BANJARNEGARA, Suara Muhammadiyah - Tampak kentara di permukaan, pergolakan zaman menuntut semua orang harus bisa mengikuti ritmenya. Pun demikianlah halnya dengan dunia bisnis, menjadi sesuatu hal yang niscaya.
Dikemukakan oleh Deni Asy'ari, bahwa saat ini semua orang dibuat terbelalak dengan perkembangan dunia bisnis yang tidak dapat diterka secara pasti. "Banyak yang bertumbangan," tegasnya, singkat. Hal ini kemudian menuntut dekonstruksi terhadap peta jalan perjalanan bisnis ke depan akan seperti apa.
"Yang dulunya (bisnis) berkembang pesat, tapi sekarang kita melihat mulai menurun (gulung tikar)," kata Deni. Maka, esensi Rapat Kerja (Raker) PT Syarikat Cahaya Media/Suara Muhammadiyah 2026 di Kiyana Resort Dieng, Sirangan, Kepakisan, Batur, Banjarnegara, Jawa Tengah, Sabtu (10/1) terletak di sini.
"Kita harus adaptif terhadap zaman," sebutnya, disertai dengan tantangan yang tidak ringan. Juga, selain daripada itu, perlu melakukan penguatan sistem dan management.
"Dan penguatan sumber daya manusia (SDM)," tambah Deni. Yang dari titik inilah sebagai upaya melakukan adaptasi dalam dunia bisnis.

Harus diakui, dunia bisnis tidak selalu berjalan mulus. Bak jalan tol tanpa kungkungan hambatan dan kesendatan dalam berjalan. Namun, Deni mencitrakan dunia bisnis itu laksana sebuah rollercoaster, "Kadang dia naik, kadang dia turun," sebut Deni. Pun demikian, "Kadang dia ke kanan, kadang dia ke kiri. Kadang dia membalik badan," lanjutnya lagi.
Di situlah relevansi beradaptasi dalam implementasi bisnis di lapangan. Kondisi sekarang memang menuntut dunia bisnis seperti itu. "Semua harus disesuaikan," serunya.
Dan, yang tidak kalah pentingnya, memberikan formulasi-formulasi dalam menghadirkan konsep produk ataupun jasa yang berbeda pada umumnya.
"Produk dan jasa yang kita jual, kita betul-betul mampu untuk menyesuaikan dengan kebutuhan-kebutuhan dan tantangan-tantangan yang terbaru," urainya.
Jelaslah mengenai soal itu, tanpa keberanian membaca perubahan dan meresponsnya dengan langkah konkret, sebuah entitas usaha hanya akan berjalan di tempat, bahkan tertinggal.
"Oleh karena itu, sekali lagi, kita sesuaikan dengan kebutuhan-kebutuhan yang baru," pungkas Wakil Sekretaris Majelis Ekonomi, Bisnis, dan Pariwisata Pimpinan Pusat Muhammadiyah itu. (Cris)

