JAKARTA, Suara Muhammadiyah - Pimpinan Daerah Nasyiatul Aisyiyah (PDNA) Jakarta Selatan kembali menunjukkan komitmennya dalam mengawal kualitas hidup perempuan melalui gelaran acara "Lensa Sehat". Bertempat di lingkungan Perumahan Kemendikbud, Cipete, kegiatan ini menjadi ruang konsolidasi bagi para kader dan ibu-ibu Aisyiyah untuk memperkuat pemahaman mengenai deteksi dini kanker payudara.
Sindi Nur Diansyah, perwakilan PDNA Jakarta Selatan, dalam sambutannya menegaskan bahwa kepedulian terhadap kesehatan adalah investasi jangka panjang bagi organisasi dan keluarga, di mana setiap perempuan harus berdaya untuk mengenali tubuhnya sendiri (7/2/2026).
Acara ini secara khusus menyoroti urgensi perubahan gaya hidup dan skrining rutin sebagai benteng pertahanan utama. Mengingat kanker payudara merupakan penyebab utama kematian perempuan di dunia, PDNA Jakarta Selatan merasa perlu menggandeng pakar dari Fakultas Ilmu Keperawatan (FIK) Universitas Indonesia untuk memberikan edukasi yang berbasis data namun tetap inklusif.
Semangat "sedini mungkin" menjadi pesan kunci yang digaungkan, mengajak peserta untuk tidak menunda pemeriksaan SADANIS atau Mamografi sebelum gejala berkembang menjadi kondisi yang lebih berat dan sulit tertangani.
Diskusi berlangsung hangat saat tim fasilitator dari FIK UI membedah faktor risiko yang sering kali terabaikan. Para peserta diajak memahami bahwa meskipun ada faktor yang tak bisa diubah seperti riwayat keluarga, masih ada ruang besar untuk intervensi melalui modifikasi gaya hidup.
Penjelasan mengenai bagaimana aktivitas fisik dan konsumsi buah serta sayur dapat menurunkan risiko hingga belasan persen memberikan harapan baru bagi para peserta. Suasana Musola Nurul Funduq menjadi saksi bagaimana literasi kesehatan mampu membangkitkan kesadaran kolektif untuk saling menjaga antar sesama perempuan.
Antusiasme peserta pun terlihat jelas hingga akhir sesi, termasuk bagi Hafsah yang merasa mendapatkan wawasan baru yang krusial. Menurutnya, kegiatan ini sangat bermanfaat karena memberikan pengalaman langsung dalam mendeteksi serta mencegah kanker payudara sedini mungkin.
Hafsah menekankan bahwa banyak kasus kanker tidak disadari gejala awalnya hingga tiba-tiba menyebar ke seluruh tubuh. Baginya, edukasi ini menjadi pengingat penting untuk selalu menjaga gaya hidup, terutama pola makan dan aktivitas fisik yang cukup, demi menjaga sel tubuh agar tetap sehat dan berfungsi optimal.
Melalui pendekatan yang hangat namun profesional, PDNA Jakarta Selatan berhasil mengubah stigma "takut periksa" menjadi gerakan "berani deteksi".
Kegiatan ini bukan sekadar pertemuan rutin, melainkan manifesto bahwa perempuan yang terliterasi adalah kunci utama dalam menciptakan masyarakat yang sehat dan tangguh dari ancaman penyakit mematikan. Dengan bekal pengetahuan ini, para peserta kini memiliki "lensa" baru dalam memandang kesehatan payudara sebagai prioritas yang tidak boleh diabaikan. (Sindi)

