Dakwah Harus Menyapa dari Lorong Gelap hingga Lorong Gemerlap

Suara Muhammadiyah

Penulis

0
401
Ketua PWM Jawa Tengah dalam pembukaan Rakornas LDK PP Muhammadiyah di Universitas Muhammadiyah Semarang (29/1).

Ketua PWM Jawa Tengah dalam pembukaan Rakornas LDK PP Muhammadiyah di Universitas Muhammadiyah Semarang (29/1).

SEMARANG, Suara Muhammadiyah — Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Tengah, KH Tafsir, menegaskan bahwa dakwah Muhammadiyah harus hadir sebagai gerakan yang membumi dan menyentuh seluruh lapisan masyarakat, tanpa membeda-bedakan latar belakang sosial maupun kondisi kemanusiaan.

Hal itu disampaikan KH Tafsir dalam salah satu sesi Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) II Lembaga Dakwah Komunitas (LDK) Pimpinan Pusat Muhammadiyah di Semarang. Menurutnya, dakwah harus menghidupkan kesadaran, menumbuhkan daya ubah, serta menghadirkan harapan bagi mereka yang selama ini berada di pinggiran.

Tafsir menekankan bahwa inti dakwah adalah menyapa manusia apa adanya. Ia mengingatkan bahwa para dai Muhammadiyah perlu berani hadir di ruang-ruang sosial yang sering dihindari. Dakwah, kata dia, tidak boleh eksklusif dan hanya menyasar kelompok yang sudah mapan secara sosial maupun keagamaan.

Ia kemudian membagikan pengalamannya saat masih menjabat sebagai Sekretaris Majelis Tabligh PWM Jawa Tengah, ketika ia memilih untuk menyapa komunitas waria. Bagi Tafsir, langkah tersebut bukan tanpa alasan. Komunitas ini, menurutnya, merupakan salah satu kelompok yang paling termarjinalkan dan kerap dipandang sebelah mata.

“Mereka ini jarang disapa. Padahal, justru di sanalah dakwah diuji. Dakwah itu menyapa dari lorong gelap sampai lorong gemerlap,” ujarnya.

Lebih lanjut, Tafsir mengingatkan pentingnya pengelolaan dakwah yang terorganisasi dengan baik. Ia menegaskan bahwa kebenaran nilai-nilai Islam harus disampaikan secara sistematis, terstruktur, dan berkelanjutan agar mampu memberi dampak nyata bagi masyarakat.

“Kebenaran yang tidak terorganisasi bisa kalah dengan kebatilan yang terorganisir,” tandasnya.

Menurut KH Tafsir, Rakornas LDK menjadi momentum strategis untuk memperkuat konsolidasi dakwah komunitas Muhammadiyah agar semakin terarah, inklusif, dan relevan dengan tantangan sosial zaman. Dakwah, kata dia, harus menjadi jalan pembebasan dan pemuliaan martabat manusia. (diko)


Komentar

Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

RIAU, Suara Muhammadiyah - Ponpes Ahmad Dahlan berhasil membawa pulang piala bergilir Kwartir Wilaya....

Suara Muhammadiyah

11 November 2024

Berita

JAKARTA, Suara Muhammadiyah – Perubahan zaman yang terus bergulir meniscayakan ritme dunia ker....

Suara Muhammadiyah

12 January 2025

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – Sejak Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasm....

Suara Muhammadiyah

28 August 2025

Berita

BANDUNG, Suara Muhammadiyah – Pakar Hukum Tata Negara dan dosen STHI Jentera Bivitri Susanti m....

Suara Muhammadiyah

23 October 2024

Berita

MADIUN, Suara Muhammadiyah - Rektor Universitas Muhammadiyah Madiun (Ummad), Prof Dr Sofyan Anif men....

Suara Muhammadiyah

13 September 2023

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah