YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – Suasana selasar dan tangga gedung di Universitas Gadjah Mada (UGM) yang biasanya menjadi tempat mahasiswa duduk beralaskan seadanya untuk berdiskusi, kini mulai bertransformasi. Sebuah ruang kolaborasi yang estetik dan hangat, CollabHub by Paragon, secara resmi hadir di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas (GIK) UGM sebagai wadah baru bagi kreativitas mahasiswa dan masyarakat umum.
Selama ini, banyak mahasiswa, baik yang tergabung dalam Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) maupun non-UKM, memanfaatkan fasilitas kampus apa adanya untuk bertukar ide. Direktur Utama GIK UGM, Alfatika Aunuriella Dini, mengungkapkan rasa harunya karena proses panjang sejak November tahun lalu akhirnya membuahkan hasil berupa tempat yang menggairahkan diskusi mahasiswa.
“Mereka duduk di selasar, melakukan diskusi di tangga atau ruang kelas yang belum terfasilitasi dengan baik,” ujar Alfatika. Kehadiran CollabHub ini diharapkan dapat mengubah mindset bahwa tempat yang arsitektural dan estetik justru harus dimulai dari Jogja, tepatnya dari GIK UGM, Rabu (11/2).
Ketua Forum UKM UGM, Muh Arif Maulana, menyambut baik kehadiran ruang ini sebagai jawaban atas terbatasnya ruang publik bagi mahasiswa. Baginya, CollabHub bukan sekadar bangunan fisik, melainkan ruang untuk bersilaturahmi dan melahirkan aktivitas positif di lingkungan kampus.
“Semoga menjadi tempat saling mengenal, bertukar pikiran, dan cerita. Adanya hub ini cukup menjawab kebutuhan mahasiswa,” tutur Arif dalam sambutannya yang mewakili para mahasiswa dan pengurus UKM Kampus Biru itu.
Pembangunan ruang ini merupakan bentuk nyata kolaborasi antara dunia pendidikan dan industri melalui Paragon Corp. CEO Nurhayati Subakat Entrepreneurship Institute, Salman Subakat, menekankan pentingnya interaksi antarmanusia di dalam CollabHub ini.
Salman kembali teringat konsep “3H” (Hand, Head, Heart) yang diadaptasi dari MIT, di mana kerja bareng, berpikir bareng, dan merasa bareng akan menjadikan tempat ini sebagai “Home” (rumah). “Home is the best place to grow. Kami membayangkan di sini akan lahir sociopreneurship dan inovasi di berbagai bidang melalui interaksi harian antara pendiri startup, dosen, dan mahasiswa,” jelas Salman.
Rektor UGM, Prof. Ova Emilia, menegaskan bahwa CollabHub dirancang sebagai laboratorium hidup yang inklusif. Fasilitas ini tidak hanya terbatas bagi civitas akademika, tetapi juga terbuka bagi masyarakat umum, mulai dari pelajar hingga pelaku UMKM.
Di dalam CollabHub tersedia berbagai zona, mulai dari area diskusi terbuka untuk bertukar ide secara cair, mini library sebagai sudut literasi tinggi, dan area tenang untuk fokus mencari inspirasi atau mendiskusikan berbagai hal untuk berkontribusi bagi masyarakat.
“Ini merupakan investasi pembentukan SDM Indonesia masa depan. Kami berharap ini menjadi ruang produktif yang melahirkan ide kreatif, inovatif, dan memberikan dampak positif bagi masyarakat luas,” ungkap Prof. Ova.
Rektor UGM menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada ParagonCorp yang selama ini selalu mendukung UGM dalam mendukung pendidikan maupun riset. Dalam kesemptan tersebut juga diserahkan bantuan pendidikan dan riset sebesar Rp 25 Miliar dari ParagorCorp kepada Pihak UGM. Dengan harapan antara riset kampus dan dunia usaha dapat terjalin kesinambungan untuk keunggulan bangsa. (rpd)

