Deni Asy'ari Sebut 2025 sebagai Tahun Terberat bagi Ekonomi Dunia

Suara Muhammadiyah

Penulis

0
307
Deni Asy'ari, MA., Dt Marajo. Foto: Cris

Deni Asy'ari, MA., Dt Marajo. Foto: Cris

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Tahun 2025 segera berakhir. Dan bersiap memasuki 2026. Momentum ini menjadi titik awal kontemplasi melihat kehidupan dunia yang tengah berjalan saat ini.

"Kita akan memasuki 2026 dengan sedikit berbeda dari tahun sebelumnya. Kita lihat dan merasakan bersama bahwa saudara-saudara kita yang ada di Sumatera tengah mendapat musibah bencana," tutur Deni Asy'ari.

Menjembatani hal tersebut, Deni menyebut Suara Muhammadiyah telah berkontribusi dalam menggalang dana. "Untuk memberikan bantuan kepada saudara-saudara kita, semoga yang kecil ini bisa bermanfaat bagi mereka," ucapnya.

Deni yang menjadi Direktur Utama PT Syarikat Cahaya Media/Suara Muhammadiyah itu juga mengajak berefleksi pada momentum pergantian tahun ini. "Tidak ada yang berbeda. Setiap tahun sama," katanya.

Meskipun demikian, catatan kritis yang disodorkan Deni pada momen itu terletak pada basis ekonomi. "Ini yang paling berat pada tahun 2025," bebernya. Hal itu diketengahkan karena krisis dan ketidakpastian yang membelenggu kehidupan abad modern.

"Tahun 2025 menjadi tahun terberat bagi dunia ekonomi. Setelah Covid-19, ekonomi menjadi tantangan yang sangat besar sekali," tegasnya saat Refleksi Akhir Tahun 2025 di SM Tower Malioboro Yogyakarta, Rabu (31/12).

Dikerucutkan secara spesifik oleh Deni, manifestasinya berupa konflik dan ketegangan geopolitik. "Ini yang paling berdampak adalah terkait dengan pasokan barang-barang," bebernya. "Akibatnya adalah penurunan daya beli," sambung Deni.

Pokok pangkalnya karena ketergantungan dengan Tiongkok. "Itu juga berpengaruh. Kita masih impor energi, impor gandum, itu dari sana semua," tambahnya.

Di samping itu, tantangan PHK yang sepanjang 2025 menyeruak. Deni sebut, ada sekitar 700.000 pekerja yang terkena PHK. "700.000 lebih PHK, ya. Total pengangguran ya, itu per Agustus kemarin sudah 7,4 juta," ungkapnya.

Semua itu menjadi titik awal dibalik refleksi akhir tahun itu dilangsungkan. Lebih-lebih secara khusus mengusung tema "Resiliensi dan Inovasi: Menggerakkan Roda Ekonomi Persyarikatan."

Menguatkan tema ini, menjadi alasan dibalik putusan sakral Muktamar ke-48 Muhammadiyah di Surakarta, Jawa Tengah yang menjadikan ekonomi sebagai gerakan prioritas.

"Dan Alhamdulillah, SM termasuk instansi bisnis yang berinisiatif mengambil peran untuk menjalankan misi itu, menjadikan ekonomi gerakan pilar ketiga ini," ujarnya.

Wakil Sekretaris Majelis Ekonomi, Bisnis, dan Pariwisata Pimpinan Pusat Muhammadiyah itu menegaskan, dengan berbagai macam krisis yang terjadi, Deni mengajak agar sampai skeptis dan pesimis dalam fokus menjalankan dakwah di sektor ekonomi.

"Jangan menjadi penghalang untuk kita terus mendorong menjadikan ekonomi sebagai pilar ketiga," tandasnya. (Cris)


Komentar

Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

CILACAP, Suara Muhammadiyah - Selamat datang rombongan peserta study tiru dari Majelis Pendidikan Da....

Suara Muhammadiyah

6 August 2024

Berita

Rektor dan Wakil Rektor Ikut Bertanding BANTUL, Suara Muhammadiyah - Ada yang unik dari turnamen se....

Suara Muhammadiyah

1 October 2023

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Pesantren Mahasiswa K.H. Ahmad Dahlan (PERSADA) UAD menyelenggaraka....

Suara Muhammadiyah

8 October 2023

Berita

JAKARTA, Suara Muhammadiyah – Malam Tasyakuran Milad ke-93 Pemuda Muhammadiyah berlangsung Kam....

Suara Muhammadiyah

8 May 2025

Berita

Inovasi Ekonomi Pesisir untuk Kemandirian Sambas JAKARTA, Suara Muhammadiyah — Pusat Studi Pe....

Suara Muhammadiyah

13 October 2025