Suara Muhammadiyah- Hotel Novotel Balikpapan, Kamis 12 Juni 2025....

Suara Muhammadiyah

22 June 2025